• Music News
  • Stay With Me, coz I Won’t Back Down

Stay With Me, coz I Won’t Back Down

Thu, 12 March 2015

“Oh won’t you stay with me. ‘Cause you’re all I need. This ain’t love it’s clear to see, but darling, stay with me.. “

Siapa yang nggak kenal penggalan lirik dari lagu Stay With Me yang dinyanyikan oleh musisi asal Inggris, Sam Smith? Lagu yang jadi hits di berbagai chart musik dunia ini sempat kesandung masalah plagiasi beberapa waktu lalu. Nama Sam Smith sebagai penyanyi yang tengah naik daun pun sempat goyah karena kasus tersebut.

Lagu Stay With Me dituding menjiplak lagu ciptaan Tom Petty dan Jeff lynne, pentolan band lawas The Heartbreakers yang berjudul I Won’t Back Down dan dirilis tahun 1989 lalu. Ketika didengarkan, bagian refrain Stay With Me memang mirip banget sama refrainnya I Won’t Back Down. Nggak heran kemudian banyak yang menilai kalau lagu hits Sam Smith ini hasil jiplakan lagu ciptaan Tom Petty.

Tom Petty yang mengetahui hal tersebut nggak tinggal diam. Melalui pengacaranya, dia melayangkan tuntutan untuk pembayaran royalty sebesar 12,5 persen dari keuntungan penjualan lagu Stay With Me. Pihak Sam Smith pun  mengambil jalan damai dengan memasukkan nama Tom Petty dan Jeff Lynne sebagai co-writer dari lagu Stay With Me. Sebuah sumber mengutarakan bahwa kemiripan kedua lagu tersebut merupakan kewajaran ketika ada musisi yang terinspirasi karya musisi lain. Lagipula, lagu Stay With Me juga bukan hasil jiplakan mentah-mentah.

Lagu Stay With Me:

Lagu I Won’t Back Down :

Kasus ini akhirnya resmi berakhir dengan damai sejak akhir Januari 2015 lalu. Tom Petty sendiri mengapresiasi tindakan Sam Smith yang kemudian memasukkan namanya dan Jeff Lynne sebagai co-writer hits Stay With Me. Baginya, kasus semacam itu biasa terjadi di industri musik, tinggal bagaimana masing-masing musisi sanggup bersikap bijaksana dan rasional dalam menghadapi kasus serupa. Dan nggak hanya sekedar mengapresiasi, Tom Petty turut mendoakan kesuksesan Sam Smith dalam karir bermusiknya.

Well, untungnya baik Sam Smith maupun Tom Petty sama-sama bisa act like gentlemen dalam menghadapi kasus ini. Mereka seakan menunjukkan kalau suatu kasus juga bisa diselesaikan secara bijak. Good job, dudes!

 

 

Dipuji Musisi Dunia
Sam Smith memang masih terhitung anak bawang di industri musik dunia. Namun, hadir dengan suara merdu dan khas ternyata membuatnya diberondong pujian musisi dunia lain, seperti Lady Gaga dan Katy Perry

Kasus Plagiasi Musisi Dunia
Nggak cuma Sam Smith yang kena kasus plagiasi. Banyak musisi dunia lain yang mengalami kasus serupa. Lady Gaga juga pernah mengalami hal yang sama untuk lagunya yang berjudul Judas pada 2011 lalu. Kasus ini akhirnya dimenangkan oleh Mother Monster dan lagunya nggak dianggap plagiat

Musisi Indonesia “Rajin” Plagiat?
Udah sering banget denger lagu-lagu yang dinyanyiin musisi Indonesia dianggap hasil plagiat dari lagu musisi dunia. Mulai dari lagu Mari Bercinta punya Aura Kasih, Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada yang dinyanyikan Ahmad Dhani sampai lagu dangdut Pusing Pala Barbie-nya Puteri Bahar

 

Konsep Retro, Vintage, dan Pesona Prancis di Setiap Melodi Vira Talisa

Tue, 14 July 2020
Vira Talisa dengan tampilan rambut updo sedang bercermin, mengenakan blouse putih dengan garis abu dan kuning

Cantik, unik, dan bertalenta, Vira Talisa membawa angin segar bagi musik Indonesia, terkhusus dalam musik indie. Dara kelahiran Jakarta yang satu ini ternyata merupakan lulusan Visual Art dari Universitas Rennes, Prancis.

Selama 4 tahun menimba ilmu di negara asing, selepasnya Vira memutuskan untuk fokus bermusik. Baru saja merilis album terbaru “Primavera”, Vira Talisa siap untuk memanjakan telinga pendengar #MumpungLagiDirumah dengan lantunan lagu retro-pop yang manis.

 

Berawal dari Visual Art hingga Bermusik

Vira Talisa menyanyi dengan mic, mengenakan kemeja biru dan topi berwarna orange

Seni dan bermusik merupakan dua hobi seorang Vira Talisa. Sempat terpikir untuk mengambil jurusan musik, namun niat tersebut diurungkan karena takut malah membuat musik jadi terasa seperti “pekerjaan” yang nggak lagi bisa dinikmati dengan santai.

Walau memang seni dan musik merupakan dua hal yang berbeda, Vira merasa justru pengalamannya saat berkuliah menjadi bekal untuk ia menjadi penyanyi, sekaligus mendorongnya untuk benar-benar menggeluti musik. Menggeluti seni secara akademis, dan musik di luar aktivitas akademisnya membuat Vira merasa kedua jalan hidupnya tersebut selaras.

 

Prancis dan Setiap Kenangan di Sana

Salah satu cover single Vira Talisa, mengenakan straw hat dan sarung tangan kulit berwarna hitam

Kalau berbicara soal negara Prancis, pasti yang ada di benak lo adalah suasana romantis di sepanjang sungai Seine dan gemerlap menara Eiffel. Itu juga suasana yang ingin diciptakan oleh Vira lewat musik-musiknya, termasuk juga album terbarunya bertajuk Primavera yang berarti musim semi. Selama Vira berada di Prancis, ia juga masuk ke dalam komunitas dan pertemanan yang memiliki minat musik yang serupa.

Vira merasa klik dengan referensi musik retro-pop yang didapatkannya selama di Prancis. Begitu pula dengan hasil belajar yang ia tekuni di Prancis. Meski mengambil jurusan Visual Art, nyatanya di dalamnya juga mencakup bidang sastra dan film, di mana akhirnya Vira juga mampu mengasah pemahamannya akan musik sebagai salah satu komponen film.

 

Terinspirasi dari The Beach Boys dan Soundtrack Film Klasik

Vira Talisa sedang duduk di sofa sambil menulis di buku berwarna orange

Kiprah bermusik Vira benar-benar dimulai sejak nol, berawal dari sekadar meng-upload hasil cover lagu di platform Soundcloud. Hingga akhirnya, Vira pun berhasil merilis album self-titled di tahun 2016. The Beach Boys menjadi salah satu panutan Vira dalam bermusik dan musisi yang memperkenalkan Vira ke musik dengan genre retro.

Nggak hanya The Beach Boys saja, Vira juga jatuh cinta dengan konsep vintage dan genre pop-retro melalui soundtrack film garapan Jean-Luc Godard, seperti “Singing in the Rain”. Film-film klasik di era 30-an dan 60-an menjadi inspirasi bagi musikalitas Vira Talisa.

 

Dukungan Manis dari Orang Tercinta

Vira Talisa menyanyi di atas panggung dengan dress hitam

Dibesarkan di keluarga pencinta musik, Vira Talisa ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda musik Eyang Titiek Puspa. Keluarganya sering mendengarkan lagu-lagu karya Everly Brothers dan The Beatles yang membuat Vira sebagai sosok old soul dengan kemampuan bermusik yang nggak perlu diragukan lagi.

Dalam album Primavera yang berisikan delapan lagu, ada satu lagu berjudul “He’s Got Me Singing Again” yang menceritakan sosok sang kekasih, Radityo Joko Bramantyo. Bagi Vira menulis lirik dan menggarap musik itu adalah ekspresi paling jujur yang bisa dimiliki seseorang. Sekarang, album Primavera sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming. Vira juga sedang fokus untuk merilis album fisik dan tetap melahirkan tembang-tembang retro-pop.

 

 

 

Sources: Medcom.id, CNN Indonesia, Liputan 6.