Suka Musik yang Menenangkan? Coba Denger Genre Lo-Fi, Bro! - MLDSPOT
  • Music Profile
  • Suka Musik yang Menenangkan? Coba Denger Genre Lo-Fi, Bro!

Suka Musik yang Menenangkan? Coba Denger Genre Lo-Fi, Bro!

Sun, 14 March 2021
Lo-Fi

Kalo otak lagi penat rasanya paling enak buat dengerin lagu. Sepertinya sebagian besar dari lo akan setuju dengan pembuka kalimat ini. Emang nggak bisa dipungkiri – kekuatan musik buat hidup emang segitu pentingnya, bro!

Tapi kalau lagi penat, lo lebih suka mendengarkan musik yang seperti apa? Apakah sesuai dengan yang udah ada di playlist, atau mencoba cari musik baru yang menenangkan? Kalau lo mencari yang kedua, coba dengerin genre Lo-Fi, bro!

Sepertinya genre ini nggak kalah hits nya sama genre city pop yang udah pernah di bahas sama MLDSPOT beberapa waktu lalu. Genre Lo-Fi ini juga jadi salah satu genre yang banyak di cari di kanal Youtube.

Sebelum mencari di Youtube, lebih baik lo simak dulu artikel mengenai genre Lo-Fi ini, check this out, bro!

Lawan dari Genre Hi-Fi

Lo-Fi

Credit image – Holland & Barret

Sebelum genre Lo-Fi hadir dan banyak diminati sampai sekarang, sebelumnya udah ada genre dengan nama Hi-fi. Genre Lo-Fi sendiri merupakan kalimat pendek dari low fidelity – dan sebaliknya, Hi-Fi merupakan kalimat dari high fidelity.

Dari arti namanya, Lo-Fi merupakan jenis musik yang direkam dengan kualitas yang rendah. Hal ini dikarenakan proses rekamannya yang dilakukan menggunakan peralatan sederhana. Dalam kata lain – genre Lo-Fi memiliki kualitas yang belum sempurna alias masih mentah.

Berbanding dengan Hi-Fi yang memang sudah direkam dengan peralatan yang proper dan kualitas suara yang baik. Yang membuat musik Lo-Fi menarik adalah – dengan kualitasnya yang justru rendah, namun para penikmat musik melihat hal yang nggak biasa ini menjadi daya tarik baru.

Daya Tarik Musik Lo-Fi

Sebelum menjadi berkembang dan memiliki peminat yang cukup banyak seperti sekarang, penggunaan musik Lo-Fi dijadikan sebutan untuk menggambarkan proses pembuatan lagu dan album yang belum sempurna.

Selain dari proses dan kualitas suaranya, lirik yang dimiliki oleh musik dengan genre Lo-Fi juga cenderung nggak banyak. Hal ini juga menjadi ciri khas dari Lo-Fi yang membuat banyak peminatnya. Nggak jarang juga musik Lo-Fi hanya menghadirkan instrumen aja.

Siapa sangka – kalau musik yang sering dinilai ‘belum jadi’ ini sekarang malah diminati oleh sebagian besar orang dalam mendengarkan musik.

Kenapa Cocok untuk Menghilangkan Penat?

Seperti yang udah dibilang pas opening, kalau genre Lo-Fi ini sering dijadikan para penikmat musik saat ini untuk menghilangkan rasa penat dan cocok dinikmati pas nyantai. Selain karena instrumennya, ternyata alunan musik ini juga menghadirkan efek-efek suara di dalamnya.

Efek suara yang dimaksud dalam hal ini adalah seperti penambahan suara hujan, langkah kaki, kicauan burung, atau latar suara ramainya jalanan dan percakapan. Meskipun terdengar sederhana, tapi gaya musik ini ternyata berhasil menghilangkan penat juga!

Bisa Lo Nikmati di Berbagai Platform Musik

Lo-Fi

Credit image – Youtube

Musik Lo-Fi emang bukan jadi genre yang dipegang oleh setiap musisi, tapi melansir dari Merah Putih – musisi Indonesia juga punya lagu dengan genre ini, salah satunya adalah Jordy Chandra dengan lagu “ I c e c r e a m” dan PXZV.

Selain itu, visualisasi yang digunakan oleh musik Lo-Fi juga cenderung menarik – seperti ilustrasi dari gemerlap kota, karakter sedang berada diruangan, ataupun ilustrasi-ilustrasi sejenis yang membuat eye-pleasing bagi yang melihat.

Setelah mengetahui kalau genre yang satu ini bisa cukup menenangkan dan bisa dinikmati selagi nyantai, kayaknya langsung aja meluncur ke platform musik kesayangan lo untuk mendengarkan musik ini deh!

Feature image – Youtube

Indonesian City Pop dan Pasang Surutnya Pop Kreatif di Indonesia

Mon, 05 April 2021
Pop Kreatif

Ngomongin musik di Indonesia emang nggak ada matinya, terlebih kalo ngomongin tentang musik pop di Indonesia. Mulai dari kemunculannya hingga perkembangannya sampai sekarang – musik pop ini emang juaranya!

Salah satu era besar bagi musik pop adalah lahirnya musik Pop Kreatif – yaitu musik pop yang menjamur di era 80-an dan berhasil menjadi musik yang dominan bagi para musisi pada masanya. Musik pop yang seringkali diyakini sebagai Indonesian City Pop di masa sekarang ini ternyata sempat mengalami pasang surut, bro!

Musik yang menjamur di saat radio masih menjadi primadona dan kaset menjadi hal yang fenomenal, pop kreatif berhasil dinobatkan sebagai lagu yang membawa semangat modernisasi. Sampai sekarang dikenal dengan Indonesian City Pop – dan gimana perannya pada kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu?

Dari pada penasaran, langsung aja simak ulasan MLDSPOT bersama Irama Nusantara di bawah ini!

Kaset, LCLR, dan Pop Kreatif

Pop Kreatif

Credit image – KiosBukas

Di pembahasan beberapa waktu lalu, Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang hadir di akhir tahun 70-an dimaknai sebagai era baru kelahiran musik pop di Indonesia. Siapa sangka – ternyata hal ini yang melahirkan musik pop kreatif di era 80 hingga 90-an!

Nggak cuma kekuatan dari radio dan LCLR, kehadiran pop kreatif di saat kaset menjadi hal yang fundamental untuk dimiliki para penikmat musik pun menjadi hal yang menarik. Pasalnya, perilisan dalam format kaset dijual dengan harga yang cukup terjangkau dan hal inilah yang membuat kehadiran musik ini menjadi primadona.

Kedua hal ini – yaitu radio dan kaset, emang nggak bisa terlepas dari penyebaran musik populer Indonesia di era 80 hingga 90-an, termasuk gaya musik pop kreatif di dalamnya. Keberadaan kedua hal ini menjadi krusial karena pop kreatif nggak hanya melahirkan musik, tapi juga peran besar dari musisi-musisinya.

Pasang Surutnya Pop Kreatif

Setelah mengetahui kedua hal yang membuat pop kreatif menjadi diminati, hal ini ini membuat para penikmat musik di era 80-an hingga 90-an merasa bahwa musisi kala itu sepakat untuk membuat karyanya dengan prinsip yang sama – yaitu lagu dengan irama fusion dengan sentuhan electronica dengan lirik yang membawa semangat para pendengarnya.

Setelah LCLR, pop kreatif semakin meluas dan diminati oleh para peminatnya. Seakan menjadi ajang pembuktian kebangkitan musik pop yang baru, para musisi seperti Chrisye dan Fariz RM berhasil menciptakan karya-karyanya – yang sampai sekarang pun karyanya masih bisa dinikmati.

Perputaran waktu dalam musik emang menjadi hal yang nggak pasti – hal ini juga terjadi pada pop kreatif. Setelah menuai masa keemasannya di era 80-90-an, ternyata musik pop kreatif terkalahkan dengan musik pop yang disebut dengan pop melayu.

Kehadiran pop melayu dengan lirik yang mendayu-dayu ini ternyata berhasil menjadi waktu di mana pop kreatif menjadi surut. Pada saat inilah pop kreatif menjadi hal yang dilupakan kehadirannya oleh para penikmat musik.

Pop Kreatif dalam Balutan Indonesian City Pop

Pop Kreatif

Credit image - Arsip Irama Nusantara

Setelah pop kreatif sempat meredup di awal dekade 2000-an, namun tanpa disangka-sangka – pop kreatif kembali hadir di tengah penikmat musik dengan nama yang lebih modern, yaitu Indonesian City Pop.

Dengan terbukanya akses informasi, para generasi muda akhirnya membangkitkan kembali Pop Kreatif sebagai gaya musik baru yang disebut dengan ‘Indonesian City Pop’.Istilah ini merujuk pada gaya musik City Pop yang berasal dari Jepang dan direlasikan oleh para generasi muda saat ini dengan referensi musik lokal yang serupa.

Di tahun 2010-an, kelahiran Indonesian City Pop ini dimaknai sebagai hal yang baru. Meskipun sebenarnya hanya menciptakan #LaguBaruDariMasaLalu, nama Indonesian City Pop berhasil membawa pop kreatif ke industri musik hingga sekarang ini.

Banyaknya playlist dan juga musisi dengan gaya musik City Pop ini menandakan bahwa lagu ini mendapat apresiasi yang besar dari para pendengar musik saat ini. Lagu-lagu seperti “Sesaat Kau Hadir” dari Utha Likumahuwa, “Kau” dari Chandra Darusman, dan “Dimabuk Asmara” oleh Cici Sumiati masih merajai anak tangga lagu Indonesia saat ini.

Kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu yang membalutkan lagu pop kreatif ke dalam Indonesian City Pop ini menjadi fenomena yang unik dalam industri musik. Kalo lo sendiri, punya playlist andalan dengan lagu Indonesian City Pop belum, bro?

 

Feature image - Kaset Lalu

Referensi:

http://www.widiasmoro.com/2015/04/08/musik-pop-indonesia/

Alvin Yunata: Wajah Musik Pop, Dulu dan Hari Ini