• News
  • Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon

Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon

Mon, 30 September 2019
Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon

"Dari mana sih energi band ini?" mungkin pertanyaan itu yang bisa mewakili penampilan Barasuara sebagai musisi penutup Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon. Digelar 25 September kemarin di area parkir Cilegon Center Mall, Iga Massardi cs. bermain tanpa celah. Mereka bermain di malam hari dengan semangat bak matahari terik jam 12 siang, Urbaners. Tak terbendung. Penasaran? Simak hasil liputan MLDSPOT!

 

"Lo Berdiri, Baru Gue Mulai!"

Unit alternative rock asal Jakarta ini muncul satu per satu ke atas panggung, menempati formasinya masing-masing. Gerald Situmorang menjadi yang pertama menyapa ratusan penonton. Jawabannya masih sepi, dan sepertinya bukan sahutan yang diharapkan Barasuara. Tak lama Iga Massardi, sang frontman naik ke atas panggung. Dia menggantungkan gitar di tubuhnya dan menggenggam mikrofon dengan mantap. "Gue mau lo semua mengisi ruang yang kosong. Maju, dan berdiri. Baru gue mulai," kata Iga Massardi. Seruan itu akhirnya dijawab para penonton dengan teriakan semangat. Mereka semua mulai merapat ke bibir panggung. Bahkan, para penonton yang berada jauh dari panggung berlari mengambil posisi mereka. Malam itu, Barasuara membuka penampilan dengan sempurna.

 

4 Lagu Dikebut, Penonton Mulai Cemberut

4 Lagu Dikebut, Penonton Mulai Cemberut

Kalau lo perhatikan, penampilan musisi di satu panggung pada umumnya membentuk satu formula yang mengulang. Setelah membuka acara, sang musisi akan kembali berinteraksi dengan penonton setelah membawakan lagu pertama, atau paling pahit, setelah lagu ketiga. Tapi, malam itu Barasuara memainkan set yang berbeda. "Seribu Racun", "Haluan", "Masa Mesias Mesias" dan "Pancarona" dimainkan tanpa jeda. Mereka seakan terburu-buru. Walau suara penonton tak henti-hentinya melengkapi bagian reffrain masing-masing lagu, tapi perlahan pandangan mereka mulai celingak-celinguk. Mereka mengharapkan sebuah interaksi.

Sebagai band yang kenyang pengalaman, tentunya Barasuara mustahil tidak memperhatikan hal itu. Dan ya, setelah "Pancarona" Iga Massardi mengambil sebotol air minum dan melepas gitarnya. Pandangannya mengarah ke ratusan penonton. "Ini baru konser musik. Cilegon asik banget," ujar Iga dengan kemeja batik yang selalu menjadi ciri khasnya saat di atas panggung. "Gue mau kalian berjoget, sebelum berjodet itu dilarang. Bisa, kan?" sambungnya. Diiringi teriakan lantang para penonton, Iga kembali memegang gitarnya. Kali ini, Barasuara dan penonton sudah dalam satu frekuensi yang sama.

 

Bisa-bisanya Bercanda Sambil Promo

Salah satu vokalis wanita Barasuara, Asteriska, terlihat beberapa kali membasuh keningnya dengan punggung tangan. Kabar baik, suasana sudah panas. Keringat mengalir deras di masing-masing tubuh personil. Bahkan, Marco sang drummer tanpa ragu berdiri dan melepaskan bajunya. "Wow! Energi Cilegon luar biasa. Lagu selanjutnya!" tegas Iga. Tanpa diiringi instrumen dari personil lain, Iga mengambil tindakan di luar dugaan, Urbaners. Mantan gitaris The Trees and The Wild ini menyanyikan lagu fenomenal "Kasih Sayang Kepada Orang Tua" dari Mawang. Walau hanya beberapa bait. Tapi momen itu berhasil mengumpulkan fokus para penonton ke arahnya. Semua tertawa, begitu juga Iga dan personil yang lain.

"Hahaha. Santai. Jadi, kita mau rilis sesuatu bulan depan, nih. Mau tau apa? Lo tunggu aja!" tutur Iga. Sayangnya, kalimat itu dibalas Asteriska. "Eh, tapi sebenarnya udah kita umumin di YouTube. jadi nonton langsung aja di channel YouTube kita. Pokoknya sesuatu yang bakal kita rilis terbatas," tambahnya. Setelah MLDSPOT intip, ternyata Barasuara akan merilis mini album yang berisi remake lagu "Pikiran dan Perjalanan" dari masing-masing personil. Di mini album itu, setiap personil dipersilahkan mengaransemen ulang lagu "Pikiran dan Perjalanan" tanpa campur tangan dari personil lain, bahkan belum bisa didengarkan sampai album fisiknya rilis. Wah, bikin penasaran banget kan, Urbaners?

 

Menjadi Manusia di "Guna Manusia"

Menjadi Manusia di "Guna Manusia"Stage Diving, Slam Dance sampai gerakan tak beraturan jadi pemandangan yang paling menarik malam itu. Barasuara berhasil melontarkan energinya dan membuat penonton bersemangat berpuluh kali lipat dari sebelumnya. Tidak ada satu kalimat yang pantas diucapkan selain "kalian benar-benar luar biasa!". Usai bawakan "Sahara", panggung Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon akhirnya sampai di penghujung acara.  "Ya, kita sampai di lagu terakhir. Tapi sebelumnya ayo kita berdoa buat saudara-saudara kita yang sedang terimpa bencana asap. Bisa juga bantu mereka dengan sumbang apapun; uang, masker, pokoknya apapun yang menjadikan kita manusia berguna. Inilah 'Guna Manusia'," tutup Iga.

Sedikit distorsi tapi sangat mengganggu ingatan. Lirik-lirik yang cathcy dengan mudah merangsek ke dalam pikiran, terngiang di kepala. Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon malam itu menyisakan lampu panggung yang mati satu per satu. Tapi, semangat "Api & Lentera" yang Barasuara tinggalkan seakan masih menyala. Menanti kedatangan mereka kembali ke kota Cilegon. Terima kasih, para “Penunggang Badai!”.

 

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Fri, 10 July 2020
Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Kalau biasanya orang-orang memulai sesuatu dari passion, hal berbeda justru terjadi pada Muhammad Aga, barista profesional yang kini melebarkan sayap ke segala lini perkopian, hingga usaha roasting. Kesempatan dan koneksi menjadi dua faktor utama yang membuat pemilik coffee shop S.M.I.T.H ini bertemu dengan passion-nya yaitu kopi. Dari yang cuma sekadar mencari tambahan saku sampai akhirnya menjadi “teman hidup”.

Rabu (8/7) lalu, Muhammad Aga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya di acara InstaClass @MLDSPOT #MumpungLagiDiRumah. Dipandu Reza Alkadri, obrolan kemarin terasa cair dan insightful. Buat lo yang nggak sempat nonton live, berikut rangkumannya!

 

Perjalanan Panjang Menuju Kopi

“Gue dulu bukan peminum kopi,” kata Aga membuka cerita. Keisengannya melamar menjadi pegawai di coffee shop nggak lain untuk menambah uang saku. Siapa duga, setelah diterima, pria yang dulu berprofesi sebagai musisi ini ditempatkan sebagai barista.

Rasa ingin tahu dan kesempatan yang terbuka lebar akan perkopian membuat Aga menekuni profesi barista. “Salah satu ketertarikan gue karena sempat iseng ikut kompetisi di sebuah cafe dan menang. Eh, kayaknya gampang nih!” celetuk Aga.

Kala itu, kompetisi pertama yang diikuti adalah latte art. Kemudian di kesempatan berbeda, pria di balik @telusurasa  ini mengikuti kompetisi lokal dan lagi-lagi, menang. “Gue agak jumawa sih dan menggampangkan. Di situ letak kesalahan gue sekaligus pembelajaran,” kenang Aga.

Akhirnya Aga mengambil langkah besar untuk benar-benar mempelajari seluk-beluk kopi dengan mengikuti pelatihan baik dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut menurutnya memberikan dampak yang besar buat perjalanannya di dunia perkopian. “Gue banyak dapat ilmu tentang kopi dan ketemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Di sini gue menjadi semakin paham, link itu penting, passion dan kesenangan saja nggak cukup. Butuh banyak faktor supaya kita bisa berhasil di sebuah industri,” kata Aga mantap.

 

Dari Coffee Shop ke Storyteller

Aga adalah sosok di balik S.M.I.T.H, kedai kopi kekinian yang mengusung konsep fair trade. Semakin mendalami kopi, eksplorasi Aga pun kian ‘menggila’. Misinya, nggak hanya mencoba jenis-jenis biji kopi di Indonesia yang menurutnya kaya banget, melainkan kolaborasi segala lini melalui pelbagai medium.

Bagaimana cara Aga mewujudkan mimpinya? Petualangan dimulai ketika ia mulai traveling keliling Indonesia. Ia bertemu dengan para petani kopi dan melakukan kolaborasi bareng. Ada juga petani yang langsung menghubunginya untuk mengirimkan sampel. “Gue selalu terbuka untuk segala kemungkinan, mari kita sama-sama membesarkan industri kopi Indonesia,” ungkapnya bersemangat.

Pertemuan Aga dengan para pelaku industri kopi memicunya untuk menceritakan pengalaman pengolahan kopi pada penikmatnya. “Makin ke sini gue ngerasa kalau segelas kopi nggak hanya sekedar minuman, ada cerita dibalik pembuatan kopi tersebut. Ini menarik sekaligus mengedukasi dan memberikan inspirasi buat semua yang beririsan dengan kopi,” tambahnya.

Untuk itulah Aga membangun @telusurasa guna merekam perjalanannya menemukan biji kopi terbaik di Indonesia. Aga mengabadikan kisah perjalanannya dalam bentuk story telling visual supaya lebih enak dimaknai oleh masyarakat Indonesia. “Gue rasa masyarakat kita itu adalah penikmat visual. Kenapa gue bilang begitu, karena kopi di Indonesia jadi meledak semenjak ada film, ‘kan? Menurut gue, harus semakin banyak media visual yang menceritakan perjalanan kopi Indonesia,” kata Aga lagi.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Membaca Peluang Bisnis Kopi di Indonesia

Berangkat dari passion-nya dan melihat sebuah peluang, sampai saat ini Aga yang sempat main di film “Filosofi Kopi 2” ini terus melihat ragam peluang dan membaca kemungkinan-kemungkinan yang ada.

@harapandjaya adalah salah satu ekspansi dari passion Aga akan industri kopi. “Gue melihat tren es kopi susu, makanya bikin Harapan Djaya. Soalnya kalau digabung dengan S.M.I.T.H feel-nya nggak dapet,” jelas Aga.

Nggak hanya ruang untuk menikmati es kopi susu kekinian, Harapan Djaya ternyata juga menyediakan ruang sangrai kopi buat para pelaku industri kecil kopi. “Di sini gue melihat juga ada tren di Korea, di mana banyak pekerja kantorannya berjualan kopi di e-Commerce dan juga banyak tersedia co-roasting space. Gue mikir aja sih, gimana kalau ini dibuat di Indonesia?”

Prediksi Aga, benar adanya. Saat ini banyak anak-anak muda dan pelaku UKM kopi yang menggunakan roasting space yang dibangun Aga untuk menggoreng biji kopinya. Tidak Bahkan, Aga melihat industri kopi di Indonesia masih sangat menggeliat dan kita butuh wadah-wadah untuk melebarkan industri ini agar bisa maju bareng-bareng.

Berlangsung selama satu jam, obrolan bersama Muhammad Aga diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis. Kali ini, pemenang yang beruntung adalah @sikarebet78, yang berhak mendapatkan voucher belaja Blibli.com senilai Rp2 juta.

Seru banget, ‘kan? Nggak cuma dapet insight menarik dari para profesional di bidangnya, lo juga bisa nambah ilmu #MumpungLagiDiRumah. Makanya, pantengin terus MLDSPOT setiap hari Rabu di sepanjang bulan Juli ini, Bro! Akan ada acara-acara menarik dan kuis berhadiah jutaan rupiah.

See you on the next InstaClass MLDSPOT!