• Music News
  • Sandhy Sondoro Kembali Wakili Indonesia di Ajang Dunia

Sandhy Sondoro Kembali Wakili Indonesia di Ajang Dunia

Wed, 05 July 2017

Indonesia kembali bersuara di ajang musik dunia. Kali ini, Indonesia diwakili musisi Sandhy Sondoro dalam ajang bertajuk International Music Festival White Nights of St. Petersburg. Sebuah festival musik di Rusia yang diikuti musisi berbagai aliran.

Kabar ini disampaikan Sandhy melalui akun instagram miliknya. Dia mengunggah sebuah foto dengan caption memohon doa untuk keikutsertaannya dalam ajang tersebut demi mewakili nama Indonesia.

"Bagi saya, jangan pikirkan apa yang Tanah Airmu telah berikan kepadamu, tetapi berikanlah darimu yang terbaik sebanyak-banyaknya untuk Tanah Airmu. Mohon doanya agar niat dan usaha saya di ajang ini bisa membawa hasil bagus dan mengharumkan nama Indonesia," ujar Sandhy Sondoro.

Sandhy mengakui mendapat tawaran dari salah satu agen Eropa bernama Brandon Stone. Dia diminta untuk ikut menunjukkan kemampuan bermusiknya di International Music Festival White Nights of St. Petersburg 8-10 Juli ini.

Ajang musik berlokasi di Oktyabrsky Grand Concert Hall Rusia ini diadakan sejak 1992. Beberapa musisi dunia ikut serta di festival ini di antaranya Joe Cocker, Julio Iglesias, Boney M, Glenn Hughes, Mr. Big, Deep Purple, Rick Wakeman, A-Ha, David Coverdale, Ringo Starr & All Starr Band, Bryan May (eks Queen), Sheryl Crow, Steve Vai, dan masih banyak lagi.

Sandhy mengakui keikutsertaan di ajang International Music Festival White Nights of St. Petersburg ini mampu mengangkat nama Indonesia dan dirinya. Dia berharap mampu tampil dengan maksimal hingga nantinya berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Kemampuan bermusik Sandhy memang sudah tidak diragukan lagi. Pria bernama asli Sandhy Soendhoro ini memang telah lama berkiprah di luar negeri. Album perdananya pada 25 April 2008 berjudul "Why don't We" yang mengandalkan single yang berjudul "You and I" mendapat respon yang baik di beberapa negara Eropa.

Sukses mendulang popularitas di Benua Eropa, Sandhy meneruskan karier bermusiknya di tanah kelahiran dengan merilis album pertamanya pada tahun 2010. Album dengan konsep self-titled bertajukkan "Sandhy Sandoro" ini memuat single andalan "Malam Biru (Kasihku)" dan "Bunga Mimpi".

 

Source: Gozzip.id    liputan6.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.