• Profile
  • Mengetahui Lebih Dalam Pembentukan dan Perjalanan Sebuah Brand bersama Leo Theosabrata

Mengetahui Lebih Dalam Pembentukan dan Perjalanan Sebuah Brand bersama Leo Theosabrata

Tue, 18 April 2017

Baru-baru ini, Urbaners yang telah submit di MLDSPOT Content Hunt diajak untuk mengikuti workshop dengan pebisnis yang dikenal sebagai salah satu co-founder dari The Goods Dept, yakni Leo Theosabrata. Workshop yang diadakan di Indoestri ini berlangsung sangat inspirasional dan edukatif. Karena pada kesempatan ini, Leo tidak mengajarkan materi atau teori untuk proses menjalankan usaha, tetapi lebih  kematangan pemikiran dan konsep, yang terintegrasi secara otomatis dengan jenis usaha apapun yang akan dijalankan.

Dengan mengambil tema "360 Approach To  Brand" workshop ini berlangsung kurang lebih 6 jam, tidak hanya sharing, tetapi Leo juga mewajibkan para peserta workshop untuk terjun secara langsung dan mempresentasikan konsep usaha mereka. Seperti apa sih keseruan Leo dan para peserta workshop?

 

360 Approach To Brand

Dalam proses perkembangan sebuah brand, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, makanya disebut 360 approach to brand. Karena 4 hal ini terkait satu sama lain untuk keberhasilan brand itu sendiri, yakni image builder, activator, enforeer, amd the bussiness. Image Builder yang berarti communicator atau personal branding yang biasanya dilakukan melalui media sosial, activator merupakan eksekutor dari brand tersebut yang berarti tau dan mengenal proses, enfoorer yang mendalami tentang Self-Made, dan terakhir engine yakni 'alat' yang akan digunakan.

 

Self-Made = Pilar Branding

Mungkin basic branding yang lo tau adalah 4P yakni price, product, place, and promotion, tapi ternyata ada satu hal lagi dari branding yang harus ada yakni idealisme yang tinggi terhadap brand itu sendiri. Leo menjelaskan bahwa idealisme harus selalu dipertahankan, dan fokus. Dalam masalah ini tidak ada yang expert, karena Leo sendiri masih terus belajar setiap harinya. Idealisme yang dimaksud adalah Self-Made yang didalamnya ada 4 bagian yakni self motivation, self dicipline, self taught, dan self enrichment.  Leo sangat menekankan tentang Self-Made karena bermanfaat untuk membentuk jati diri, pembentukan hidup dengan inisiatif passion itu sendiri.

 

Para Peserta membuat brand dadakan

Setelah Leo sharing tentang bagaimana membuat suatu usaha yang sustainable, kini waktunya ia menantang para peserta dengan membuat brand dadakan dengan peserta lainnya. Seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dan dalam waktu 1 jam mereka harus mempresentasikan brand tersebut didepan peserta lainnya. Tidak hanya memperkenalkan, tetapi lengkap dengan research, create "the story", mempunyai key message, write down "the journey", dan memberitahukan ekspektasi dari brand tersebut. Peserta langsung sibuk mencari ide dengan partner team nya.

 

Berbagai Macam Ide Bisnis

Setelah makan siang, satu per satu kelompok diberi waktu 10 menit untu konsultasi dengan Leo sebelum presentasi. Antusiasme mereka begitu terbukti dengan munculnya beberapa ide bisnis yang 'out of the box'. Ada yang memilih kategori fashion, denim, parfum bahkan jamu! Setiap kelompok come up dengan strategi dan ide yang cukup unik sebagai pembeda dengan brand yang sudah ada. Presentasi setiap kelompok pun berlangsung sangat seru, banyak masukan yang Leo berikan di setiap kelompoknya.

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice