Sisitipsi Rilis 'Anak Papi': Pesan Untuk Kaum Muda Mudi - MLDSPOT
  • Music News
  • Sisitipsi Rilis 'Anak Papi': Pesan Untuk Kaum Muda Mudi

Sisitipsi Rilis 'Anak Papi': Pesan Untuk Kaum Muda Mudi

Wed, 03 February 2021
Berhasil produktif di tengah new normal, Sisitipsi merilis 3 Single baru untuk rekreasi para penggemarnya

Industri musik Indonesia di 2020 hingga awal tahun 2021 ini sepertinya sedang mengalami peningkatan produksi yang sangat kencang. Pasalnya, para musisi Indonesia malah semakin produktif meskipun terbatasi oleh protokol kesehatan.

Salah satu band yang berhasil memproduksi musik di era new normal ini adalah Sisitipsi. Band Jazz asal Jakarta ini baru aja merilis single terbarunya pada 23 Desember 2020 lalu. Di album ini, Sisitipsi memberikan gaya musik sebagaimana ciri khasnya – tapi dengan sentuhan yang lebih elegan!

Single berjudul Anak Papi ini sudah dinantikan oleh para penggemarnya. Meskipun rilis di era new normal, kayak apa sih mewahnya lagu baru Sisitipsi ini? Selengkapnya, simak di bawah ini ya, bro!

Anak Papi: Pesan dalam Sebuah Lagu

Berhasil produktif di tengah new normal, Sisitipsi merilis 3 Single baru untuk rekreasi para penggemarnya

Credit image – Youtube

Sisitipsi memang terkenal dengan lirik lagunya yang realistis dan identik dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi dikalangan anak muda – seperti lagu di album sebelumnya yang berjudul Alkohol dengan lirik yang relatable dengan kehidupan anak muda masa kini.

Di single terbarunya ini, Sisitipsi masih menerapkan lirik dengan gaya tersebut. dengan judul Anak Papi, kali ini Sisitipsi mengangkat lirik yang cukup dalam – Sisitipsi menaruh harapan pada anak muda untuk terus bergerak dan lebih peka terhadap lingkungannya, sehingga bisa menjaga diri dari hal-hal yang merugikannya.

Memberikan Harapan untuk Kaum Muda

Meskipun belum dibilang berumur, tapi para personil Sisitipsi merasa perlu memberikan pesan pada anak muda masa kini untuk terus melihat peluang yang ada dan menjadi pribadi yang lebih siap menhadapi masa depan, jangan sampai mengulang kesalahan yang sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu.

Seakan memberikan wejangan, Sisitipsi mengingatkan kepada para kaum muda untuk lebih mengingat batasan yang dimiliki – jangan sampai kelewatan adalah kuncinya. Meskipun happy-happy, pokoknya harus ingat bahwa ada hal yang harus diperhatikan.

Rilis di Era New Normal

Berhasil produktif di tengah new normal, Sisitipsi merilis 3 Single baru untuk rekreasi para penggemarnya

Credit image – Neighbour List

Single baru dari Sisitipsi ini juga patut diacungi jempol, pasalnya – Sisitipsi berani merilis single ini ditengah kegaduhan suasana yang dirasakan saat ini. Meskipun dengan keterbatasan yang ada, Sisitipsi berhasil merampungkan single kece-nya ini.

Dengan perilisan single ini, Sisitipsi berharap bisa mengajak para musisi lain untuk juga tetap produktif. Selain itu, Sisitipsi juga ingin memberikan rekreasi kepada pada pendengar setianya. Single yang dikeluarkan sebagai karya penutup tahun ini menjadi tolak ukur – meskipun di era new normal, Sisitipsi tetap sukses dan terus bertahan.

Merilis 2 Karya Lain

Selain Anak Papi, ternyata Sisitipsi juga sudah mengeluarkan 2 lagu sebelumnya. Single ketiga ini Sisitipsi juga merilis 2 karya lainnya yang berjudul Gaya Bercinta dan Teman Intisari. Ajakan positif dari Sisitipsi ini ternyata membuahkan hasil yang cukup baik, karena ternyata banyak pendengar yang antusias dengan single baru dari Sisitipsi ini.

Selain memberikan pesan di lagu Anak Papi, di kedua lagu lainnya ini Sisitipsi mencoba untuk memberikan kesan rekreasi kepada para pendengarnya. Setelah Alkohol, sekarang Sisitipsi mau ikut menemani lo untuk ‘pusing’ di lagu Teman Intisari, bro!

Sebagai album penutup tahun, ketiga lagu Sisitipsi ini emang sayang banget untuk dilewatkan. Ketiga lagu Sisitipsi bisa didengar di seluruh digital platform untuk menemani keseharian lo. Congratulation buat Sisitipsi atas peluncuran single terbarunya!

 

Feature image – Boleh Music

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR