Home Scoop Kesempurnaan Bukan Goal Eva Celia dalam Bermusik

Kesempurnaan Bukan Goal Eva Celia dalam Bermusik

Tuesday, May 16, 2017 - 10:58
Bagikan
Facebook Twitter Email

Setiap kota memiliki pengalaman dan cerita yang berbeda-beda itu lah yang terjadi di Intimate Tour '3 Cerita 1 Ruang". Meskipun dari kota pertama memilki konsep yang sama, tetapi tidak membuat showcase mereka "seragam".

Seperti saat manggung di titik ke-5, tepatnya di Maja House, Bandung, para musisi memberikan sesuatu yang lebih “dalam” kepada para penonton. Seperti Kunto Aji yang bercerita tentang bertama kali ia menulis lagu untuk temannya yang sudah meninggal, atau Eva Celia yang bercerita pentingnya kejujuran dalam membuat sebuah karya. Suasana Bandung yang dingin seketika menjadi hangat karena keintiman para musisi dan penonton pada malam itu.

 

Lagu Pertama Kunto Aji bercerita tentang temannya yang meninggal

Pada malam itu, Maja House dipenuhi dengan musisi, ada Dira Sugandi, Elfa Zulham Warongan, dan Teddy Adhitya. Mereka datang secara khusus untuk mensupport Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw. Pada kesempatan tersebut, Dira Sugandi bertanya pada Kunto Aji tentang pertama kalinya membuat lagu full dan bagaimana prosesnya. Secara mengagetkan, ternyata cerita lagu pertama yang dibuat oleh Kunto Aji mengandung arti yang sangat dalam.

Kunto Aji pertama kali menulis satu lagu full saat ia masuk ke SMA, waktu itu ia mendapati temannya yang bernama Andhika meninggal dunia karena berkelahi dengan anak sekolah lain, saat itu Kunto Aji meluapkan rasa sedih dan kehilangannya dengan sebuah lagu, dan tak disangka salah seorang guru Bahasa Indonesia-nya menyukai lagu tersebut sehingga diproses lebih lanjut sampai akhirnya pernah disiarkan di Radio Republik Indonesia (RRI). Hal tersebut memicu seorang Kunto Aji untuk menulis lagu lebih banyak lagi.

Kunto Aji pun punya cara sendiri untuk menulis lagu, langkah pertama yang ia lakuan adalah menentukan tema besarnya, lalu lanjut ke sub tema tentang apa yang bisa diangkat mengenai hal tersebut, baru lah ia masuk ke proses lirik dan notasi. Nggak heran jika karya-karya Kunto Aji selalu menjadi hype, karena ia benar-benar memikirkan dengan matang dari segi musikalitas dan juga pasar.

 

Bagaimana Eva Celia menemukan jati diri nya pada dunia musik

Tidak hanya Kunto Aji, Eva Celia juga bercerita tentang bagaimana ia memutuskan untuk fokus hanya di dunia musik. Eva Celia sempat berada di posisi galau apa yang harus ia kerjakan dan lakukan. Ia selalu sengaja melakukan berbagai macam hal yang menjauhkan dirinya dari dunia musik, tetapi saat menjalaninya, selalu ada yang bertentangan di hati Eva Celia, dan membuatnya selalu kembali lagi ke dunia musik. Disitulah titik balik Eva Celia memutuskan untuk tidak menunda-nunda lagi untuk berkarya di dunia musik.

Dan Eva Celia memilih jalan independent untuk mewujudkan keinginannya, menurutnya, karena kita hidup di zaman yang bisa melakukan apapun sendiri, dengan segala kemudahan fasilitas, tidak sulit untuk menyalurkan karya tanpa bantuan pihak lain, yang dapat berakibat merubah idealisme dalam bermusik. Eva Celia juga bercerita bahwa penting untuk jujur dalam membuat karya, tentang apa yang dikeluarkan dari isi hati dan perasaannya. Ini bukan tentang kesempurnaan tetapi ke bagaimana membuat karya yang memang dicintai oleh diri sendiri.

Karena jika berbicara tentang sempurna, tidak akan ada habisnya, selalu ada yang bisa ditambah, dan tidak pernah selesai. Eva Celia mengaku lebih menyukai proses daripada hasil, ia lebih menikmati perkembangan musik dan juga dirinya ketimbang mencapai kesempurnaan. Ia juga memiliki mimpi ingin memiliki label nya sendiri untuk membantu para musisi menampilkan karya nya dengan caranya sendiri.