• Profile
  • Joko Anwar; Apapun yang Berkaitan Dalam Film, Dibabat Habis!

Joko Anwar; Apapun yang Berkaitan Dalam Film, Dibabat Habis!

Thu, 27 October 2016

Nama Joko Anwar mungkin bisa dibilang sebagai seorang yang kawakan di dunia film. Nyatanya, pria Medan ini nggak cuma bisa jadi sutradara aja, melainkan juga penulis skenario serta produser. Siapa sangka, Joko Anwar bukanlah lulusan sekolah film, melainkan lulusan Aerospace Engineering di Institut Teknologi Bandung. Lho, kok bisa?

 

Bukan lulusan sekolah film

Sutradara kawakan, Joko Anwar, memang bisa dibilang punya bakat yang luar biasa dibidang perfilman. Tak berhenti hanya sebagai sutradara saja, Joko Anwar juga menjajal kemampuannya untuk menjadi produser, hingga penulis skenario. Hingga saat ini sudah banyak film yang melibatkan dirinya sebagai setidaknya satu dari posisi tersebut. Bicara soal penghargaan, nggak perlu ditanya karena nggak ada habis-habisnya.

Menariknya, dulu Joko Anwar hanyalah seorang pria Medan biasa yang hidup di kawasan miskin tanpa punya pengetahuan dibidang perfilman. Kecintaannya terhadap film sudah dimiliki sejak kecil. Saat itu, sering kali diputar film-film kung fu dan horor di dekat rumahnya. Bahkan, sejak SMP Joko sudah menulis dan menyutradarai pertunjukkan drama. Namun karena nggak ada biaya ke sekolah film, Joko hanya bisa belajar Aerospace Engineering di ITB.

 

Gara-gara Nia Dinata

Perubahan besar terjadi ketika di tahun 1999 dia menjadi seorang wartawan di The Jakarta Post. Kala itu Joko diangkat sebagai seorang kritikus film. Nasibnya berubah ketika dia mewawancarai Nia Dinata. Kala itu Nia terkesan dengan kritikan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek film berjudul Arisan! di tahun 2003. Film ini pun sukses mendapatkan beberapa penghargaan.

Film Janji Joni yang dirilis di tahun 2005 adalah karya pertama Joko sebagai sutradara. Cerita dalam film ini hebatnya ditulis oleh Joko saat dia masih duduk di bangku kuliah pada tahun 1998. Nggak salah bila film ini merupakan salah satu peraih box office terbesar di tahun 2005 sekaligus memenangkan penghargaan Best Movie di ajang MTV Indonesia Movie Awards. Dari situ karirnya semakin berkembang hingga sekarang.

Salah satu karyanya berjudul Kala adalah film nois pertama di Indonesia yang mendapat pujian dari kritikus internasional. Salah satunya adalah majalah film Sight & Sound, yang mengatakan Joko merupakan sutradara tercerdas di Asia.

Ini hanyalah salah satu kisah inspirasional dari banyak anak-anak muda di Indonesia. Lo punya sumber inspirasi sendiri nggak Urbaners? Kalau iya, langsung aja submit di MLD Content Hunt dan dapatkan jam tangan Matoa setiap minggunya!

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice