• Music News
  • 4 Hidden Gems di Lineup Coachella 2019

4 Hidden Gems di Lineup Coachella 2019

Mon, 15 April 2019
4 Hidden Gems di Lineup Coachella 2019

Dari sekian banyak festival musik internasional yang diadakan tiap tahunnya, Coachella selalu menjadi salah satu yang paling dinantikan para pencinta musik. Selain karena instalasi arena yang super cool, Coachella juga nggak pernah gagal dalam menghadirkan lineup yang keren dan berkelas. Tentu ada nama-nama besar yang didapuk menjadi headliners seperti Childish Gambino, Tame Impala, dan Ariana Grande.

Namun, Coachella 2019 juga dipenuhi oleh cukup banyak musisi underrated yang bukan nggak mungkin sebentar lagi bakal jadi rising stars. Musisi-musisi bisa dibilang merupakan hidden gems yang membuat Coachella 2019 jadi lebih berwarna.

 

Shame

Shame

Band alternative rock yang berasal dari South London ini memang terbilang cukup baru di dunia musik internasional. Terbentuk pada 2014, Shame baru saja mengeluarkan album debut berjudul Songs of Praise pada Januari 2018 lalu. Album tersebut mendapatkan banyak pujian dari berbagai media seperti Clash dan NME. Sejak saat itu, Shame pun mulai dikenal para pencinta musik di Amerika hingga akhirnya mereka diundang tampil di Coachella 2019.

 

Wallows

Wallows

Tahun 2019 sepertinya bakal menjadi momen spesial bagi Wallows. Setelah merilis album debut pada Maret 2019 lalu, band yang beranggotakan Dylan Minnette, Braeden Lemasters, dan Cole Preston ini sukses tampil di panggung Coachella pada 13 April 2019 kemarin. Jadi, ini adalah pertama kalinya Wallows memainkan seluruh album mereka secara live. Nggak cuma itu, tahun ini Wallows juga bakal menjalani tur untuk promosi album debut mereka.

 

Turnstile

Turnstile

Urbaners, walaupun sudah terbentuk sejak 2010, nama Turnstile memang baru terdengar gaungnya sejak 2 tahun belakangan ini. Apalagi setelah mereka merilis album kedua berjudul Time & Space pada Februari 2018 lalu. Memadukan banyak genre dalam 1 album, mulai dari punk, disko, hingga samba, album tersebut sukses menuai banyak pujian. Nggak mengherankan kalau akhirnya mereka diundang jadi salah satu lineup Coachella 2019.

 

Bakar

Bakar

Selain Shame, masih ada musisi British lain yang juga menjadi hidden gem di lineup Coachella 2019: Bakar! Penyanyi pria asal London ini sudah sering disebut sebagai the next British rockstar oleh beberapa media internasional. Mengusung genre alternative rock, lagu-lagu karya Bakar terdengar begitu catchy di telinga. Kalau tertarik untuk mendengarkan, lo bisa mulai dengan lagu Big Dreams dan Scott free yang cukup populer ketika dirilis.

 

Urbaners, lo mungkin belum bisa datang ke Coachella 2019. Namun, nggak ada salahnya mendengarkan lagu dari musisi-musisi underrated yang menjadi lineup tahun ini untuk memperluas pengetahuan musik lo. Happy listening!

 

 

Sources: nme.com, pe.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.