• News
  • Pertunjukan Banyak Bonus dari Sore

Pertunjukan Banyak Bonus dari Sore

Mon, 08 May 2017

Di dalam karir panjangnya, Sore akrab dengan jazz. Kendati tidak menyebut diri mereka sebagai band jazz, pengaruh influence musik itu terasa dengan jelas.

Rasa-rasanya, jazz sebenarnya hanya menjadi sedikit elemen musik yang diramu oleh empat orang personil Sore. Pengaruhnya signifikan, selain mencampur aduk musik Indonesia lama, sedikit pengaruh rock serta elemen pop yang kental. Belum lagi harmonisasi vokal yang berjalan dengan harmonis di antara masing-masing personilnya. Keempatnya bernyanyi.

Sampai hari ini, mereka telah merilis tiga album penuh dalam karir yang sudah berlangsung belasan tahun. Tentu, bukan karir yang main-main kalau dipikir.

Kemunculan Sore di Kampoeng Jazz 2017 tentu punya alasan tersendiri. Bandnya pun memberi respon yang tidak sembarangan. Mereka memainkan set yang lumayan jazzy, termasuk memainkan Etalase, sebuah hits lama yang menampilkan Bemby Gusty sang pemain drum sebagai penyanyi utama. Lagu tersebut, tidak terlalu sering dimainkan Sore di dalam penampilannya sehari-hari.

Sebagai band yang telah kenyang asam garam panggung, Sore tahu persis memperlakukan penontonnya. Kendati mereka harus bersisian main dengan Tulus di panggung utama. Awalnya, hanya sedikit orang yang memilih untuk menyaksikan band ini bermain. Tapi, pelan-pelan panggung menjadi penuh. Sebagian merangsek masuk ke dalam untuk melihat mereka dari dekat.

Main di panggung kecil, berarti lebih bisa berinteraksi dengan hangat dengan penonton yang menyaksikan mereka bermain. Kendati masih dibatasi barikade yang memberi jarak. Sore memainkan sederet lagu jagoan mereka termasuk melayani permintaan lagu tambahan yang diteriakkan oleh penonton.

Dari berbagai macam keunikan yang mereka kandung, rasanya kemampuan untuk merespon penonton dengan baik inilah yang membuat mereka tetap laku ditanggap di sana-sini. Sebagai performer di atas panggung, Sore mampu memberikan pertunjukan yang baik. Tentu saja, dengan kelengkapan lagu bagus yang banyak, hal itu jadi mempermudah keadaan.

Di depan penonton yang kebanyakan didominasi oleh mahasiswa, mereka tetap dengan fasih memainkan lagu-lagu lama dan memaksa penonton untuk bernyanyi. Belum lagi di Kampoeng Jazz 2017 kemarin, Kunto Aji juga naik panggung untuk menyanyikan dua lagu Sore bersama-sama. Ibaratnya, yang nonton Sore di Kampoeng Jazz 2017 kemarin menang banyak, ada beberapa bonus yang menyertai.

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!