Home Scoop Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon
Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon

Barasuara yang Luar Biasa di Stage Bus Jazz Tour 2019 Cilegon

Monday, September 30, 2019 - 15:56
Bagikan
Facebook Twitter Email

"Dari mana sih energi band ini?" mungkin pertanyaan itu yang bisa mewakili penampilan Barasuara sebagai musisi penutup Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon. Digelar 25 September kemarin di area parkir Cilegon Center Mall, Iga Massardi cs. bermain tanpa celah. Mereka bermain di malam hari dengan semangat bak matahari terik jam 12 siang, Urbaners. Tak terbendung. Penasaran? Simak hasil liputan MLDSPOT!

 

"Lo Berdiri, Baru Gue Mulai!"

Unit alternative rock asal Jakarta ini muncul satu per satu ke atas panggung, menempati formasinya masing-masing. Gerald Situmorang menjadi yang pertama menyapa ratusan penonton. Jawabannya masih sepi, dan sepertinya bukan sahutan yang diharapkan Barasuara. Tak lama Iga Massardi, sang frontman naik ke atas panggung. Dia menggantungkan gitar di tubuhnya dan menggenggam mikrofon dengan mantap. "Gue mau lo semua mengisi ruang yang kosong. Maju, dan berdiri. Baru gue mulai," kata Iga Massardi. Seruan itu akhirnya dijawab para penonton dengan teriakan semangat. Mereka semua mulai merapat ke bibir panggung. Bahkan, para penonton yang berada jauh dari panggung berlari mengambil posisi mereka. Malam itu, Barasuara membuka penampilan dengan sempurna.

 

4 Lagu Dikebut, Penonton Mulai Cemberut

4 Lagu Dikebut, Penonton Mulai Cemberut

Kalau lo perhatikan, penampilan musisi di satu panggung pada umumnya membentuk satu formula yang mengulang. Setelah membuka acara, sang musisi akan kembali berinteraksi dengan penonton setelah membawakan lagu pertama, atau paling pahit, setelah lagu ketiga. Tapi, malam itu Barasuara memainkan set yang berbeda. "Seribu Racun", "Haluan", "Masa Mesias Mesias" dan "Pancarona" dimainkan tanpa jeda. Mereka seakan terburu-buru. Walau suara penonton tak henti-hentinya melengkapi bagian reffrain masing-masing lagu, tapi perlahan pandangan mereka mulai celingak-celinguk. Mereka mengharapkan sebuah interaksi.

Sebagai band yang kenyang pengalaman, tentunya Barasuara mustahil tidak memperhatikan hal itu. Dan ya, setelah "Pancarona" Iga Massardi mengambil sebotol air minum dan melepas gitarnya. Pandangannya mengarah ke ratusan penonton. "Ini baru konser musik. Cilegon asik banget," ujar Iga dengan kemeja batik yang selalu menjadi ciri khasnya saat di atas panggung. "Gue mau kalian berjoget, sebelum berjodet itu dilarang. Bisa, kan?" sambungnya. Diiringi teriakan lantang para penonton, Iga kembali memegang gitarnya. Kali ini, Barasuara dan penonton sudah dalam satu frekuensi yang sama.

 

Bisa-bisanya Bercanda Sambil Promo

Salah satu vokalis wanita Barasuara, Asteriska, terlihat beberapa kali membasuh keningnya dengan punggung tangan. Kabar baik, suasana sudah panas. Keringat mengalir deras di masing-masing tubuh personil. Bahkan, Marco sang drummer tanpa ragu berdiri dan melepaskan bajunya. "Wow! Energi Cilegon luar biasa. Lagu selanjutnya!" tegas Iga. Tanpa diiringi instrumen dari personil lain, Iga mengambil tindakan di luar dugaan, Urbaners. Mantan gitaris The Trees and The Wild ini menyanyikan lagu fenomenal "Kasih Sayang Kepada Orang Tua" dari Mawang. Walau hanya beberapa bait. Tapi momen itu berhasil mengumpulkan fokus para penonton ke arahnya. Semua tertawa, begitu juga Iga dan personil yang lain.

"Hahaha. Santai. Jadi, kita mau rilis sesuatu bulan depan, nih. Mau tau apa? Lo tunggu aja!" tutur Iga. Sayangnya, kalimat itu dibalas Asteriska. "Eh, tapi sebenarnya udah kita umumin di YouTube. jadi nonton langsung aja di channel YouTube kita. Pokoknya sesuatu yang bakal kita rilis terbatas," tambahnya. Setelah MLDSPOT intip, ternyata Barasuara akan merilis mini album yang berisi remake lagu "Pikiran dan Perjalanan" dari masing-masing personil. Di mini album itu, setiap personil dipersilahkan mengaransemen ulang lagu "Pikiran dan Perjalanan" tanpa campur tangan dari personil lain, bahkan belum bisa didengarkan sampai album fisiknya rilis. Wah, bikin penasaran banget kan, Urbaners?

 

Menjadi Manusia di "Guna Manusia"

Menjadi Manusia di "Guna Manusia"

Stage Diving, Slam Dance sampai gerakan tak beraturan jadi pemandangan yang paling menarik malam itu. Barasuara berhasil melontarkan energinya dan membuat penonton bersemangat berpuluh kali lipat dari sebelumnya. Tidak ada satu kalimat yang pantas diucapkan selain "kalian benar-benar luar biasa!". Usai bawakan "Sahara", panggung Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon akhirnya sampai di penghujung acara.  "Ya, kita sampai di lagu terakhir. Tapi sebelumnya ayo kita berdoa buat saudara-saudara kita yang sedang terimpa bencana asap. Bisa juga bantu mereka dengan sumbang apapun; uang, masker, pokoknya apapun yang menjadikan kita manusia berguna. Inilah 'Guna Manusia'," tutup Iga.

Sedikit distorsi tapi sangat mengganggu ingatan. Lirik-lirik yang cathcy dengan mudah merangsek ke dalam pikiran, terngiang di kepala. Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon malam itu menyisakan lampu panggung yang mati satu per satu. Tapi, semangat "Api & Lentera" yang Barasuara tinggalkan seakan masih menyala. Menanti kedatangan mereka kembali ke kota Cilegon. Terima kasih, para “Penunggang Badai!”.