• Music News
  • DJ Deadmau5, Produser Musik EDM Internasional

DJ Deadmau5, Produser Musik EDM Internasional

Fri, 11 March 2016

Beberapa tahun belakangan, popularitas Electronic Dance Music (EDM) sedang meningkat banget, padahal ia udah eksis sejak tahun 1970-an, lho. Berbicara tentang EDM, nama DJ Deadmau5 (baca: deadmouse) nggak boleh luput untuk disebutkan. Ia merupakan salah satu DJ internasional dengan bayaran termahal. Menekuni industri musik EDM sejak tahun 1990-an, DJ Deadmau5 selalu konsisten terhadap fokusnya dalam menggarap genre musik progressive house.

 

Enam Piala Grammy Awards

Sejak pertama kali merilis album pada tahun 2005, kini DJ Deadmau5 udah melahirkan tujuh album, di antaranya adalah Get Scraped (2005), Vexillology (2006), Random Album Title (2008), For Lack of a Better Name (2009), 4x4=12 (2010), Album Title Goes Here (2012), dan While(1<2) (2014). Berkat karya-karyanya tersebut, pria dengan nama asli Joel Thomas Zimmerman ini berhasil mendapatkan tempat di nominasi Grammy Awards sebanyak enam kali.

Selain merilis album-albumnya melalui label rekaman, DJ Deadmau5 juga pernah memproduksi sendiri beberapa album lain, yakni deadmau5 Circa 1998-2002 (2006), A Little Oblique (2006), dan Project 56 (2008). Nggak cuma itu, ia pun cukup sering berkolaborasi dengan beberapa produser dan DJ lain, seperti Kaskade, MC Flipside, Wolfgang Gartner, dan lain sebagainya. Ia juga pernah memproduksi vinyl berjudul I Don’t Want No Other yang dirilis bersama Derek Caesar dengan menyebut diri mereka sebagai grup Dred and Karma.

 

Muncul di Video Game

Pada bulan Oktober 2010, sebuah video game berjudul DJ Hero 2 dirilis ke pasaran. DJ Deadmau5 menjadi salah satu karakter yang bisa lo mainkan di dalamnya. Selain musiknya sendiri, game tersebut juga menggunakan beberapa lagu dari musisi-musisi lain, salah satunya adalah Lady Gaga. DJ Hero 2 bukan menjadi satu-satunya game yang menggunakan karya DJ Deadmau5, tapi juga Dota 2, Grand Theft Auto: Chinatown Wars, The Sims 3, Test Drive Unlimited 2, Sound Shapes, dan lain sebagainya.

DJ Deadmau5 juga dapat lo temukan sebagai karakter yang bisa dimainkan pada aplikasi mobile berjudul Family Guy: The Quest for Stuff.  Tapi, lo harus membelinya karena karakter DJ Deadmau5 cuma bisa didapatkan saat event “PeterPalooza” yang ada dalam game tersebut. Bagi pemain yang menggunakan perangkat Android, lo bisa men-download album 4x4-12 secara gratis dengan kode yang bakal lo dapatkan setelah melakukan pembelian karakter DJ Deadmau5.

Jangan heran kalau lo datang ke acara DJ Deadmau5 dan melihatnya mengenakan topeng serupa karakter Mickey Mouse. Nama panggung tersebut memang terinspirasi dari tikus mati yang ditemukannya ketika komputernya mati secara mendadak. Saat itu, ia sedang chatting dengan temannya. Ia pun segera mengganti username pada forum chatting dengan nama Deadmouse. Namun, karena kepanjangan, ia menggantinya dengan deadmau5—yang digunakannya hingga sekarang.

 

Source:
en.wikipedia.org

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.