• Music News
  • Inilah Prediksi Belantika Musik Indonesia di Tahun 2019

Inilah Prediksi Belantika Musik Indonesia di Tahun 2019

Tue, 08 January 2019
Inilah Prediksi Belantika Musik Indonesia di Tahun 2019

Perkembangan musik di Indonesia memang menarik untuk disimak. Terutama memasuki tahun 2019 ini. Banyak musisi baru bermunculan, namun tren musik dari musisi lawas masih memiliki pengaruh kuat. Bagaimana prediksi belantika musik tanah air di tahun 2019 ini? Simak ulasannya berikut Urbaners.

 

Tren Konser Musisi Lawas

Tren Konser Musisi Lawas

Musik dan lagu dari musisi-musisi lawas baik band maupun penyanyi solo banyak mewarnai konser di Indonesia selama 2018 lalu Urbaners. Sebut saja contohnya dari beberapa band lawas legendaris seperti Europe yang menggebrak pada bulan Mei 2018 lalu, Michael Learns To Rock, Boyzone dan ditutup dengan konser megah oleh band rock legendaris Guns N’ Roses di penghujung tahun. Uniknya, band dan musisi lawas ini masih mendapatkan tempat tersendiri di mata para penggemarnya yang nggak akan pernah mati.

Memang saat ini para penikmat musik bisa mendengarkan di pemutar musik online seperti Spotify hingga YouTube. Namun, faktor nostalgia lah yang menjadi hal utama bagi para fans berat dan mayoritas orang Indonesia sendiri memang suka nonton konser musik. Contohnya saja adalah Java Jazz yang setiap tahunnya penonton makin meningkat dan puncaknya di tahun 2014 lalu mencapai 114.000 orang. Nampaknya, band dan musisi lawas akan kembali meramaikan konser musik di Indonesia. Satu band lawas yang dikonfirmasi bakal konser di Indonesia tahun 2019 ini adalah Toto, band rock Amerika yang terkenal lewat lagunya berjudul ‘Africa’.

 

Musik Hip Hop Diprediksi Bakal Meramaikan Pasar

Musik Hip Hop Diprediksi Bakal Meramaikan Pasar

Tahun lalu musik bergenre folk banyak mendapatkan tempat dalam musik Indonesia. Sebut saja grup asal Surabaya, Silampukau yang sukses lewat albumnya Dosa, Kota dan Kenangan. Banyak orang bilang kalau musik mereka sebagai titik tolak kebangkitan folk Indonesia. Perlahan, folk pun mulai tergeser dengan keberadaan hip hop yang kembali merebut posisi berkat rapper, MC, dan beatmaker tanah air..

Kebangkitan hip hop Indonesia disinyalir ada beberapa faktor seperti disebutkan oleh Ucok mantan personil kolektif hip hop asal Bandung, Homicide. Pertama adalah keberhasilan Rich Brian di Amerika yang jadi faktor penyemangat. Kedua adalah internet memberikan peran yang nggak kecil untuk perkembangan hip hop. Nggak cuma di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta hip hop kini juga tumbuh subur di daerah seperti Purwokerto hingga Flores. Perkembangan hip hop makin semarak dengan munculnya album kompilasi yang dibikin Grimloc Records bertajuk Pretext For Bumrush. Album ini memuat 29 track dari Joe Million, Maverick, Bars of Death dan lainnya. Ranah hip hop tanah air juga melahirkan berbagai musisi seperti Ramengvrl, Panalo! Dan Senartogok semisalnya.

Gimana prediksi musik 2019 menurut lo Urbaners? Mana yang jadi favorit lo?

 

 

Source: Tirto, Vice Indonesia

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id