• Music News
  • Dhira Bongs Wakili Indonesia di South by Southwest 2019

Dhira Bongs Wakili Indonesia di South by Southwest 2019

Fri, 11 January 2019
Dhira Bongs Wakili Indonesia di South by Southwest 2019

Nama Dhira Bongs mungkin sudah nggak asing lagi buat lo, Urbaners. Musisi jazz asal Bandung ini selain punya suara yang merdu banget, juga jago memainkan gitar. Setelah merilis album pertama bertajuk My Precious di akhir tahun 2013 lalu, nama Dhira Bongs semakin populer di ranah musik Indonesia. Bahkan, belakangan diketahui kalau wanita berparas manis ini bakal tampil di festival bergengsi South by Southwest (SXSW) 2019 mendatang.

 

South by Southwest, event tahunan di bulan Maret

Sebelum lo berkomentar lebih jauh, perlu diketahui kalau South by Southwest ini merupakan event tahunan yang secara rutin digelar selama 10 hari di bulan Maret. Biasanya festival ini juga diselenggarakan bersamaan dengan konferensi terkait film, musik, dan media interaktif. Jadi, selain bisa nonton musisi kenamaan dunia, lo juga bakal banyak dapat wawasan baru tentang panggung hiburan.

 

Indonesia selalu punya perwakilan di South by Southwest

Indonesia selalu punya perwakilan di South by Southwest

 

Sebagai warga Indonesia lo patut berbangga lantaran setiap tahunnya selalu ada musisi dalam negeri yang sukses terpilih sebagai pengisi acara di festival South by Southwest. Tahun 2018 kemarin, ada Efek Rumah Kaca dan KimoKal yang mewakili Indonesia. Sementara di tahun ini ada sosok Dhira Bongs yang berkesempatan untuk tampil di panggung musik internasional tersebut.

 

 

Musisi indie yang sukses mendunia

Musisi indie yang sukses mendunia

Urbaners, dibandingkan dengan penyanyi jazz wanita lainnya mungkin Dhira Bongs terbilang yang paling indie. Pelantun single berjudul Puncak Pohon Bandung ini bahkan memulai karir bermusiknya dari panggung ke panggung di kota Kembang. Sebelumnya, Dhira Bongs juga sukses tampil di Kyoto Music Expo 2017 dalam rangkaian “Dhira Bongs Open Suitcase Journey Japan Tour 2017”.

 

Baru saja merilis single terbaru

Beberapa waktu sebelum namanya diumumkan sebagai salah satu musisi yang turut memeriahkan South by Southwest, Dhira Bongs baru saja merilis single terbarunya pada tanggal 20 Juli 2018. Single tersebut diberi judul Jangan Tumbuh dengan musik video yang punya banyak pesan tersirat di dalamnya terkait perasaan bersalah yang ternyata dapat menjadi sumber kekuatan untuk perlawanan.

 

Nah, Urbaners, buat lo yang penasaran ingin menyaksikan penampilan terbaik Dhira Bongs sebagai wakil Indonesia di panggung South by Southwest 2019 bisa bersabar lebih dulu. Pasalnya festival musik itu baru akan digelar pada 8 – 17 Maret 2019 di Autin, Texas.

 

 

Source: detik.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.