• Music News
  • Motown Records, label rekaman legendaris yang semua penggemar musik harus tahu.

Motown Records, label rekaman legendaris yang semua penggemar musik harus tahu.

Fri, 24 February 2017

Jika kamu seorang penggemar musik, khususnya musik Soul era 70an, pasti sudah pernah mendengar nama label rekaman ini. Motown Records ditemukan oleh produser legendaris Berry Gordy .Jr pada tahun 1958. Berawal dengan nama Tamla Records, Gordy akhirnya merubah nama label tersebut secara resmi menjadi Motown Records pada tahun 1960. Nama Motown sendiri merupakan singkatan dari Motor Town, yang merupakan julukan bagi kota Detroit di Amerika.

Menurut Tomy Feryadi, pengamat musik dan budaya African-American, yang membuat Motown Records dikenal hingga sekarang adalah gebrakan yang dilakukan Gordy dalam menjalani label rekaman ini. “Berry Gordy Jr. adalah orang yang mempunyai ide yang cemerlang. Dia adalah orang pertama yang memperkenalkan konsep label rekaman dengan kumpulan artis yang mempunyai konsep, penampilan, dan suara yang berbeda,

“Gordy juga mempunyai naluri yang tajam soal mencari talenta. Dia bertanggung jawab atas kelahiran nama-nama besar di musik seperti Stevie Wonder, Diana Ross, dan Michael Jackson.” Lanjut Tomy. Yeap, nama-nama yang barusan disebut mengawali karir mereka dengan Motown Records.

Betapa besar pengaruh musik dari para artis Motown Record, hingga pada era 70an, istilah “The Motown Sound” menjadi sebuah sebutan bagi aransemen musik Soul yang menggunakan tamborin, bass-line yang bermelodi, dan gaya bernyanyi yang sering digunakan dalam Gospel Music.

Meskipun masa kejayaan mereka berada di era 70an dan 80an, Motown Records berhasil bertahan hingga awal era 2000an dengan artis-artis masa kini seperti Brian McKnight dan Erykah Badu, hingga akhirnya pada tahun 2005 Motown Records bergabung dengan Universal Records menjadi Universal Motown Records.

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.