Mods Culture: Gaya Hidup yang Menggabungkan Vespa Klasik dan Musik - MLDSPOT
  • Profile
  • Mods Culture: Gaya Hidup yang Menggabungkan Vespa Klasik dan Musik

Mods Culture: Gaya Hidup yang Menggabungkan Vespa Klasik dan Musik

Tue, 23 February 2021
Vespa Klasik

Semua orang punya referensinya masing-masing dalam berpakaian. Ada yang lebih suka berpenampilan dengan style sesuai kenyamanannya, ada yang sukanya up-to-date dengan fashion terkini, ada juga yang punya referensi dari band atau genre musik yang diminati.

Beberapa waktu lalu, MLDSPOT sempat membahas gimana band grunge mempengaruhi cara berpakaian yang sampai sekarang juga masih banyak diminati. Kali ini, MLDSPOT bakal ngebahas tentang gaya hidup yang juga mempengaruhi gaya berpakaian di dekade 60-an yang identik dengan musik rock & roll saat itu dan jadi outfit yang identik dengan vespa klasik – yang dikenal dengan Mods Culture.

Dari musik, kok bisa jadi vespa klasik – pasti lo bertanya-tanya, kan? Mengingat ternyata secara nggak sadar ternyata gaya hidup dan gaya berpakaian ini masih banyak diminati, sepertinya informasi ini penting untuk lo ketahui. Mending langsung aja simak selengkapnya mengenai mods culture di bawah ini ya, bro!

Gaya Berpakaian ‘Modern’ Saat itu

Vespa Klasik

Credit image – John’s Medley

Gaya ini awal mulanya muncul di London sekitar tahun 1960-an. Dimana gaya hidup mods ini berasal dari kata modernis. Gaya ini awalnya menjadi sebuah gaya fashion remaja saat itu yang mencoba untuk mematahkan tradisi berpakaian yang telah diwariskan.

Gaya berpakaian yang dikembangkan oleh para remaja kelas pekerja yang berpaku pada musik yang sedang diminati saat itu – yaitu rock & roll. Berdasarkan musik ini akhrinya para remaja menggunakan pakaian dengan warna solid, cerah, dan kontras.

Adaptasi berpakaian dari gaya musik ini berakar dari kelompok kecil di era 1950-an dimana modernisasi mulai muncul. Kelompok ini identik dengan para anggotanya yang mendengarkan musik jazz modern. Gaya inipun disambut oleh anak muda saat itu hingga berubah menjadi gaya hidup.

Dari Gaya Hidup dari Musik, Pakaian, sampai Vespa Klasik

Bermula dari gaya berpakaian, mods culture-pun berubah menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh kaum-kaum muda saat itu. Dari berpakaian, akhirnya mods culture menjadi punya pasar dan penggemarnya sendiri. Sejak kemunculannya, akhrinya para kelompok penganut mods culture ini sering mengadakan pertemuan di coffee shop.

Nggak cuma berpakaian dan gaya musik aja, ‘anak tongkrongan’ dengan gaya mods ini juga identik dengan menggunakan vespa klasik. Seiring berjalannya waktu, penganut mods culture menjadikan kepemilikan vespa klasik sebagai subkultur yang berbeda.

Vespa klasik menjadi pendukung dari gaya hidup ini sendiri sehingga menjadi lebih kompleks. Mods dianggap sebagai gaya hidup kaum urban yang lebih mementingkan pergaulan dibandingkan hal-hal lain dihidupnya. Dengan kehadiran vespa klasik, gaya hidup mods ini semakin merajalela.

Akhirnya, gaya hidup inipun nggak hanya dianut oleh para remaja kelas pekerja aja. Subkultur mods ini menjadi komersil secara nggak langsung tanpa harus dikomersilkan – karena dengan banyaknya penganut dari mods, akhirnya menjadi gaya hidup ini nggak hanya untuk para pekerja saja.

Mods Culture di Indonesia

Vespa Klasik

Credit image – Jakarta Mods Mayday

Di Indonesia sendiri, subkultur mods ini juga digemari – bahkan hingga saat ini. Salah satu penanda hadirnya mods culture di Indonesia adalah awal 1960-an dimana vespa klasik dan musik menjadi satu kesatuan bagi kaum muda mudi saat ini.

Nggak jauh berbeda dari London, di Indonesia sendiri para penganut mods culture ini juga mengikuti tren dari musik di dunia barat sana – The Beatles memiliki peran yang cukup banyak pada perkembangan subkultur mods di Indonesia.

Kepemilikan vespa klasiklah yang sedikit membedakan mods culture di Indonesia dengan di dunia barat sana. Karena di Indonesia, pemilik vespa klasik nggak hanya dimiliki oleh kaum pekerja ataupun kelas menengah bawah. Tren mods ini membuat vespa klasik menjadi lebih hidup.

Di Indonesia sendiri, para penganut mods ini berkumpul setiap perayaan Mayday dengan mengadakan Mods Mayday. Awalnya, kegiatan ini ahnya dilakukan oleh komunitas Skinhead Warriors dari mulut ke mulut, namun semakin berjalannya waktu, kegiatan ini menjadi rutinitas yang dilakukan pada bulan Mei setiap tahunnya.

Menarik banget subkultur tentang mods ini ya, bro – dari musik, gaya berpakaian, sampai ke vespa klasik. Mungkin kalau lo pengguna vespa udah nggak asing lagi untuk riding dengan komunitas mods lo tanpa lo sadari.

Jadi, apakah lo termasuk dalam pengikut mods culture ini? Atau justru menjadi tertarik untuk mengikutinya?

 

Feature image – John’s Medley

Tertarik Dengan Minimalism Lifestyle? Lo Harus Terapkan 5 Mindset Ini, Bro!

Wed, 30 December 2020
Bukan sekedar gaya hidup, ini mindset yang harus lo terapkan dalam minimalism lifestyle!

Dalam menerapkan gaya hidup, sekarang banyak banget orang yang punya jalannya masing-masing. Sesuai ritme diri lo sendiri, lo pasti bakal mengikuti gaya hidup yang paling cocok dan enjoy untuk lo jalanin – yang paling penting, gaya hidup lo harus lo sesuaikan dengan pemasukan lo ya, bro!

Sekarang ini banyak banget orang yang menerapkan gaya hidup minimalis. Bukan sekedar gaya hidup dengan serba cukup, gaya hidup ini juga mengajak lo untuk menerapkan mindset untuk lebih memaknai hidup.

Hidup seringkali dipandang sebagai sesuatu yang harus lo bahagiakan terus, dengan beli-beli barang yang lo pengen – padahal belum terlalu lo butuh.Gaya hidup kayak gini sebenernya sehat-sehat-nggak, bro. Kalau lo terusin, akan jadi boomerang buat diri lo sendiri, bro!

Hidup minimalis dalam bentuk mindset diperkenalkan oleh Francine Jay lewat bukunya yang berjudul “Seni Hidup Minimalis”, kalau lo tertarik untuk menerapkan gaya hidup ini, coba dimulai dari mindset nya dulu aja, bro. Simak dibawah ini ya!

Sortir Setiap Barang Dari Kegunaannya

Bukan sekedar gaya hidup, ini mindset yang harus lo terapkan dalam minimalism lifestyle!

Credit image – shutterstock.com

Setiap barang sebenarnya punya fungsi nya masing-masing, yaitu fungsional, dekoratif, dan juga emosional. Mungkin ada banyak barang lo yang punya sebenarnya tidak memiliki salah satu dari ketiga fungsi itu – yang akhirnya malah menjadi sia-sia, selain wasting money, wasting tempat juga, bro!

Mulai membiasakan diri dalam memberi barang sesuai kebutuhannya, kegunaanya, dan fungsinya bagi lo baik untuk kehidupan sehari-hari ataupun jangka panjang. Dengan memilih dan membeli barang sesuai dari ketiga fungsi diatas, pasti lo jadi mudah mensortir barang yang ada dan keuangan lo jadi lebih teratur deh, bro.

Semakin Sedikit Akan Semakin Baik

Setelah lo memilah barang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, nantinya lo akan menyadari bahwa semakin sedikit barang yang lo punya akan semakin simple juga gaya hidup yang lo miliki. Tanpa banyak uang, tenaga, dan waktu yang lo hasilkan, lo bisa dengan sendirinya menyadari bahwa gaya hidup ini akan memudahkan hidup lo.

Bukan berarti lo dituntut untuk hidup dalam keterbatasan, tapi minimalis akan mengajarkan lo untuk hidup serba cukup. Dari sinilah lo akan bisa memaknai value hidup – bahwa tanpa harus mewah dan berlebihan, lo juga bisa Bahagia, bro!

Menikmati Hidup Dengan Rasa Cukup

Kalau selama ini masih banyak orang yang menganggap kalau menjadi kaya adalah cara menikmati hidup yang paling baik. Menjadi orang minimalis lo harus menjauhi kata-kata itu, bro. Karena di dalam gaya hidup ini lo benar-benar diajarkan untuk menjadi orang yang selalu berkecukupan, apapun status ekonomi lo.

Menjadi orang yang cukup dalam hal ini bukan masalah finansial, tapi lo akan menganggap diri lo orang yang ‘kaya’ hanya dengan hidup berkecukupan. Tanpa harus memiliki goals yang tinggi, lo tetap bisa menjadi orang yang special kok – karena lo akhirnya akan menyadari, nggak semua hal harus lo miliki, bro!

Menikmati Dengan Mengapresiasi

Bukan sekedar gaya hidup, ini mindset yang harus lo terapkan dalam minimalism lifestyle!

Credit image - silkhaar

Sebagai makhluk hidup lo butuh pengakuan dari lingkungan dimana lo tinggal. Di gaya hidup minimalis ini lo akan sedikit berbeda, bro. Memang semua orang butuh pengakuan dan apresiasi, tapi semua nggak melulu datang dari orang lain, bro – semua bisa datang dari diri lo sendiri!

Mungkin akan terdengar kepedean, tapi dengan mengapresiasi diri lo sendiri dengan segala hal berkecukupan yang lo miliki bisa jadi hal yang merilekskan diri lo dari kehidupan yang gaduh diluar sana. Dengan mengapresiasi diri sendiri lo bisa lebih mengenal diri lo sendiri dan nggak mudah terpengaruh orang lain.

Ruang sendiri yang lo ciptakan dalam diri lo yang nantinya akan membuat lo merasa hidup dengan mewah meskipun hanya dengan berkecukupan. Seluruh mindset yang ditanamkan pada gaya hidup minimalis ini secara tidak langsung membuat hidup lo jadi lebih simple juga, bro!

Setelah membaca artikel ini, lo jadi tau kan, kalau minimalis bukan sekedar gaya hidup aja, tapi juga penerapan mindset yang membantu lo untuk menjadi orang yang mudah bersyukur juga. Dari membaca artikel ini juga lo jadi sadar kan, kalau menjadi bahagia nggak melulu soal materi.

Kalau lo ingin mengetahui lebih lanjut gaya hidup minimalis lebih dalam, silahkan baca sendiri buku Francine Jay ya, bro!

 

Feature image – urbanrhytm.co.au