• Music News
  • Bottlesmoker, Musik Elektronik yang Eksperimental

Bottlesmoker, Musik Elektronik yang Eksperimental

Wed, 30 March 2016

Mungkin belum banyak dari lo yang denger grup musik satu ini, Bottlesmoker. Alunan musik bergaya elektronik yang dibawa oleh Bottlesmoker bisa dibilang beda banget dengan grup musik dengan genre yang sama. Hal ini dikarenakan banyaknya instrumen musik yang digunakan oleh Bottlesmoker sehingga telinga lo bakal semakin kaya dengan suara-suara unik yang berpadu menjadi sebuah lagu bergaya elektronik. Siapa sangka, udah banyak penghargaan internasional yang diraih sama band beranggotakan dua pemuda ini.

 

Musisi kamar tidur

Banyak orang yang menganggap bahwa Bottlesmoker merupakan sebuah grup musik. Sayangnya, hal ini bisa dibilang setengah benar. Bottlesmoker sendiri merupakan sebuah proyek musik dengan genre pop elektronik yang digawangi oleh Anggung Kuy Kay dan Ryan Nobie Adzani. Angkuy dan Nobie sendiri mulai melakukan proyek-proyek eksperimental mereka di tahun 2005 menggunakan instrument musik unik seperti glockenspiel, hand bell, melodica, bahkan mainan-mainan yang mengeluarkan suara unik seperti telepon mainan, radio, bahkan Nintendo Gameboy.

Seperti yang terlihat di akun Tumblr mereka, saat ini mereka sedang bereksperimen dengan suara-suara yang ada di sekitar kita. Suara pagar, tiang listrik, bahkan rerumputan kering yang diinjak sempat direkam untuk kemudian dijadikan komposisi dalam lagu eksperimen mereka. Ya, bukan Bottlesmoker namanya kalau nggak melakukan eksperimen di setiap musik yang mereka buat.

Angkuy dan Nobie sendiri merekam semua lagu-lagu mereka di kamar, termasuk proses mixing dan mastering dengan menggunakan laptop pribadi mereka. Nggak salah kalau mereka menjuluki diri mereka sendiri sebagai musisi kamar tidur karena hal tersebut. Hasil rekaman Bottlesmoker beberapa kali ditolak oleh label lokal di Indonesia. Nggak patah semangat, Bottlesmoker memilih untuk menyebarkan lagu mereka melalui dunia maya hingga ke luar Indonesia.

 

Meraih banyak penghargaan

2006 menjadi tahun dimana mereka merilis album pertama berjudul Before Circus yang diunggah melalui akun MySpace mereka. Album kedua, Slow Mo Smile, dirilis tahun 2008 ketika Bottlesmoker menggandeng Probablyworse Records asal Amerika Serikat. Sedangkan album ketiga, Hypnagogic, dirilis di Jepang dengan menggandeng Dystopiaq Records.

Banyak penghargaan yang diraih oleh grup musik elektronik satu ini. Menjadi pemenang dalam kategori Best Electro / Dance Song dari Asia Voice of Independent Music Awards di tahun 2010 salah satunya. Selain itu, penghargaan INAICTA 2010 dalam kategori Best Digital Music juga sempat mereka raih.

Penasaran dengan lagu mereka? Lo bisa aja mampir di website resmi mereka. Saran nih, buat lo yang baru mau denger Bottlesmoker, lo bisa denger lagu mereka yang berjudul Hello We Are Bottlesmoker yang bisa bikin lo “jalan-jalan” ke luar angkasa.

 

 

Source: bottlesmoker.asia, bottlesmoker.tumblr.com, www.lifeinkl.com

Melomaniac, Konser Virtual Garapan Java Festival Production

Wed, 08 July 2020
Artwork poster konser virtual Melomaniac dengan background abu-abu

Setiap scrolling media sosial, pasti akan melihat pengumuman pembatalan atau pengunduran jadwal konser musik yang sudah lo nantikan. Ini memang krisis buat lo para pencinta musik. Tetapi, nggak berarti lo akan kesepian #MumpungLagiDirumah. Apalagi dengan adanya inovasi konser drive-in dan konser virtual seperti Melomaniac yang baru saja digelar minggu lalu.

Melomaniac sendiri artinya orang yang menyukai lagu abnormal atau orang yang mencintai musik. Digelar oleh promotor papan atas, simak keseruan Melomaniac berikut ini.

 

Konser Virtual Gratis

Tangan membentuk hati di tengah keramaian konser musik

Peran Java Festival Production dalam aktivitas musik di Indonesia sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Sejak tahun 2006, promotor ini sudah sukses menggelar berbagai konser musisi lokal dan mancanegara, sekaligus festival musik yang keren banget. Sebut saja Jakarta International Java Jazz Festival, Hodgepodge Festival, dan Synchronize Fest dari sekian banyak proyek ternama promotor Java Festival Production.

Meski sekarang blantika musik tengah dilanda oleh pandemi, tetap saja Bro musik akan terus menghibur lo #MumpungLagiDirumah. Pada hari Sabtu kemarin (4/7), Java Festival Production menggelar konser virtual gratis bertajuk Melomaniac dengan tema Black American Music Edition.

Didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, konser edisi pertama ini bisa dikatakan sebagai bentuk perayaan untuk momen 4th of July atau hari kemerdekaan negara Amerika Serikat. Apalagi mengingat adanya isu rasisme yang sedang merebak di Amerika Serikat, nggak diragukan lagi kalau Melomaniac kali ini menjadi bentuk dukungan untuk gerakan #BlackLivesMatter.

 

Menyanyikan Lagu Populer dari Musisi Black Americans

Whitney Houston mengenakan atasan beige sedang bernyanyi di atas panggung

Daya tarik dari konser virtual yang satu ini adalah temanya, Bro. Nggak bisa dipungkiri kalau jejak musik para musisi Afrika Amerika sampai sekarang masih sangat lantang didengar. Bukan hanya dalam genre R&B atau hip-hop saja nih, tetapi juga mencakup lintas genre, contohnya pop, jazz, blues, dan rock.

Melomaniac dibuat oleh Java Festival Production sebagai jawab kepada para penggemar yang rindu berada di konser musik secara langsung. Event ini juga jadi bentuk dukungan pada industri musik sendiri. Dalam konser virtual ini, para pemirsa atau concert goers akan menikmati lagu-lagu dari musisi Afrika Amerika ternama, mulai dari Aretha Franklin, Marvin Gaye, Stevie Wonder, hingga Whitney Houston.

 

Daftar Penyanyi yang Bergabung

Dira Sugandi memakai dress hitam sedang bernyanyi diiringi alunan piano

Walaupun merupakan konser virtual gratis via live streaming, tetapi daftar musisi lokal yang diundang oleh Java Festival Production ini nggak main-main, Bro. Ada suara emas dari Dira Sugandi, Elfa Zulham, Sri Hanuraga, Dhani Syah, Kevin Yosua, dan Ayoe. Kualitas suaranya juga setara dengan kualitas konser internasional, kok. Lengkap dengan alat musik profesional dan sound system yang berkualitas.

Jadi, nggak terlihat ada lagging atau kesalahan teknis selama konser berjalan. Buat lo yang ketinggalan ikut Melomaniac, tenang saja. Dikarenakan ini merupakan edisi pertama, besar kemungkinan Java Festival Production akan menggelar edisi kedua dari Melomaniac. Kita tunggu saja ya, Bro!

 

 

Sources: Kumparan, Gatra, VOI.