• Music News
  • Bonding Antar Personil MLD Jazz Makin Terasa di JJOTM

Bonding Antar Personil MLD Jazz Makin Terasa di JJOTM

Fri, 10 February 2017

Pada hari Sabtu, 04 Februari 2016, MLD Jazz Project Season 2 kembali meramaikan Java Jazz On The Move (JJOTM) salah satu acara pendukung Jakarta International BNI Java Jazz Festival nanti. Setelah maggung di Supermal Karawaci, kini mereka berkesempatan manggung di Sumarecon Gading Serpong, Serpong. Penampilan mereka kali ini tampak lebih keren dari sebelumnya. Para personil tidak lagi terlihat grogi dan mulai terlihat bonding satu sama lain.

Di penampilan kedua ini MLD Jazz Project tampak lebih santai dan ceria, bahkan rasa grogi mereka juga terlihat sirna. Dengan wardrobe all black, membuat mereka terlihat sangat kompak saat diatas panggung. Suasana malam minggu Sumarecon Mall Serpong tampak sangat meriah saat itu. Sebelum memulai acara, Almira sang vokalis juga sempat memperkenalkan para personil satu per satu dan kisah mereka yang dipersatukan oleh MLDare2Perform Season 2.

Mereka membawakan lagu-lagu cinta yang cocok banget menemani malam minggu yang ceria bersama pasangan. Tidak hanya lagu-lagu jazz, tapi MLD Jazz Project Season 2 ini juga kerap kali menyulap lagu-lagu pop menjadi sebuah lagu jazz. Sekitar 5 lagu mereka bawakan seperti "Isn't She Lovely" dari Stevie Wonder, "Stop This Train" dari John Mayer, dan "Dream a Little Dream Of Me" dari Ella Fitzgerald.

Tidak hanya membawakan lagu-lagu legendaris ini, tapi mereka juga berkesempatan memamerkan skill nya satu per satu secara solo. Disini lah bonding antar personil makin terlihat. Mereka saling mengisi, dan juga memberi kesempatan solo pada setiap personil in a smooth way!

Para pengunjung Sumarecon Gading Serpong langsung terpukau dengan penampilan mereka. Karena tidak bisa dipungkiri, masih banyak yang belum mengetahui MLD Jazz Project Season 2 kali ini. Suasana panggung yang cukup luas dan lokasi open air, membuat penonton sangat enjoy menonton mereka. Yang tadinya acuh dengan penampilan, lama kelamaan tidak bisa mengalihkan pandangan dari panggung. Semua kursi terlihat penuh bahkan banyak yang rela berdiri hanya ingin menyaksikan para musisi muda satu ini.

Buat lo yang penasaran gimana penampilan mereka, jangan lupa menyaksikannya di Stage MLD SPOT pada Jakarta International BNI Java Jazz Festival nanti ya!

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.