Charlotte Gainsbourg, Pianis yang Sukses Cover Lagu Kanye West - MLDSPOT
  • Music News
  • Charlotte Gainsbourg, Pianis yang Sukses Cover Lagu Kanye West

Charlotte Gainsbourg, Pianis yang Sukses Cover Lagu Kanye West

Tue, 27 February 2018
Charlotte Gainsbourg, Pianis yang Sukses Cover Lagu Kanye West

Urbaners, kalau lo dengar nama Charlotte Gainsbourg mungkin bakal asing tapi pastinya lo kenal sosok yang satu ini sebagai pemeran karakter Dr. Catherine Marceaux di film Independence Day: Resurgence tahun 2016 silam. Jadi, selain mahir berakting di dalam pertunjukan drama ataupun film, Charlotte ini juga jago main piano. Nggak percaya? Ini buktinya.

 

Terlahir dari keluarga seniman

Bakat akting dan bermusik Charlotte menurun langsung dari kedua orang tuanya. Ibunya, Jane Birkin, merupakan seorang aktris dan penyanyi populer era 70-an di Britania Raya, sedangkan ayahnya, Serge Gainsbourg, aktor sekaligus musisi asal Perancis. Nggak cuma itu, neneknya bahkan juga seorang aktris ternama, Judy Campbell. Bisa dibilang Charlotte ini memang punya peluang besar sukses di dunia entertainment.

 

Memulai karir di usia muda

Di tahun 1984, Charlotte memulai karirnya secara bersamaan baik di bidang perfilman ataupun bermusik. Meski saat itu ia masih berusia 13 tahun, aktingnya sebagai putri Catherine Deneuve dalam film Perancis, Paroles et musique, banyak mendapat pujian. Masih di tahun yang sama, ia juga merilis lagu pertamanya berjudul Lemon Incest yang cukup menuai kontroversi karena liriknya menyiratkan hubungan pedofilia antara seorang ayah dan anak perempuannya.

 

Dari album Madonna, hingga sertifikat Platinum

Urbaners, wanita cantik kelahiran London, 46 tahun silam ini pernah tampil di album Madonna dengan membawakan lagu What It Feels Like for a Girl yang juga menjadi soundtrack film The Cement Garden yang dibintangi Charlotte di awal tahun 2000. Lewat album solo kedua bertajuk 5:55, ia berhasil mencapai posisi teratas di tangga lagu Perancis dan meraih status platinum di negara tersebut.

 

Tampil mengejutkan di sebuah program televisi

Pemeran tokoh Rakel Fauke di film thriller, The Snowman (2017), ini beberapa waktu yang lalu tampil dengan cukup mengejutkan di layar kaca. Dalam acara televisi Perancis, Taratata, Charlotte duduk di balik piano dan melakukan twist yang menarik pada lagu Kanye West, Runaway, yang di ambil dari album My Beautiful Dark Twisted Fantasy. Lewat suara lembutnya itu, Charlotte sukses membius penonton dengan warna vokal berbeda di lagu tersebut.

Urbaners, Charlotte Gainsbourg ini sudah seperti artis paket lengkap ya. Nggak tanggung-tanggung, ia juga berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi baik di bidang perfilman ataupun musik. Kira-kira gebrakan baru apalagi ya yang bakal ditunjukkan oleh Charlotte?

 

Source: billboard.com

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash