6 Komposer Musik Film Indonesia Paling Populer - MLDSPOT
  • Music News
  • 6 Komposer Musik Film Indonesia Paling Populer

6 Komposer Musik Film Indonesia Paling Populer

Tue, 12 March 2019
6 Komposer Musik Film Indonesia Paling Populer

Urbaners, menjadi komposer musik ternyata nggak gampang. Profesi ini menuntut lo untuk bisa menulis komposisi musik, mulai dari instrumental hingga lengkap dengan lirik lagunya. Nggak heran kalau lo harus punya banyak ilmu dan pengetahuan soal musik yang cukup luas. Selain itu, lo juga harus mampu berkolaborasi dengan music director, producer, sampai music player untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Menariknya, Indonesia sudah punya nih 5 komposer musik film yang paling populer dan selalu sukses mencetak lagu-lagu hits. Biar nggak penasaran, daftar lengkapnya bisa lo cari tahu di sini!

 

Erwin Gutawa

Pastinya lo sudah nggak asing lagi dengan nama Erwin Gutawa, kan? Pria berusia 56 tahun ini bahkan disebut-sebut sebagai komposer musik terbaik yang dimiliki Indonesia. Ayah kandung dari artis cantik Gita Gutawa ini mulai menekuni musik dan mendirikan Erwin Gutawa Orkestra di tahun 1993. Di awal tahun 2019, Erwin Gutawa sukses menggelar konser bertajuk “Salute to 3 Female Songwriters” untuk mengapresiasi Dewi ‘Dee’ Lestari, Dewiq, dan Melly Goeslaw.

 

Addie MS

Addie MS

Komposer musik berprestasi, Addie MS ini memang sudah mengantongi banyak penghargaan bergengsi sebagai penata musik terbaik. Pria yang pernah bekerja sama dengan David Foster untuk konsernya di Jakarta tahun 1991 silam ini juga pernah dipercaya mengisi scoring film populer nusantara, termasuk film Dealova yang dibintangi oleh Jessica Iskandar dan Ben Joshua di tahun 2005.

 

Andi Rianto

Pendiri Magenta Orchestra ini sudah nggak perlu diragukan lagi bakat bermusiknya. Komposer musik beraliran klasik ini bahkan pernah terpilih sebagai nominator Penata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia. Karya musik buatan Andi Rianto ini bisa lo temukan dalam original soundtrack film Arisan yang dibawakan oleh Ren Tobing di tahun 2003 dan Mengejar Matahari tahun 2004 yang dinyanyikan oleh Ari Lasso.

 

Indra Lesmana

Indra Lesmana

Lahir dan dibesarkan oleh keluarga yang mencintai musik, nggak heran jika saat ini Indra Lesmana sukses menjadi salah satu komposer musik jazz paling berpengaruh di tanah air. Tercatat ada lebih dari 200 komposisi original yang ia ciptakan sejak terjun ke panggung musik jazz di tahun 1976 silam. Menariknya, Indra Lesmana sempat didapuk sebagai komposer musik untuk film yang dibintangi oleh putrinya, Eva Celia, bertajuk Adriana yang resmi dirilis pada 7 November 2013.

 

Melly Goeslaw

Urbaners, Melly Goeslaw bisa disebut sebagai salah satu komposer musik wanita paling populer di Indonesia. Wanita kelahiran Bandung ini bahkan mendapat julukan sebagai ‘Ratu Soundtrack Film Indonesia’ di tahun 2000-an. Mulai dari Ada Apa dengan Cinta untuk soundtrack film AADC, Pujaanku yang merupakan original soundtrack film Eiffel... I’m in Love, hingga My Heart untuk soundtrack film dengan judul sama yang dibintangi oleh Irwansyah dan Acha Septriasa.

 

Yovie Widianto

Sepak terjang Yovie Widianto sebagai komposer musik kebanggaan Indonesia nggak perlu dipertanyakan. Karya musiknya bahkan sukses membawa nama-nama penyanyi tanah air seperti Rio Febrian, Glenn Fredly, Rossa, hingga Monita Tahalea menghadirkan lagu bertema cinta yang begitu indah. Sebagai komposer musik film, beberapa waktu lalu pendiri grup musik Kahitna ini juga dipercaya menciptakan original soundtrack film Ayat-Ayat Cinta 2, berjudul Masih Berharap yang dipopulerkan oleh Isyana Sarasvati.

 

Gimana menurut pendapat lo soal komposer musik film Indonesia yang sudah disebutkan tadi?

 

 

Sources: haho.co.id, kumparan.com

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash