Unjuk Kebolehan Fotografi Di Stage Bus Jazz Tour 2016 Surabaya - MLDSPOT
  • Music News
  • Unjuk Kebolehan Fotografi Di Stage Bus Jazz Tour 2016 Surabaya

Unjuk Kebolehan Fotografi Di Stage Bus Jazz Tour 2016 Surabaya

Sun, 22 May 2016

Stage Bus Jazz Tour Surabaya memang sangat berbeda dari titik-titik sebelumnya. Karena di Kota Pahlawan ini, Stage Bus Jazz Tour 2016 menawarkan berbagai aktivitas menarik tidak hanya untuk pecinta musik, tetapi juga para Urbaners yang hobi dibidang fotografi. Karena selama di Surabaya, Stage Bus Jazz Tour 2016 bekerja sama dengan komunitas All About Fotografi mengadakan kontes on the spot yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak muda Surabaya, sekaligus meramaikan acara keren ini.

Meskipun akun Instagram MLDSPOT telah mengadakan kontes selama Stage Bus Jazz Tour 2016 berlangsung dengan kamera Mirrorless dan sejumlah voucher, tetapi sepertinya kurang seru kalau tidak ada kontes lokal, apalagi di Surabaya, tempat dimana para Urbaners penuh kreatifitas berkumpul. Untuk itulah terdapat kontes on the spot yang bernama Jazz In Frame Competition, sesuai dengan tema-nya, memang aktivitas ini sangat singkat, yakni hanya dua hari, tepatnya selama Stage Bus Jazz Tour 2016 berada di Surabaya.

Kontes ini memiliki mekanisme yang sedikit berbeda dengan yang diadakan oleh akun @MLDSPOT. Pertama pengunjung harus membeli minimal 2 pack rokok MLD untuk mendapatkan voucher mendaftar kompetisi ini. Setelah itu, calon peserta harus mendaftar dan mencantumkan data diri terlebih dahulu di booth Jazz In Frame, peserta juga hanya diperbolehkan submit maksimal 2 foto untuk setiap akun. Nantinya pemenang langsung diumumkan saat Stage Bus Jazz Tour 2016 Surabaya selesai.

Kerja sama MLDSPOT dengan komunitas All About Fotografi ini bertujuan semata-mata untuk mengapresiasikan karya para masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Kalau lo belum terlalu familiar dengan komunitas ini, berarti lo salah banget, Urbaners! Karena All About Fotografi merupakan komunitas fotografi andalan di Surabaya. Selain anggotanya yang memang berdedikasi, mereka juga secara rutin mengadakan acara atau kelas yang bermanfaat untuk meningkatkan skill fotografi.

Komunitas ini sudah cukup besar dan meluas, anggotanya tidak hanya dari Surabaya saja, tetapi juga daerah-daerah sekitarnya, bahkan tidak jarang para traveler yang sedang mengunjungi Surabaya, gabung dengan komunitas satu ini. All About Fotografi memiliki anggota lebih dari seribu orang yang menyebar di seluruh Indonesia. Per dua minggun tepatnya di hari Rabu, mereka selalu mengadakan acara atau seminar.

Acara yang dilakukan tidak hanya sharing session antar fotografer saja, Urbaners. Selama tiga jam, para anggota komunitas akan dibekali dengan workshop,  dan photo hunting. Workshop yang diadakan pun selalu mengundang pembicara handal yang akan menambah pengetahuan lo tentang lighting, tehnik fotografi ataupun alat-alat. Kalau ikutan komunitas ini, tidak hanya mendapatkan banyak teman baru dengan hobi yang sama, tetapi lo juga akan selalu menemukan hal baru untuk di eksplorasi dalam hal fotografi. So, kalau lo lagi main-main ke Surabaya, join atau mengikuti kegiatan komunitas All About Fotografi adalah hal yang sangat menarik.

Baca Juga : Komunitas Fotografi Jakarta untuk Para Pemula

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR