• Music News
  • Konser Guns N Roses Klasik Setelah Berpisah 23 Tahun

Konser Guns N Roses Klasik Setelah Berpisah 23 Tahun

Thu, 14 April 2016

Tidak disangka Guns N Roses sudah berpisah selama 23 tahun. Band yang bisa dianggap melegenda ini memang nggak bakal bisa hilang dari ingatan para penggemarnya begitu saja. Setelah 23 tahun, akhirnya mereka melakukan konser kembali, sayangnya, konser ini tidak digelar untuk semua fans. Mengapa begitu?

 

Sayangnya, Tidak Dilaksanakan Sebagai Konser Terbuka

Konser reuni kembali Guns N Roses ini ternyata tidak dibuka secara umum, melainkan dilakukan tertutup dengan penonton hanya 500 orang (dengan 250 tiket yang dijual dan sisanya adalah undangan). Konser ini dilaksanakan pada hari pertama April tahun ini di klub malam Troubadour, California, Amerika Serikat. Axl Rose, Slash dan Duff McKagan tampil di konser ini dan nantinya mereka pun akan tampil kembali di konser reuni pada tanggal 8, 9, dan 16 April.

 

Banyak Selebriti yang Diundang Menandakan Konser Ini Memang Dibuat Untuk Kepuasan Tersendiri?

Mungkin lo berpikir keras kenapa kok konser ini cuma dibuka untuk 500 penonton dan lagi tiket yang dijual hanya sejumlah 250. Bisa dikatakan, konser ini memang khusus dibuat untuk reuni dan bukan untuk acara cari uang. Banyaknya selebriti yang diundang pun menandakan bahwa memang konser ini tidak dibuat semerta-merta untuk mencari keuntungan. Selebriti-selebriti ini adalah Bradley Cooper, Kate Hudson, Lenny Kravitz, Jim Carrey, Chris Brown, Nicholas Cage, dan Michelle Rodriguez.

 

Lagu Band Lain pun Dimainkan Oleh Mereka

Nggak cuma lagu-lagu lawas mereka yang dibawa kali ini, Guns N Roses juga membawakan lagu dari band lain yang nggak kalah kerennya, salah satunya adalah The Seeker dari The Who. Lagu lawas mereka yang dibawakan ada sekitar 17 lagu dan dibuka dengan It’s So Easy lalu dilanjutkan dengan lagu dari album pertama mereka yang berjudul Appetite for Destruction.

Lo yang penggemar Guns N Roses pasti sudah nggak sabar menunggu berita-berita lebih lanjut mengenai konser mereka yang satu ini kan? Sabar aja deh, Urbaners, kita pasti akan berikan beritanya lebih lanjut untuk konser reuni berikutnya.

 

 

Source: Rollingstone.co.id

Konsep Retro, Vintage, dan Pesona Prancis di Setiap Melodi Vira Talisa

Tue, 14 July 2020
Vira Talisa dengan tampilan rambut updo sedang bercermin, mengenakan blouse putih dengan garis abu dan kuning

Cantik, unik, dan bertalenta, Vira Talisa membawa angin segar bagi musik Indonesia, terkhusus dalam musik indie. Dara kelahiran Jakarta yang satu ini ternyata merupakan lulusan Visual Art dari Universitas Rennes, Prancis.

Selama 4 tahun menimba ilmu di negara asing, selepasnya Vira memutuskan untuk fokus bermusik. Baru saja merilis album terbaru “Primavera”, Vira Talisa siap untuk memanjakan telinga pendengar #MumpungLagiDirumah dengan lantunan lagu retro-pop yang manis.

 

Berawal dari Visual Art hingga Bermusik

Vira Talisa menyanyi dengan mic, mengenakan kemeja biru dan topi berwarna orange

Seni dan bermusik merupakan dua hobi seorang Vira Talisa. Sempat terpikir untuk mengambil jurusan musik, namun niat tersebut diurungkan karena takut malah membuat musik jadi terasa seperti “pekerjaan” yang nggak lagi bisa dinikmati dengan santai.

Walau memang seni dan musik merupakan dua hal yang berbeda, Vira merasa justru pengalamannya saat berkuliah menjadi bekal untuk ia menjadi penyanyi, sekaligus mendorongnya untuk benar-benar menggeluti musik. Menggeluti seni secara akademis, dan musik di luar aktivitas akademisnya membuat Vira merasa kedua jalan hidupnya tersebut selaras.

 

Prancis dan Setiap Kenangan di Sana

Salah satu cover single Vira Talisa, mengenakan straw hat dan sarung tangan kulit berwarna hitam

Kalau berbicara soal negara Prancis, pasti yang ada di benak lo adalah suasana romantis di sepanjang sungai Seine dan gemerlap menara Eiffel. Itu juga suasana yang ingin diciptakan oleh Vira lewat musik-musiknya, termasuk juga album terbarunya bertajuk Primavera yang berarti musim semi. Selama Vira berada di Prancis, ia juga masuk ke dalam komunitas dan pertemanan yang memiliki minat musik yang serupa.

Vira merasa klik dengan referensi musik retro-pop yang didapatkannya selama di Prancis. Begitu pula dengan hasil belajar yang ia tekuni di Prancis. Meski mengambil jurusan Visual Art, nyatanya di dalamnya juga mencakup bidang sastra dan film, di mana akhirnya Vira juga mampu mengasah pemahamannya akan musik sebagai salah satu komponen film.

 

Terinspirasi dari The Beach Boys dan Soundtrack Film Klasik

Vira Talisa sedang duduk di sofa sambil menulis di buku berwarna orange

Kiprah bermusik Vira benar-benar dimulai sejak nol, berawal dari sekadar meng-upload hasil cover lagu di platform Soundcloud. Hingga akhirnya, Vira pun berhasil merilis album self-titled di tahun 2016. The Beach Boys menjadi salah satu panutan Vira dalam bermusik dan musisi yang memperkenalkan Vira ke musik dengan genre retro.

Nggak hanya The Beach Boys saja, Vira juga jatuh cinta dengan konsep vintage dan genre pop-retro melalui soundtrack film garapan Jean-Luc Godard, seperti “Singing in the Rain”. Film-film klasik di era 30-an dan 60-an menjadi inspirasi bagi musikalitas Vira Talisa.

 

Dukungan Manis dari Orang Tercinta

Vira Talisa menyanyi di atas panggung dengan dress hitam

Dibesarkan di keluarga pencinta musik, Vira Talisa ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda musik Eyang Titiek Puspa. Keluarganya sering mendengarkan lagu-lagu karya Everly Brothers dan The Beatles yang membuat Vira sebagai sosok old soul dengan kemampuan bermusik yang nggak perlu diragukan lagi.

Dalam album Primavera yang berisikan delapan lagu, ada satu lagu berjudul “He’s Got Me Singing Again” yang menceritakan sosok sang kekasih, Radityo Joko Bramantyo. Bagi Vira menulis lirik dan menggarap musik itu adalah ekspresi paling jujur yang bisa dimiliki seseorang. Sekarang, album Primavera sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming. Vira juga sedang fokus untuk merilis album fisik dan tetap melahirkan tembang-tembang retro-pop.

 

 

 

Sources: Medcom.id, CNN Indonesia, Liputan 6.