• Music News
  • Sebelum Sambangi Surabaya, Boyzone akan Manggung di Bandung dan Yogyakarta

Sebelum Sambangi Surabaya, Boyzone akan Manggung di Bandung dan Yogyakarta

Fri, 08 June 2018
Sebelum Sambangi Surabaya, Boyzone akan Manggung di Bandung dan Yogyakarta

Pertengahan Mei kemarin menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi para fans Boyzone. Pasalnya nih, boyband yang dibentuk dari tahun 1993 ini akan manggung tiga tempat di Indonesia. Pertama, Boyzone bakal manggung di Bandung tanggal 18 Agustus 2018, kemudian Ronan Keating dan kawan-kawan juga mampir ke Prambanan Jazz tanggal 17-19 Agustus 2018 di Yogyakarta. Terakhir, Boyzone akan menyapa masyarakat Surabaya tanggal 23 Agustus 2018.

 

Konser perpisahan Boyzone

Tahun 2018 ini Boyzone tepat memasuki tahun ke-25 dalam perjalanan karirnya. Sudah ada 7 album yang dikeluarkan oleh Boyzone dengan hits terkenal seperti When You Say Nothing At All, Picture of You, No Matter What, hingga Love Me For A Reason. Akhir 2017 kemarin, Boyzone memutuskan untuk mengeluarkan album terakhir tepat di 25 tahun mereka berkarya di dunia musik.

Nantinya, album baru Boyzone ini bakal rilis di bulan September 2018 mendatang. Lalu, untuk konser yang diadakan Boyzone ini, mereka juga bakal rilis album sekaligus perpisahan dengan para penggemarnya di seluruh dunia. Tetapi jangan khawatir, Urbaners, bagi lo yang sudah merencanakan hadir di konser Boyzone 25 Years Farewell Concert, mereka akan menyiapkan beberapa materi lagu baru.

 

Sempat hanya tampil di Surabaya

Boyzone sebenarnya hanya menjadwalkan satu kali manggung di Indonesia, yaitu di Surabaya tanggal 23 Agustus 2018. Tetapi setelah negosiasi, Boyzone akan tinggal lebih lama di Indonesia dan bahkan menambah 2 tempat lagi. Boyzone pertama akan manggung di Bandung, kemudian ke Prambanan Jazz dan ditutup di Surabaya.

Bagi lo yang penasaran bagaimana penampilan Ronan Keating, Keith Duffy, Michael Graham, dan Shane Lynch, lo bisa mulai menabung dari sekarang. Harga tiket pre-sale-nya dijualnya 600 ribu sampai pertengahan Juni nanti. Dan harga tiket reguler adalah 750 ribu sampai yang termahal adalah 2,5 juta rupiah. Siap nostalgia bersama Boyzone?

 

Source: detik.com

Terbang di Udara Bersama Matter Halo

Tue, 02 June 2020
Matter Halo sudah dibentuk sejak tahun 2008

Bro, setuju nggak kalau salah satu cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bepergian? Travelling menjadi pilihan banyak orang untuk lari dari rutinitas hidup yang membosankan. Bepergian dan bertemu orang baru dalam sebuah perjalanan dapat membantu kita melepas penat dan mendapat ide-ide baru.

Akan tetapi, travelling nggak melulu tentang physical movement, melainkan juga mental movement. Travelling dengan pesawat, misalnya, selain dapat membawa lo ke destinasi tujuan, perjalanan dengan pesawat juga memberikan lo pengalaman terbang di udara. Nah, hal inilah yang ingin disampaikan oleh Matter Halo, sebuah band electronic folk yang ingin mengajak pendengarnya untuk berkelana di udara dengan pesawat melalui lagu-lagu mereka.

 

Dedikasi untuk Pesawat

Meski terbentuk sejak 2008, duo Matter Halo yang terdiri dari Ibnu Dian (vokalis serta gitaris) dan Ganindra Rai (bassist) baru memulai debutnya pada 2015 lewat album “Aerotiva”. Aerotiva adalah gabungan dari kecintaan Ibnu dan Gani pada pesawat dan juga terinspirasi dari album Brian Eno, yang isinya adalah lagu-lagu yang cocok untuk didengarkan di bandara.

Ibnu dan Gani juga mendapat inspirasi album Aerotiva dari film Studio Ghibli dan Lost in Translation

Musik terbentuk dari segala situasi. Bisa dibuat ketika berada di perjalanan, di kamar, bahkan saat sedang mandi! Terlepas dari di mana melodinya diciptakan, Matter Halo selalu membuat musik yang bisa didengarkan di segala situasi. Melalui album Aerotiva yang terdiri dari 10 lagu berdurasi 41 menit ini, Matter Halo ingin menjadi armada agar para pendengarnya dapat selalu merasa berada di pesawat dan terbang di udara.

“Di luar konsep penerbangannya sendiri, kita mau punya karya yang semua orang bisa experience. Aerotiva sendiri artinya tarian di udara, jadi cocok dengan pesan yang ingin kita sampaikan. Kita ingin orang yang dengar musik kita bisa relate antara konsep take off di lagu 'Soundof Takeoff' dan landing di lagu 'Jumpylanding' dengan situasi naik turunnya kehidupan. Idenya adalah di mana pun kita berada, Aerotiva dapat menjadi soundtrack perjalanan hidup seseorang,” imbuh Ibnu yang mengaku adalah spontaneous traveller.

 

Mencari Momentum untuk Kolaborasi

Salah satu lagu hit Matter Halo adalah 'Teralih [Aero’s Tape]' (feat. Nadin). Lagu ini merupakan soundtrack film Posesif (2017) sekaligus lagu yang berhasil mengantarkan Matter Halo pada nominasi AMI Awards 2018. Kolaborasi bersama Nadin Amizah ini diakui Ibnu nggak sengaja terjadi lho, Bro. “Ketika buat lagunya, kita tiba-tiba kepikiran aja kayaknya yang cocok isi lagunya cewek yang masih sekolah deh. Nah, terus kita kepikiran Nadin dan ajak dia collab,” jelasnya.

Ketika manggung, Matter Halo ingin terhubung dengan pendengarnya agar pesan dari lagunya tersampaikan

Ibnu secara lebih detail menjelaskan bahwa mereka biasanya harus menemukan momen yang tepat dulu kalau ingin mengajak musisi lain berkolaborasi. “Misalnya kita sudah ada lagu nih, dari situ kita baru bisa menentukan mau ajak siapa untuk collab, siapa yang sesuai dengan warna lagunya dan visi misi kita,” tambahnya.

 

Figur Aero dan Tiva

Kalau lo nonton music video Matter Halo, lo akan sadar bahwa video klip untuk ‘Kamulah yang Terindah’, ‘Melangkah Lagi’ dan ‘Travel’ adalah seputar perkembangan karakter Aero dan Tiva yang dibalut dengan indah dan penuh makna. Ibnu mengaku awalnya ia dan Gani cukup ambisius untuk memasukkan dua karakter ini ke dalam video klip Matter Halo.

“Kita awal bikinnya have fun aja, tapi lama-lama jadi diseriusin haha. Videonya memang berkesinambungan. Pas kecil mereka sahabatan, ketika remaja ada sedikit romansa, dan pas dewasa masing-masing memiliki makna untuk satu sama lain. Tapi video-videonya ini bukan kisah mengenai pasangan ya, tapi lebih ke character appreciation,” jelas Ibnu.

The Halos adalah kumpulan musisi yang memainkan lagu Matter Halo.

 

Kegiatan Selama Pandemi

Sebagai musisi, Matter Halo pun ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, banyaknya kegiatan yang terhalang karena imbauan di rumah saja nggak semata-mata menyurutkan semangat duo ini untuk tetap berkarya dan menghibur para penggemarnya. “Selama pandemi memang sulit untuk melihat sisi positif dari hadirnya virus ini. Tapi kami selalu berusaha untuk mencari sisi positifnya, seperti komunikasi sekarang bisa jauh lebih intens dengan Zoom meeting, kami juga jadi lebih fokus mematangkan album baru kami,” kata Ibnu.

Matter Halo juga memanfaatkan masa-masa isolasi mandiri di rumah untuk menghibur para pengikutnya dan memberi mereka konten-konten untuk dinikmati di masa-masa sulit ini. Ibnu pun sedikit membocorkan kalau sekarang Matter Halo telah menyelesaikan produksi album baru mereka, nih! Single terbaru Matter Halo, 'Runway Lights' dijadwalkan akan dirilis di semua digital streaming platform pada 25 Juni 2020 mendatang. Jangan lupa catat tanggalnya ya, Bro!

Album baru Matter Halo rencananya akan dirilis secara digital

Untuk dapat merasakan magisnya alunan lagu Matter Halo, lo harus stay relax and be present in the moment. Biarkan lantunan melodinya membawa lo pergi dari rutinitas dan hiruk pikuk perkotaan.

So, apakah lo sudah siap untuk ikut menari di udara bersama Matter Halo? Yuk, dukung mereka untuk terus berkarya dengan dengerin lagu-lagunya di berbagai platform musik dan ikuti Instagram mereka di @matterhalo, Bro!