Para Musisi Muda Yang Lolos Ke Live Audition MLDare2Perform Season 2 - MLDSPOT
  • Music News
  • Para Musisi Muda Yang Lolos Ke Live Audition MLDare2Perform Season 2

Para Musisi Muda Yang Lolos Ke Live Audition MLDare2Perform Season 2

Thu, 08 December 2016

Setelah melaksanakan audisi offline maupun online, akhirnya telah terpilih 30 musisi muda berbakat dari berbagai wlayah Indonesia untuk mengikuti live audition MLDare2Perform Season 2. Ini merupakan tahap kedua dari serangkaian acara pencarian bakat untuk para musisi jazz. Ke-30 besar ini nantinya akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti workshop yang menarik dan tentunya bermanfaat.

Setelah mendapatkan workshop, mereka akan langsung mengikuti penjurian secara langsung. Disana mereka harus mempersiapkan konsep dan kemampuan untuk di pamerkan pada para juri.

Juri MLDare2Perform Season 2 ini juga bukan sembarangan, ada Syahrani pada vokal, Adra Karim pada keyboard, Nikita Dompas pada gitar, Indro Hardjodikoro pada bass, Devian Zikri pada saxophone, Aksan Sjuman pada drum dan terdapat juri tamu yakni Dira Sugandi dan Barry Likumahuwa.

Bayangin, belum apa-apa saja mereka sudah mendapatkan kesempatan menunjukkan bakatnya didepan para musisi-musisi papan atas Indonesia. Karena nantinya mereka akan manggung main stage Jakarta International BNI Java Jazz Festival!

Berikut ini 30 nama finalis MLDare2Perform Season 2 yang akan mengikuti live audition nanti:

  • VOKAL:
    1. LARASITA MAHARDIKA   
    2. BENAVERD RIZANDA PUTRA  LEIHITU       
    3. MONITA FITRIA                  
    4. ALMIRA SARIMAJA JOESOEF         
    5. RIZKI KARTIKA RINI           
  • GITAR:
    1. FELIX DIMAS EKO SAPUTRA           
    2. FAHREZA PRAMUDYA      
    3. YONATHAN ANDI GUNAWAN      
    4. IMANUEL GINTING           
    5. GALIH RAMADHAN           
  • DRUM:
    1. AFIRNIAR MUTSRIN          
    2. PEFIRI ARI WIBOWO         
    3. EKO BRAMANTI ANGGORO           
    4. HILARY YETISIA LARISA    
    5. DAVE NATHANAEL RIMBA             
  • BASS:
    1. WESLEY GERALDO              
    2. FEBRIANSYAH NURACHMAN        
    3. ALDORINO            
    4. MUHAMAD FARIQ DEWANTO      
    5. HAFIZ AGA ANSHARI        
  • SAXOPHONE:
    1. FAUZAN FEBRIANSYAH   
    2. BERNARD S PURBA            
    3. CHRISTIAN PAMALELU UKUR       
    4. JEREMIAH SORMIN           
    5. RIZKI GIRI SUBARKAH      
  • PIANO
    1. ROVINDRA CHRISTIAN     
    2. TRINANDA IMAWAN WIBISONO                 
    3. EDWIN PUTRO MULIONO              
    4. PUTRA PARDAMEAN KUSUMA NEGARA                 
    5. ROY HENDRYAN               

Nggak sabar kan tau siapa kan menjadi pemenang di setiap kategori? Keep on update di MLDSPOT.com!

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR