Ruang Pamer Bagi Komunitas Jazz yang Menjamur - MLDSPOT
  • Music News
  • Ruang Pamer Bagi Komunitas Jazz yang Menjamur

Ruang Pamer Bagi Komunitas Jazz yang Menjamur

Tue, 24 November 2015

Selain jadi pesta yang menyenangkan, Ngayogjazz juga jadi ajang pertemuan banyak komunitas jazz yang bertukar energi. Salah satu misi untuk memasyarakatkan jazz kepada publik yang luas.

Satu hal baik dari festival ini yang juga harus dicatat adalah komitmen mereka untuk menampilkan banyak talenta musik jazz lokal yang bertebaran di banyak tempat. Talenta-talenta ini diberi porsi panggung yang luas dan diundang ke Jogjakarta untuk tampil. Sebelum jadi besar, ruang untuk berkekspresi model beginilah yang diperlukan.

Perkembangan musik jazz bisa dibilang menjamur di banyak kota seiring meningkatnya jumlah pertunjukan musik yang berlangsung. Di ruang-ruang kecil, banyak musisi berkumpul untuk mencoba menghidupi jazz lewat serangkaian pertukaran referensi, bentukan baru kelompok musik atau sekedar jam session mengasah keahlian tampil di depan orang banyak

Di Ngayogjazz 2015, ada banyak komunitas yang diundang untuk memamerkan interprestasi mereka terhadap musik jazz. Mulai dari Pekanbaru, Semarang, Pekalongan, Kalimalang di Bekasi, Solo dan beberapa tempat lainnya.

Sedari sore, berbagai macam komunitas jazz unjuk gigi di enam panggung yang disediakan oleh Ngayogjazz. Berbagai macam eksplorasi tersajikan untuk orang banyak. Beberapa mengambil jalur fusion, beberapa juga mencampuradukan sisi tradisi di dalam penampilannya.

Yang berbeda, bermain di Ngayogjazz tidak perlu takut mendapatkan respon yang tidak ramai. Sejak dimulai, ribuan orang sudah mulai memadati panggung-panggung festival yang tersedia. Jadi, bagi komunitas-komunitas ini, kesempatan untuk bermain di festival besar model begini, adalah sebuah peluang emas untuk mengasah diri dan menaikan level pengalaman mereka sebagai musisi.

Variasi yang beraneka ragam inilah yang bisa dibilang membuat scene jazz di Indonesia spesial. Keberagamannya cenderung liar dan sulit ditebak. Perpaduan dengan berbagai macam elemen musik yang mungkin muncul sepanjang perjalanan membuat outputnya jadi menarik. Keberadaan festival model Ngayogjazz yang memberikan ruang besar untuk mereka, sesungguhnya diperlukan dalam skala yang lebih banyak.

Ruang pamer yang mumpuni, sejatinya mendorong proses kreasi yang lebih banyak di level grass roots. Musik jazz di Indonesia, dengan sendirinya pun terus bergulir dan tidak perlu takut tidak bisa melakukan regenerasi dengan baik. Semakin menjamur, semakin baik pula masa depan yang kita jelang.

Baca Juga : Komunitas Musik Jazz Indonesia : Kenali Lebih Dekat & Mendalam

Balutan Jazz dan Lo-Fi dalam Album Sleepless Night Indra Lesmana

Thu, 04 March 2021
Indra Lesmana

Musik jazz emang nggak ada matinya – bahkan dari perkembangannya sejak 1919 masuk ke Indonesia, musik jazz udah berkembang banget. Terkenal sebagai musik yang nggak ada matinya, musisi jazz di Indonesia pun semakin berkembang.

Tapi dari berkembangnya musisi jazz di masa sekarang, lo pastinya nggak boleh lupa dengan orang musisi terdahulu Indonesia yang ikut mengembangkan industri musik jazz di Indonesia – salah satunya Indra Lesmana.

Indra Lesmana pada bulan September 2020 lalu sempat merilis album bertajuk Sleepless Nights. Album yang menghadirkan sentuhan musik jazz dengan nuansa lo-fi dijamin bakal bikin lo ketagihan buat denger deh!

Di album ke-27, Indra Lesmana mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan mencoba mengikuti tren yang sedang diminati saat ini. Memulai karyanya sejak tahun 1978, apa yang istimewa dari album baru Indra Lesmana ini?

Meskipun sudah terlampau 6 bulan, MLDSPOT mencoba mengupas tuntas album baru dari Indra Lesmana ini. Selengkapnya langsung aja simak ulasan di bawah ini, bro!

Memproduksi Semuanya Sendiri

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Mengeluarkan album di era new normal ini pastinya bukan hal yang mudah. Tapi hal ini berhasil ditepis oleh Indra Lesmana dan membuat album Sleepless Night dengan hasil yang sangat ciamik ini.

Dikarenakan keadaan ini, Indra Lesmana nggak bisa bertemu dengan banyak orang dan juga nggak banyak melibatkan banyak pihak. Akhrinya, Indra menyelesaikan album ini dengan semuanya sendiri, bro!

Dengan produksi musik mulai dari aransemen, memainkan alat musiknya, merekam instrumen dari keyboards, gitar, saxophone, hingga proses mixing dan mastering. Dengan seluruh kesulitan yang ada, Indra Lesmana mengaku sangat enjoy menjalani hal ini dengan sendirian.

“Di era new normal ini, kemampuan bermusik saya harus saya kembangkan dan saya harus tetap berkeasi meskipun di rumah secara mandiri” ujarnya pada Antara News.

Wah, emang nggak heran kalau Indra Lesmana dinobatkan jadi musisi jazz paling keren abad ini ya, bro!

Balutan Jazz dan Lo-fi

Mendengarkan musik jazz rasanya udah biasa – terlebih musik jazz pun sekarang udah bisa lo nikmatin di mana-mana. Tapi untuk genre lagu lo-fi, apakah sebelumya lo udah pernah denger?

Untuk lo yang suka dengerin lagu lewat Youtube, lo-fi sepertinya udah bukan hal yang asing lagi untuk lo dengar. Lo-fi atau yang memiliki artu low fidelity adalah jenis musik yang direkam dengan peralatan sederhana dan hasilnya sangat sederhana, namun hasil musiknya sangat menenangkan.

Di album Slepless Night ini Indra sukses menggabungkan jazz dengan sentuhan lo-fi ke dalam 6 tracks yang ada di album ini, di antaranya:"It Could Happen To You","You Don’t Know What Love Is","What Are You Doing The Rest Of Your Life”, "But Beautiful", "Someone To Watch Over Me", dan "The Nearness Of You".

Perjalanan Karir Indra Lesmana

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Sejak 1978, Indra Lesmana udah total mengeluarkan 27 album – dan Sleepless Night merupakan album terakhirnya yang mencoba untuk menjangkau para penikmat musik masa kini. Indra Lesmana mengaku agak kesulitan untuk menyamakan selera dan juga mengikuti industri musik jazz saat ini.

Indra Lesmana mengaku, perjalanan berkarirnya dalam dunia musik sudah melintasi waktu dan menyentuh banyak generasi. Baginya, memproduksi musik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan menjadi sebuah bentuk apresiasi diri.

Pastinya nggak mudah bagi Indra Lesmana untuk menciptakan lagu dengan menggabungkan genre lain selain jazz dalam albumnya, but, guess what? He did it!

Album yang bisa menemani waktu senggang dan nyantai ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital dan bisa lo nikmati kapan aja, enjoy!

 

Feature image – Indra Lesmana