• News
  • Kota ke-14 & Penampilan di Luar Batas

Kota ke-14 & Penampilan di Luar Batas

Mon, 30 September 2019
Kota ke-14 & Penampilan di Luar Batas

Pelataran parkir Cilegon Center Mall tampak berbeda dari biasanya, Urbaners. Sore itu, 25 September 2019 warna merah menjadi dominan, warna yang menjadi identitas MLDSPOT. Dari kejauhan, alunan musik yang diputar dari playlist di belakang panggung sudah menggema. Perlahan mata pengunjung yang berlalu lalang mulai terpaku, melihat papan bertuliskan Stage Bus Jazz Tour 2019 Tonight Show: Almira Joesoef, Syaharani & Queenfireworks, Rendy Pandugo dan Barasuara.

Yes, memasuki tur ke-15, MLDSPOT akhirnya tiba di Cilegon dan membawa beberapa nama musisi di atas. Seperti apa keseruan kemarin, Urbaners? Check this out!

 

Vote Almira Joesoef di AMI Awards 2019

Vote Almira Joesoef di AMI Awards 2019

Cilegon jadi panggung solo pertama vokalis MLDJAZZPROJECT Season 2, Almira Joesoef. Penyanyi bersuara khas ini tidak datang sendiri, Urbaners. Almira juga ditemani sang suami yang memegang posisi kibor, Wesley MLDJAZZPROJECT Season 2 di bass dan 2 additional player lainnya. Walau jadi panggung pertama, tapi total 7 lagu berhasil dituntaskan Almira dkk dengan sempurna.

Selain memperkenalkan 3 lagu buatannya, ternyata Almira juga membawa kabar baik lain. Malam itu dia menceritakan bahwa single “Littlefoot” yang dinyanyikan berhasil masuk daftar nominasi AMI Awards 2019. Single itu bercerita tentang kasih sayangnya terhadap sang anak, dan Almira berharap para pendengarnya di Cilegon bisa bantu memberikan suaranya dengan vote lansung di situs Ami Awards 2019. Let’ support, Bro!

 

Joget Tipis-tipis ala Syaharani & Queenfireworks

Joget Tipis-tipis ala Syaharani & QueenfireworksSingle "Apa Daya" yang baru dirilis Diva Jazz Indonesia ini akhirnya dibawakan pertama kalinya di panggung Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon. Dengan relaks dan santai, Syaharani mengajak penonton untuk ikut menyanyikan setiap baitnya. “Ikutin aku, ya. Gampang kok lagunya,” ucap Sayaharni. Penyanyi asal Jawa Timur ini juga mengajak penonton untuk #jogedtipistipis, hashtag yang berkumandang di media sosial Syaharani guna mengingatkan siapapun untuk tetap bahagia dengan berdansa. "Sedih nggak perlu berlarut-larut. Sambil nungguin album baru aku, ayo kita joget tipis-tipis," sambungnya.

Seperti yang MLDSPOT tulis minggu lalu, Syaharani & Queenfireworks saat ini juga tengah mempersiapkan perilisan album ke-4 mereka berjudul "Aloha". Sewaktu ditanya di belakang panggung, Syaharani menyatakan bahwa album ke-4 ini akan berbeda dari album sebelumnya. Kematangan bermusik dan pengalaman yang ada di dalamnya membuat album "Aloha" jadi satu album dari Syaharani yang wajib dikoleksi. Penasaran, Urbaners?

 

Rendy Bawakan "Why" di Panggung untuk Pertama Kalinya

Rendy Bawakan "Why" di Panggung untuk Pertama Kalinya

Janji Rendy Pandugo untuk membawakan lagu "Why" di Cilegon akhirnya ditepati, Urbaners! Lagu yang bercerita tentang keresahan seorang Rendy melihat siatuasi di Indonesia saat ini begitu merdu dengan iringan gitar akustik. "Gue berharap nggak ada lagi ribut-ribut. Oke?! Kita semua saudara dan seharusnya bersatu," ujar Rendy. Tanpa pikir panjang ratusan penonton di hadapan panggung langsung mengiyakan ajakan Rendy.

Saat menutup penampilannya, Rendy juga tak luput mengucapkan terima kasih kepada para pendengar setia yang sudah berkumpul di Cilegon. Beberapa dari mereka ada yang jauh datang dari Anyer, Menes dan sekitarnya. "Thank you buat lo semua yang datang ke Cilegon Center Mall. Dari semua tur yang udah gue jalanin, kota ini jadi yang paling ramai. Salute!" tutup Rendy.

 

Barasuara yang Luar Biasa

Barasuara yang Luar Biasa

Sebagai band yang kenyang panggung dan pengalaman, Barasuara berhasil membuktikannya kembali di Stage Bus Jazz Tour 2019 di Cilegon. Entah berasal dari mana energi Iga Massardi cs, tapi mereka berhasil membangkitkan semangat para penonton berkali-kali lipat dari sebelumnya. Akhirnya nggak sedikit penonton yang meneriaki Barasuara untuk membawakan lagu yang diinginkan. Tapi Barasuara juga punya satu keinginan yang harus dituruti malam itu, "Ayo semua maju ke depan dan berjogetlah sebelum berjoget itu dilarang," ajak Iga.

Di tengah penampilan, Barasuara juga mengumumkan kabar penting buat para “Penunggang Badai” di Cilegon. Unit alternative rock asal Jakarta ini akan merilis mini album yang berisi remake lagu "Pikiran dan Perjalanan" dari masing-masing personil. "Setiap lagunya nggak ada campur tangan dari personil lain, dan juga belum didengerin satu sama lain," tutur Asteriska. "Kita rilis bulan depan dan terbatas. Kalo mau tau lebih lengkap langsung aja liat di YouTube channel Barasuara," tutupnya.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Fri, 10 July 2020
Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Kalau biasanya orang-orang memulai sesuatu dari passion, hal berbeda justru terjadi pada Muhammad Aga, barista profesional yang kini melebarkan sayap ke segala lini perkopian, hingga usaha roasting. Kesempatan dan koneksi menjadi dua faktor utama yang membuat pemilik coffee shop S.M.I.T.H ini bertemu dengan passion-nya yaitu kopi. Dari yang cuma sekadar mencari tambahan saku sampai akhirnya menjadi “teman hidup”.

Rabu (8/7) lalu, Muhammad Aga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya di acara InstaClass @MLDSPOT #MumpungLagiDiRumah. Dipandu Reza Alkadri, obrolan kemarin terasa cair dan insightful. Buat lo yang nggak sempat nonton live, berikut rangkumannya!

 

Perjalanan Panjang Menuju Kopi

“Gue dulu bukan peminum kopi,” kata Aga membuka cerita. Keisengannya melamar menjadi pegawai di coffee shop nggak lain untuk menambah uang saku. Siapa duga, setelah diterima, pria yang dulu berprofesi sebagai musisi ini ditempatkan sebagai barista.

Rasa ingin tahu dan kesempatan yang terbuka lebar akan perkopian membuat Aga menekuni profesi barista. “Salah satu ketertarikan gue karena sempat iseng ikut kompetisi di sebuah cafe dan menang. Eh, kayaknya gampang nih!” celetuk Aga.

Kala itu, kompetisi pertama yang diikuti adalah latte art. Kemudian di kesempatan berbeda, pria di balik @telusurasa  ini mengikuti kompetisi lokal dan lagi-lagi, menang. “Gue agak jumawa sih dan menggampangkan. Di situ letak kesalahan gue sekaligus pembelajaran,” kenang Aga.

Akhirnya Aga mengambil langkah besar untuk benar-benar mempelajari seluk-beluk kopi dengan mengikuti pelatihan baik dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut menurutnya memberikan dampak yang besar buat perjalanannya di dunia perkopian. “Gue banyak dapat ilmu tentang kopi dan ketemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Di sini gue menjadi semakin paham, link itu penting, passion dan kesenangan saja nggak cukup. Butuh banyak faktor supaya kita bisa berhasil di sebuah industri,” kata Aga mantap.

 

Dari Coffee Shop ke Storyteller

Aga adalah sosok di balik S.M.I.T.H, kedai kopi kekinian yang mengusung konsep fair trade. Semakin mendalami kopi, eksplorasi Aga pun kian ‘menggila’. Misinya, nggak hanya mencoba jenis-jenis biji kopi di Indonesia yang menurutnya kaya banget, melainkan kolaborasi segala lini melalui pelbagai medium.

Bagaimana cara Aga mewujudkan mimpinya? Petualangan dimulai ketika ia mulai traveling keliling Indonesia. Ia bertemu dengan para petani kopi dan melakukan kolaborasi bareng. Ada juga petani yang langsung menghubunginya untuk mengirimkan sampel. “Gue selalu terbuka untuk segala kemungkinan, mari kita sama-sama membesarkan industri kopi Indonesia,” ungkapnya bersemangat.

Pertemuan Aga dengan para pelaku industri kopi memicunya untuk menceritakan pengalaman pengolahan kopi pada penikmatnya. “Makin ke sini gue ngerasa kalau segelas kopi nggak hanya sekedar minuman, ada cerita dibalik pembuatan kopi tersebut. Ini menarik sekaligus mengedukasi dan memberikan inspirasi buat semua yang beririsan dengan kopi,” tambahnya.

Untuk itulah Aga membangun @telusurasa guna merekam perjalanannya menemukan biji kopi terbaik di Indonesia. Aga mengabadikan kisah perjalanannya dalam bentuk story telling visual supaya lebih enak dimaknai oleh masyarakat Indonesia. “Gue rasa masyarakat kita itu adalah penikmat visual. Kenapa gue bilang begitu, karena kopi di Indonesia jadi meledak semenjak ada film, ‘kan? Menurut gue, harus semakin banyak media visual yang menceritakan perjalanan kopi Indonesia,” kata Aga lagi.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Membaca Peluang Bisnis Kopi di Indonesia

Berangkat dari passion-nya dan melihat sebuah peluang, sampai saat ini Aga yang sempat main di film “Filosofi Kopi 2” ini terus melihat ragam peluang dan membaca kemungkinan-kemungkinan yang ada.

@harapandjaya adalah salah satu ekspansi dari passion Aga akan industri kopi. “Gue melihat tren es kopi susu, makanya bikin Harapan Djaya. Soalnya kalau digabung dengan S.M.I.T.H feel-nya nggak dapet,” jelas Aga.

Nggak hanya ruang untuk menikmati es kopi susu kekinian, Harapan Djaya ternyata juga menyediakan ruang sangrai kopi buat para pelaku industri kecil kopi. “Di sini gue melihat juga ada tren di Korea, di mana banyak pekerja kantorannya berjualan kopi di e-Commerce dan juga banyak tersedia co-roasting space. Gue mikir aja sih, gimana kalau ini dibuat di Indonesia?”

Prediksi Aga, benar adanya. Saat ini banyak anak-anak muda dan pelaku UKM kopi yang menggunakan roasting space yang dibangun Aga untuk menggoreng biji kopinya. Tidak Bahkan, Aga melihat industri kopi di Indonesia masih sangat menggeliat dan kita butuh wadah-wadah untuk melebarkan industri ini agar bisa maju bareng-bareng.

Berlangsung selama satu jam, obrolan bersama Muhammad Aga diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis. Kali ini, pemenang yang beruntung adalah @sikarebet78, yang berhak mendapatkan voucher belaja Blibli.com senilai Rp2 juta.

Seru banget, ‘kan? Nggak cuma dapet insight menarik dari para profesional di bidangnya, lo juga bisa nambah ilmu #MumpungLagiDiRumah. Makanya, pantengin terus MLDSPOT setiap hari Rabu di sepanjang bulan Juli ini, Bro! Akan ada acara-acara menarik dan kuis berhadiah jutaan rupiah.

See you on the next InstaClass MLDSPOT!