• Music News
  • Dipenuhi Lumpur, Penonton Semprot Panitia Glastonbury

Dipenuhi Lumpur, Penonton Semprot Panitia Glastonbury

Thu, 14 July 2016

Glastonbury adalah salah satu festival yang sangat terkenal di Inggris. Bahkan bisa dibilang bahwa Glastonbury ini adalah salah satu festival musik tertua yang pernah diadakan di Inggris. Glastonbury ini pertama bernama Pilton Festival dihelat ditahun 1970. Setelah itu ditahun 1971, baru diganti jadi Glastonbury Festival. Nama Glastonbury ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920an, tapi berhenti karena perang dunia. Dan pada akhirnya tahun 1971, Glastonbury ini bangkit kembali.

Edisi tahun 2016 kemarin Glastonbury ini ada sedikit kekecewaan. Pertama adalah tempatnya yang sangat-sangat buruk. Bayangkan di tempat yang diisi 150 ribu orang selama 5 hari, penuh lumpur. Bahkan ada yang mengatakan festival tersebut lebih enak untuk dinamakan sebagai Glastonmuddy.

 

Ada banyak orang yang berkemah

Festival yang dilangsungkan selama 5 hari ini memaksa orang-orang untuk tidur di Pilton, Somerset. Untuk orang –orang kaya, mungkin mereka bisa tidur di hotel. Tetapi bagi orang yang nggak mempunyai uang yang cukup banyak, banyak sekali orang yang mendirikan tenda. Cara ini ternyata ampuh, setidaknya setiap hari ada ratusan atau bahkan ribuan tenda yang didirikan. Tetapi kondisi ini bukan seperti biasanya, pada Glastonbury 2016 ini cuaca sedang nggak bersahabat dan sangat penuh dengan lumpur.

 

Penuh lumpur

Nggak ada gedung yang mampu menamung sekitar 150 ribu orang sekaligus. Oleh karena itu Glastonbury ini memilih tempat yang terbuka. Karena itu tanah yang terkena hujan ini tentu akan penuh lumpur yang sangat lengket. Parahnya lagi Urbaners, setelah 5 hari perhelatan, pada tempat konser ditemukan banyak sekali sepatu boots yang tertinggal. Ini sudah diambang batas kewajaran, karena menggangu kenyamanan. Bahkan beberapa fans ini cidera karena terjatuh akibat lumpur yang terlalu tebal.

Glastonbury di tahun 2016 ini mendapatkan minat yang cukup serius, karena di lineupnya terdapat nama beken seperti Muse, Coldplay dan Adele.

 

Source: dailymail.co.uk

Melomaniac, Konser Virtual Garapan Java Festival Production

Wed, 08 July 2020
Artwork poster konser virtual Melomaniac dengan background abu-abu

Setiap scrolling media sosial, pasti akan melihat pengumuman pembatalan atau pengunduran jadwal konser musik yang sudah lo nantikan. Ini memang krisis buat lo para pencinta musik. Tetapi, nggak berarti lo akan kesepian #MumpungLagiDirumah. Apalagi dengan adanya inovasi konser drive-in dan konser virtual seperti Melomaniac yang baru saja digelar minggu lalu.

Melomaniac sendiri artinya orang yang menyukai lagu abnormal atau orang yang mencintai musik. Digelar oleh promotor papan atas, simak keseruan Melomaniac berikut ini.

 

Konser Virtual Gratis

Tangan membentuk hati di tengah keramaian konser musik

Peran Java Festival Production dalam aktivitas musik di Indonesia sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Sejak tahun 2006, promotor ini sudah sukses menggelar berbagai konser musisi lokal dan mancanegara, sekaligus festival musik yang keren banget. Sebut saja Jakarta International Java Jazz Festival, Hodgepodge Festival, dan Synchronize Fest dari sekian banyak proyek ternama promotor Java Festival Production.

Meski sekarang blantika musik tengah dilanda oleh pandemi, tetap saja Bro musik akan terus menghibur lo #MumpungLagiDirumah. Pada hari Sabtu kemarin (4/7), Java Festival Production menggelar konser virtual gratis bertajuk Melomaniac dengan tema Black American Music Edition.

Didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, konser edisi pertama ini bisa dikatakan sebagai bentuk perayaan untuk momen 4th of July atau hari kemerdekaan negara Amerika Serikat. Apalagi mengingat adanya isu rasisme yang sedang merebak di Amerika Serikat, nggak diragukan lagi kalau Melomaniac kali ini menjadi bentuk dukungan untuk gerakan #BlackLivesMatter.

 

Menyanyikan Lagu Populer dari Musisi Black Americans

Whitney Houston mengenakan atasan beige sedang bernyanyi di atas panggung

Daya tarik dari konser virtual yang satu ini adalah temanya, Bro. Nggak bisa dipungkiri kalau jejak musik para musisi Afrika Amerika sampai sekarang masih sangat lantang didengar. Bukan hanya dalam genre R&B atau hip-hop saja nih, tetapi juga mencakup lintas genre, contohnya pop, jazz, blues, dan rock.

Melomaniac dibuat oleh Java Festival Production sebagai jawab kepada para penggemar yang rindu berada di konser musik secara langsung. Event ini juga jadi bentuk dukungan pada industri musik sendiri. Dalam konser virtual ini, para pemirsa atau concert goers akan menikmati lagu-lagu dari musisi Afrika Amerika ternama, mulai dari Aretha Franklin, Marvin Gaye, Stevie Wonder, hingga Whitney Houston.

 

Daftar Penyanyi yang Bergabung

Dira Sugandi memakai dress hitam sedang bernyanyi diiringi alunan piano

Walaupun merupakan konser virtual gratis via live streaming, tetapi daftar musisi lokal yang diundang oleh Java Festival Production ini nggak main-main, Bro. Ada suara emas dari Dira Sugandi, Elfa Zulham, Sri Hanuraga, Dhani Syah, Kevin Yosua, dan Ayoe. Kualitas suaranya juga setara dengan kualitas konser internasional, kok. Lengkap dengan alat musik profesional dan sound system yang berkualitas.

Jadi, nggak terlihat ada lagging atau kesalahan teknis selama konser berjalan. Buat lo yang ketinggalan ikut Melomaniac, tenang saja. Dikarenakan ini merupakan edisi pertama, besar kemungkinan Java Festival Production akan menggelar edisi kedua dari Melomaniac. Kita tunggu saja ya, Bro!

 

 

Sources: Kumparan, Gatra, VOI.