• Music News
  • Alicia Keys Bakal Jadi Host Grammy Awards 2019

Alicia Keys Bakal Jadi Host Grammy Awards 2019

Thu, 17 January 2019
Alicia Keys Bakal Jadi Host Grammy Awards 2019

Walaupun sama-sama diadakan pada Februari 2019, Oscar dan Grammy tahun ini punya nasib yang berbeda. Nggak seperti Oscar yang sepertinya masih bingung cari host, Grammy sudah gerak cepat menemukan host buat acara mereka yang bakal digelar pada 10 Februari 2019 nanti. Penyanyi wanita Alicia Keys resmi dipilih sebagai host Grammy Awards ke-61 nanti.

 

Umumkan kabar lewat video 9 menit

Umumkan kabar lewat video 9 menit

Kabar gembira ini datang pada pagi hari tanggal 15 Januari 2019 waktu Amerika Serikat atau Selasa malam waktu Indonesia. Nggak cuma berupa tweet atau tulisan biasa, Keys mengunggah video berdurasi 9 menit untuk mengumumkan info tersebut. Dalam videonya, Keys terlihat menerima telepon dari sang manajer, Johnny Wright.

Melalui sambungan telepon, Wright mengatakan bahwa Keys mendapat penawaran untuk jadi host Grammy Awards tahun ini. Tentu aja Keys langsung mengiyakan. Sebelumnya Keys sudah beberapa kali berada di panggung Grammy, baik sebagai penampil maupun pemenang. Sudah saatnya wanita yang sudah pernah memenangkan 15 piala Grammy ini ditunjuk sebagai host.

I know what it feels like to be on that stage, and I’m going to bring that vibe and energy. I’m so excited to be the master of ceremonies on the biggest night in music and celebrate the creativity, power, and magic.” kata Keys melalui statement-nya.

 

Kepercayaan penuh dari pihak Grammy

Kepercayaan penuh dari pihak Grammy

Pihak Grammy pun mengamini kalau Keys memang bakal jadi host untuk ajang penghargaan musik paling bergengsi ini. Selain mengabarkannya melalui tweet, pihak Grammy juga mengeluarkan statement resmi melalui CEO mereka, Neil Portnow.

Ia mengatakan kalau Keys merupakan seorang artis dengan kombinasi passion dan talenta yang langka. Lebih dari sekadar penyanyi, Keys sudah menjadi seorang role model yang sangat patut diperhitungkan di dunia musik internasional. Alasan inilah yang membuat Grammy mantap buat menawarkan posisi host kepada Keys.

As an artist who speaks to the power of music for good, a role model, and a spokesperson for change, we are thrilled to have her on board for what’s sure to be an unforgettable Grammy Awards,” jelas Portnow.

 

Setelah bertahun-tahun acara Grammy dibawakan oleh host pria, Grammy ke-61 pasti bakal membawa warna berbeda dengan kehadiran Alicia keys sebagai host. Let’s see how it goes, Urbaners!

 

 

Source: billboard.com

Terbang di Udara Bersama Matter Halo

Tue, 02 June 2020
Matter Halo sudah dibentuk sejak tahun 2008

Bro, setuju nggak kalau salah satu cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bepergian? Travelling menjadi pilihan banyak orang untuk lari dari rutinitas hidup yang membosankan. Bepergian dan bertemu orang baru dalam sebuah perjalanan dapat membantu kita melepas penat dan mendapat ide-ide baru.

Akan tetapi, travelling nggak melulu tentang physical movement, melainkan juga mental movement. Travelling dengan pesawat, misalnya, selain dapat membawa lo ke destinasi tujuan, perjalanan dengan pesawat juga memberikan lo pengalaman terbang di udara. Nah, hal inilah yang ingin disampaikan oleh Matter Halo, sebuah band electronic folk yang ingin mengajak pendengarnya untuk berkelana di udara dengan pesawat melalui lagu-lagu mereka.

 

Dedikasi untuk Pesawat

Meski terbentuk sejak 2008, duo Matter Halo yang terdiri dari Ibnu Dian (vokalis serta gitaris) dan Ganindra Rai (bassist) baru memulai debutnya pada 2015 lewat album “Aerotiva”. Aerotiva adalah gabungan dari kecintaan Ibnu dan Gani pada pesawat dan juga terinspirasi dari album Brian Eno, yang isinya adalah lagu-lagu yang cocok untuk didengarkan di bandara.

Ibnu dan Gani juga mendapat inspirasi album Aerotiva dari film Studio Ghibli dan Lost in Translation

Musik terbentuk dari segala situasi. Bisa dibuat ketika berada di perjalanan, di kamar, bahkan saat sedang mandi! Terlepas dari di mana melodinya diciptakan, Matter Halo selalu membuat musik yang bisa didengarkan di segala situasi. Melalui album Aerotiva yang terdiri dari 10 lagu berdurasi 41 menit ini, Matter Halo ingin menjadi armada agar para pendengarnya dapat selalu merasa berada di pesawat dan terbang di udara.

“Di luar konsep penerbangannya sendiri, kita mau punya karya yang semua orang bisa experience. Aerotiva sendiri artinya tarian di udara, jadi cocok dengan pesan yang ingin kita sampaikan. Kita ingin orang yang dengar musik kita bisa relate antara konsep take off di lagu 'Soundof Takeoff' dan landing di lagu 'Jumpylanding' dengan situasi naik turunnya kehidupan. Idenya adalah di mana pun kita berada, Aerotiva dapat menjadi soundtrack perjalanan hidup seseorang,” imbuh Ibnu yang mengaku adalah spontaneous traveller.

 

Mencari Momentum untuk Kolaborasi

Salah satu lagu hit Matter Halo adalah 'Teralih [Aero’s Tape]' (feat. Nadin). Lagu ini merupakan soundtrack film Posesif (2017) sekaligus lagu yang berhasil mengantarkan Matter Halo pada nominasi AMI Awards 2018. Kolaborasi bersama Nadin Amizah ini diakui Ibnu nggak sengaja terjadi lho, Bro. “Ketika buat lagunya, kita tiba-tiba kepikiran aja kayaknya yang cocok isi lagunya cewek yang masih sekolah deh. Nah, terus kita kepikiran Nadin dan ajak dia collab,” jelasnya.

Ketika manggung, Matter Halo ingin terhubung dengan pendengarnya agar pesan dari lagunya tersampaikan

Ibnu secara lebih detail menjelaskan bahwa mereka biasanya harus menemukan momen yang tepat dulu kalau ingin mengajak musisi lain berkolaborasi. “Misalnya kita sudah ada lagu nih, dari situ kita baru bisa menentukan mau ajak siapa untuk collab, siapa yang sesuai dengan warna lagunya dan visi misi kita,” tambahnya.

 

Figur Aero dan Tiva

Kalau lo nonton music video Matter Halo, lo akan sadar bahwa video klip untuk ‘Kamulah yang Terindah’, ‘Melangkah Lagi’ dan ‘Travel’ adalah seputar perkembangan karakter Aero dan Tiva yang dibalut dengan indah dan penuh makna. Ibnu mengaku awalnya ia dan Gani cukup ambisius untuk memasukkan dua karakter ini ke dalam video klip Matter Halo.

“Kita awal bikinnya have fun aja, tapi lama-lama jadi diseriusin haha. Videonya memang berkesinambungan. Pas kecil mereka sahabatan, ketika remaja ada sedikit romansa, dan pas dewasa masing-masing memiliki makna untuk satu sama lain. Tapi video-videonya ini bukan kisah mengenai pasangan ya, tapi lebih ke character appreciation,” jelas Ibnu.

The Halos adalah kumpulan musisi yang memainkan lagu Matter Halo.

 

Kegiatan Selama Pandemi

Sebagai musisi, Matter Halo pun ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, banyaknya kegiatan yang terhalang karena imbauan di rumah saja nggak semata-mata menyurutkan semangat duo ini untuk tetap berkarya dan menghibur para penggemarnya. “Selama pandemi memang sulit untuk melihat sisi positif dari hadirnya virus ini. Tapi kami selalu berusaha untuk mencari sisi positifnya, seperti komunikasi sekarang bisa jauh lebih intens dengan Zoom meeting, kami juga jadi lebih fokus mematangkan album baru kami,” kata Ibnu.

Matter Halo juga memanfaatkan masa-masa isolasi mandiri di rumah untuk menghibur para pengikutnya dan memberi mereka konten-konten untuk dinikmati di masa-masa sulit ini. Ibnu pun sedikit membocorkan kalau sekarang Matter Halo telah menyelesaikan produksi album baru mereka, nih! Single terbaru Matter Halo, 'Runway Lights' dijadwalkan akan dirilis di semua digital streaming platform pada 25 Juni 2020 mendatang. Jangan lupa catat tanggalnya ya, Bro!

Album baru Matter Halo rencananya akan dirilis secara digital

Untuk dapat merasakan magisnya alunan lagu Matter Halo, lo harus stay relax and be present in the moment. Biarkan lantunan melodinya membawa lo pergi dari rutinitas dan hiruk pikuk perkotaan.

So, apakah lo sudah siap untuk ikut menari di udara bersama Matter Halo? Yuk, dukung mereka untuk terus berkarya dengan dengerin lagu-lagunya di berbagai platform musik dan ikuti Instagram mereka di @matterhalo, Bro!