Malam Mingguan Bersama Stage Bus Jazz Tour 2016 Bekasi - MLDSPOT
  • Music News
  • Malam Mingguan Bersama Stage Bus Jazz Tour 2016 Bekasi

Malam Mingguan Bersama Stage Bus Jazz Tour 2016 Bekasi

Mon, 18 April 2016

Kali ini tepatnya di titik kedua, Stage Bus Jazz Tour 2016 melakukan pemberhentian di Bekasi. Acara yang diadakan pada malam minggu ini seru banget, Urbaners. Pasalnya, musisi yang main lebih banyak dari sebelumnya di Pasar Festival. Dan yang datang pun tidak hanya musisi Jazz saja, ada juga musisi rock dan pop yang manggung malam itu. Mau tau keseruannya gimana?

Kali ini Stage Bus Jazz Tour mulai lebih awal, yaitu sekitar pukul 16.30 WIB, acara ini dibuka oleh band lokal yang tergabung dalam Komunitas Jazz Kemayoran, lalu dilanjutkan dengan penampilan Sixsounds Project yang sebelumnya juga manggung di Stage Bus Jazz Tour 2016 titik Jakarta. Sixsounds Project tampil sekitar jam 17.00 WIB, alunan jazz dari mereka cocok banget dengan suasana senja di sore hari.

Selepas break Maghrib, barulah MLD Jazz Project meramaikan panggung Stage Bus Jazz Tour 2016 ini. Pastinya lo masih inget kan dengan mereka? Para musisi muda berbakat yang memenangkan kompetisi MLDare2PERFORM kemarin? Yap, mereka kembali beraksi nih Urbaners. Selama sekitar satu jam mereka menghibur para penonton dengan kepiawaiannya. Sayang, personil yang datang tidak lengkap, kurang Karell William dan Rizal. Tapi tenang, hal tersebut nggak mengurangi kualitas mereka dalam tampil kok. MLD Jazz Project manggung dengan konsep “Tribute to Michael Jackson”, so, mereka menyanyikan semua lagu hits dari King of Pop satu ini. Tidak hanya itu, MLD Jazz Project juga memberikan kejutan dengan berduet bareng juri sekaligus mentor mereka, yakni Saxophonist legendaris Indonesia Devian Zikri.

Selesai dengan MLD Jazz Project, sekali lagi Azis Doa Ibu mengocok perut  para penonton dengan stand up comedy. Kali ini ia tidak hanya melucu, tetapi juga bagi-bagi hadiah juga lho! Setelah itu, barulah Barasuara menghibur para penggemarnya pada malam itu. Terlihat sudah banyak penonton yang sengaja menunggu performance band rock satu ini, nggak jarang mereka menggunakan t-shirt bertuliskan Barasuara, atau membawa CD Barasuara. Penampilan mereka pada malam itu sangat total, dan penonton pun memenuhi stage bus sampai ke spot foodtruck. Parking lot Summarecon Mall Bekasi tampak sempit pada malam itu.

Sudah puas nge-jam bareng Barasuara, terakhir para penonton bisa cooling down bernyanyi bersama duo romantis, siapa lagi kalau bukan Endah N Rhesa. Pasangan satu ini selalu berhasil menghipnotis para penonton dengan suara merdu dan alunan gitarnya. Nggak heran deh kalau para penonton rela berdiri dan berdesakkan hanya untuk menikmati musik mereka. Endah N Rhesa menutup acara Stage Bus Jazz Tour 2016 dengan sukses. Terlihat para penonton benar-benar merasa terhibur.

Lo nyesel banget deh kalau melewatkan acara ini, Urbaners. Penasaran mau nonton? Tenang, masih ada 13 titik lagi yang akan didatangi oleh Stage Bus Jazz Tour 2016. Catat tanggalnya ya, Urbaners!

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR