Jazz FM Awards, Ajang Penghargaan Khusus Jazz, Blues dan Soul - MLDSPOT
  • Music News
  • Jazz FM Awards, Ajang Penghargaan Khusus Jazz, Blues dan Soul

Jazz FM Awards, Ajang Penghargaan Khusus Jazz, Blues dan Soul

Tue, 08 March 2016

Penghargaan itu memang penting buat mendukung semangat berkarya, Urbaners. Makanya, lo jangan heran kalau sebenarnya ada banyak jenis penghargaan atau ajang ngasih penghargaan. Mulai dari yang terkenal dan baru saja selesai, Academy Awards, sampai bisa saja yang Urbaners belum tahu sebelumnya. Tapi ya, mau apa pun nama penghargaannya, pasti senang dong kalau bawa pulang piala ke rumah? Termasuk piala dari ajang penghargaan satu ini Urbaners, meski pun baru dan masih seumur jagung, tapi bisa jadi motivasi biar nggak berhenti berkarya. Kenalin, Jazz FM Awards!

Baru Mulai Tahun 2013

Nggak masalah kalau Urbaners belum familiar sama penghargaan satu ini. Soalnya, Jazz FM Awards sendiri belum ada di Wikipedia dan umurnya memang masih belum lama. Ajang penghargaan musik ini pertama kali dibuat tahun 2013, produksinya Jazz FM, radio asal Inggris, bareng sama Serious. Penghargaan ini dibuat untuk merayakan karya-karya para musisi, komposer, dan kontributor jazz, blues, dan soul yang ada di seluruh dunia. Pas itu, bintang jazz terbesar asal Inggris, Jamie Cullum tampil bareng pemenang penghargaan Lifetime Achievement, Ahamd Jamal.

Tahun 2014, Jazz FM Awards nggak gelar acara. Langsung di tahun 2015, tanggal 10 Juni lalu, Jazz FM Awards baru deh jalan bareng sama Serious. Pemenang di tahun itu antara lain adalah Gregory Porter, Jarrod Lawson, Zara McFarlane, Shabaka Hutchings, Jason Moran, dan Dr. John.

Untuk Ketiga Kalinya

Buat tahun 2016 ini, Jazz FM Awards bakal balik lagi. Tepatnya dilaksanakan di Bloomsbury Ballroom, London, tanggal 26 April 2016. Jazz FM Awards 2016 sudah ngabarin kalau penampilan pertama bakal diisi oleh vokalis dan penulis lagu pemenang Grammy, Gregory Porter. Porter akan menampilkan materi baru di sini, dan dapat tanda kehormatan berupa Impact Award. Soalnya, Porter dinilai sudah bikin impresi luar biasa di dunia musik global.

Jazz FM Awards punya 13 penghargaan yang bakal dibagi-bagi ke pemenang. Beberapa penghargaan itu antara lain adalah Album of the Year, UK Jazz Act of the Year, Breakthrough Act, Instrumentalist of the Year, dan lain-lain. Nominasi penghargaan yang baru adalah Digital Initiative Award, yaitu buat musisi yang memanfaatkan kekuatan teknologi biar bisa mengangkat dimensi musik mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Ajang penghargaan ini mungkin pas ya buat Urbaners yang memang gila soal musik jazz. Atau buat yang mau belajar kenal jazz, bisa berangkat dari nonton acara ini dulu. Nggak rugi kok, bisa nambah pengetahuan lo soal jazz malah! Oh iya, lo bisa ikut voting buat nentuin pemenang penghargaan ini loh, Urbaners.

 

Sumber:
www.jazzfmawards.com, www.serious.org.uk

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash