Bagaimana Musik Dinamakan Jazz dan Apa Ciri-Cirinya? - MLDSPOT
  • Music News
  • Bagaimana Musik Dinamakan Jazz dan Apa Ciri-Cirinya?

Bagaimana Musik Dinamakan Jazz dan Apa Ciri-Cirinya?

Wed, 26 December 2018
Bagaimana Musik Dinamakan Jazz dan Apa Ciri-Cirinya?

Apa sih yang ada di pikiran lo tentang musik jazz? Musik yang rumit atau sebuah gabungan instrumen alat musik yang nggak umum seperti terompet, piano, dan gitar? Menurut arti dari Concise Oxford English Dictionary Revised Edition 2006, jazz adalah sebuah jenis musik yang berasal dari orang Amerika berkulit hitam dengan karakter yang menonjolkan improvisasi, sinkopasi, ritem, dan diiringi dengan menggunakan instrumen khusus.

Dari situ apakah lo sudah mempunyai bayangan apa itu sebenarnya musik jazz? Jika masih belum paham, Whitney Ballett menjelaskan bahwa jazz adalah sebuah musik yang sangat personal (seperti puisi dan seni), yang mirip seperti blues, vokal yang unik, suara instrumental, dan ditambah dengan improvisasi jenius yang nggak biasa. Whitney Ballett memang terlalu hiperbola, tetapi jika dapat diambil kesimpulan, jazz merupakan sebuah kesempurnaan dari sebuah musik.

Ketika jazz mulai dikenal di Amerika Serikat sekitar awal 1900-an, aliran musik jazz sendiri mulai berkembang sangat pesat. Pada tahun 1890, muncul genre Ragtime, sebuah aliran musik jazz yang sedikit nge-beat. Kemudian di awal 1900, muncul Dixieland yang merupakan perwujudan full band pertama dalam musik jazz. Dixieland ini lebih menonjolkan alat musik kuningan, banjo, dan juga klarinet. Dari Dixieland juga, jazz dikenal sebagai aliran yang membutuhkan banyak orang yang memainkannya.

Lalu, bagaimana sebuah musik bisa dinamakan jazz? Spinditty.com menjelaskan bahwa musik dapat dikatakan sebagai jazz ketika terdapat harmoni, ritme, dan melodi yang berirama. Nggak sampai di situ, musisi bisa menambahkan musik swing dan juga improvisasi. Chris McGregor menulis artikel tahun 1964 berjudul The Classic. McGregor mengatakan swing adalah salah satu elemen penting dari musik jazz. Selain swing, faktor improvisasi juga digaris bawahi oleh McGregor. “Musik jazz adalah sebuah seni yang dibuat secara spontan,” tulis Chris McGregor.

Secara garis besar, jazz adalah musik yang di dalamnya terdapat sebuah ritme yang memiliki harmoni, improvisasi, dan dimainkan menggunakan alat musik tertentu. Bagaimana, sampai di sini sudah mengerti dan bisa membedakan apa itu musik jazz? Setelah lo berhasil mengerti apa itu musik jazz dan ciri-cirinya, sekarang akan dibahas apa saja sih genre dari musik jazz itu.

 

Aliran Musik Jazz 

Dixieland 

Dixieland

Salah satu aliran musik jazz yang sangat berpengaruh adalah Dixieland. Pertama kali muncul di tahun 1917, ketika itu di New Orleans (tempat jazz pertama kali muncul di dunia) terdapat band bernama The Original Dixieland Jass Band. Mereka membuat terobosan, yaitu menggabungkan genre yang sedang hits saat itu, Ragtime dan Sicilian Music. Ciri-ciri dari Dixieland adalah musisinya menggunakan alat musik seperti trumpet, trombone, klarinet, guitar, banjo, piano, dan bass. Setelah Dixieland terkenal di New Orleans, hampir seluruh Amerika Serikat muncul band dengan genre sama.

Setelah era perang dunia selesai, sang legenda Louis Armstrong mengangkat kembali musik Dixieland setelah membuat sebuah Louis Armstrong’s All-Stars. Sampai sekarang, Dixieland masih terus dihormati sebagai genre jazz paling terkenal. Di New Orleans, setiap tahun diadakan New Orleans Jazz & Heritage Festival yang masih menampilkan musisi ber-genre Dixieland.

 

Swing 

Ketika jazz dikenal sebagai musik yang mempersatukan orang kulit hitam di Amerika Serikat dengan iramanya yang agak cepat, maka swing menjadi anti-thesis dari musik jazz tersebut. Swing pertama kali muncul pada tahun 1923, ketika itu Fletcher Henderson Orchestra memainkan sebuah irama ragtime dengan agak halus dan lambat. Setelah itu mereka bekerja sama dengan legenda seperti Coleman Hawkins, Benny Carter, dan Buster Bailey yang kemudian dikenal sebagai swing era instrumental styles.

Tahun 1927, Louis Armstrong dengan pianis Earl Hines juga sempat menggunakan musik swing. Setelah itu pada tahun 1940-an, muncul Swing Era dimana hampir semua musisi jazz ini bermain aliran swing. Setelah era swing, muncullah aliran Bebop.

 

Bebop

Bebop

Beberapa musisi swing ini kemudian mengembangkan aliran baru yang dinamakan Bepop. Tetap menonjolkan klarinet dan trompet, musik Bepop ini merupakan edisi cepat dari swing. Duke Ellington Orchestra dan Jimmie Lunceford Orchestra memperkenalkan bagaimana harmoni musik jazz yang cepat dan sangat asyik. Kemudian di tahun 1940-an, Jay McShann Orchestra mendobrak dunia dengan permainan sempurna Dizzy Gillespie dan Roy Eldridge, duet pemain trompet terbaik Amerika Serikat.

Sampai sekarang musik Bebop menjadi salah satu aliran yang masih cukup digemari. Beberapa cabang dari Bepop seperti Hard Bop, Neo Bop, dan Post-Bob sempat menghiasi para musisi modern tahun 1980-an sampai tahun 1990-an.

 

Soul jazz 

Aliran musik jazz selanjutnya yang cukup berpengaruh adalah Soul Jazz. Ini merupakan aliran yang berkembang dari blues, soul, dan gospel. Jadi itulah mengapa masih banyak orang yang menganggap musik soul jazz ini adalah blues, atau bahkan sebaliknya. Aliran Soul Jazz ini terkenal sekitar tahun 1950-an, saat itu Roy Carr bersama David “Fathead” Newman dan Hank Crawford membuat sebuah kolaborasi yang menandakan kemunculan Soul Jazz.

 

Bossa nova

Bebop

Siapa di sini yang masih menganggap bahwa Bossa nova merupakan musik etnik asli dari Indonesia? Yup, Bossa nova memang sempat hits karena dinyanyikan oleh penyanyi kawakan seperti Rafika Duri yang memainkan tembang lawas. Padahal sejatinya Bossa nova adalah aliran musik dari Brazil yang merupakan gabungan dari musik jazz dengan samba. Musik samba sendiri merupakan aliran musik dari Brazil yang identik dengan dansa, oleh karena itu beat dari Bossa nova ini agak cepat.

Beberapa musisi terkenal yang menggunakan aliran Bossa nova adalah Luiz Bonta, Bob Brookmeyer, Charlie Byrd, Paul Desmond, Joao Gilberto, dan Baden Powell. Apakah lo punya musisi Bossa nova favorit?

 

Jazz fusion

Jazz Fusion

Salah satu genre yang masih bertahan dan digemari sampai sekarang adalah Jazz Fusion. Populer pada tahun 1960-an, Jazz Fusion ini pertama kali muncul saat beberapa band rock mencoba menggabungkan unsur jazz di dalam musiknya. Istilah Jazz Rock muncul dan bisa juga dikatakan dengan Jazz Fusion. Salah satu album Jazz Fusion paling berpengaruh adalah Bitches Brew (1969) milik Miles Davis. Musisi jazz ini sangat cerdas dalam menggabungkan beat rock n roll dengan musik jazz. Album ini laku 400 ribu kopi dan menjadi salah satu album dengan penjualan terbanyak di tahunnya.

Kemudian muncul Herbie Hancock yang kali ini nggak menggabungkan unsur rock, tetapi juga funk, disko, dan musik elektronik. Albumnya berjudul Head Hunters (1973) sangat terkenal karena memiliki irama yang sangat asyik. Setelah itu ada lagi Mahavishnu Orchestra dengan The Inner Mounting flame (1971) dan Jaco Pastorius dengan album Black Market (1976).

Itulah beberapa aliran dari musik jazz yang sangat berpengaruh sejak awal munculnya berbagai macam genre dan sampai sekarang. Banyaknya aliran musik jazz ini seakan menjadi pembuktian bahwa musik jazz ini dapat diterima di semua kalangan dan bisa berevolusi.

 

 

Source: Spinditty.com

C.H.R.I.S.Y.E: Nostalgia Masa Remaja Bersama Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia

Wed, 20 January 2021
Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Musik sepertinya udah jadi temen kita sehari-hari untuk menemani kita menjalani aktivitas. Mulai dari bangun tidur, di jalan mau ngantor, pas lagi kerja, di jalan lagi mau pulang, pokoknya kayaknya musik udah jadi kebutuhan utama untuk lo dengerin setiap harinya.

Untuk genre musik sendiri pasti lo punya preferensi masing-masing, tapi seperti yang udah dibahas beberapa waktu lalu mengenai genre city pop yang mulai banyak diminati lagi nih. Salah satu musisi lokal yang aktif produksi lagu dengan genre ini yang pasti nggak asing buat lo adalah Diskoria.

Ngomong-ngomong Diskoria, di awal tahun, duo DJ ini baru aja merilis single terbaru mereka berjudul C.H.R.I.S.Y.E dengan menggandeng produser Laleilmanino dan Eva Celia untuk mengisi vokalnya.

Dari judulnya yang mengambil nama musisi ternama Indonesia pada 30 tahun ke belakang – yaitu Alm. Chrisye, lagu ini menceritakan tentang apa ya, bro? apakah lagu ini memang sebuah lagu tribute untuk mengenang beliau? Kulik selengkapnya di artikel ini ya!

Lagu yang Jadi dalam 24 Jam!

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – iMusic

Ketika lo membaca judul artikel ini, mungkin sebagian dari lo langsung meluncur ke aplikasi musik andalan lo untuk memutar lagu baru dari Diskoria ini. Setelah mendengarkan irama lagunya yang catchy dan membawa mood yang happy, lo pasti nggak akan nyangka kalau lagu ini hanya tercipta dalam kurun waktu 24 jam!

Ternyata, lagu yang satu ini tercipta karena adanya tantangan dari Studio Pop Show untuk menciptakan lagu dalam waktu 24 jam. Dengan aliran musik yang sedikit berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, Diskoria menghadirkan warna musik yang baru dan segar.

Lirik Yang Unik dan Nyentrik

Dari judulnya aja mungkin lo mengira lagu ini adalah lagu yang diperuntukkan untuk Alm. Chrisye. Meskipun dengan tujuan untuk mengenang, tapi lagu ini diciptakan untuk lo semua yang sedang dimabuk cinta!

Lirik yang mengandung 24 judul lagu dari Chrisye ini berhasil dirangkai sedemikian rupa sehingga tercipta satu lagu yang bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta tanpa diketahui oleh orang yang dicintainya.

Dalam lagu ini, lo bisa menemukan lagu-lagu Chrisye terangkai indah membentuk satu cerita. Bahkan dibocorkan oleh Nino Kayam dalam Podcastnya di Makna Talks – kalo lo dengerin reff lagu ini, di setiap huruf depannya akan membentuk kata Chrisye!

Menghidupkan Kembali Musik Disko Era 80-an

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – Pop Hari Ini

Mengingat bahwa Diskoria merupakan DJ yang identik dengan genre musik yang membuat lo nostalgia kalau mendengarnya, lagu C.H.R.I.S.Y.E ini akan membawa suasana lo seperti masuk ke dalam sebuah disko tahun 80-an!

Selain itu, cara pembuatan lagu yang satu ini memang dibuat mirip dengan cara musisi-musisi lawas menciptakan lagunya dulu. Sejalan banget sama genre yang emang dimiliki Diskoria ya, bro?

Diisi oleh Eva Celia dalam vokal membuat lagu ini semakin menghidupkan kesan disko, ditambah dengan produser musik dari Laleilmanino, lagu ini cocok banget mengiringi lo yang emang lagi jatuh cinta di awal tahun.

Musik Video yang Nggak Kalah Menarik

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – Prambors FM

Setelah membahas mengenai musik dan produksinya, ada highlight yang nggak kalah penting dari perilisan lagu ini – yaitu musik videonya!

Mengambil tema disko 80-an – sesuai dengan alunan musiknya, musik video ini berhasil mengajak lo untuk ikut berdansa setelah menonton video klipnya. Didukung dengan kostum yang dikenakan oleh Eva Celia, rasanya lo pengen party saat itu juga!

Musik video lagu ini dimulai dengan seorang pria paruh baya yang menari-nari dirumahnya dan bertemu dengan Diskoria, Laleilmanino dan Eva Celia dalam satu ruangan lalu menikmati lagu ini bersama. Mungkin kalo lo nonton musik video ini sama orang tua atau om dan tante lo, mereka auto nostalgia masa mudanya.

Lagu ini udah bisa lo nikmatin di semua platform musik digital kesayangan lo ya, bro. Dari lirik lagunya yang unik dan iramanya yang asik, rasanya lo pengen dansa terus kan dengerin lagu ini? Selamat untuk Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia!

 

Feature image - Youtube