Chef Bastian Muntu Kawinkan Cita Rasa Italia dan Karakter Jepang - MLDSPOT
  • News
  • Chef Bastian Muntu Kawinkan Cita Rasa Italia dan Karakter Jepang

Chef Bastian Muntu Kawinkan Cita Rasa Italia dan Karakter Jepang

Sat, 19 October 2019
Chef Bastian Muntu Kawinkan Cita Rasa Italia dan Karakter Jepang

Sebuah restoran di Jalan Pakubuwono VI memberikan nuansa yang berbeda dengan desain industrial dan ambience dari karakter Jepang yang khas. Jangan salah, menu yang dihidangkan bukan Japanese food, melainkan Italian food sebagai menu andalan dengan citarasa terbaik dari tangan chef profesional.

Adalah Bastian Muntu, seorang chef yang telah berkarier belasan tahun di berbagai negara dan berada di balik Savior Pakubuwono. Bersama 4 orang rekannya, Chef Bastian Muntu mewujudkan mimpi untuk menjadi “penyelamat” bagi mereka yang mulai bosan dengan suasana dan menu makan yang itu-itu saja.

 

13 Tahun Berkarier di Berbagai Negara

Chef Bastian Muntu berkarier selama 13 tahun di berbagai negara, menyajikan berbagai menu berkelas

Setelah menyelesaikan Diploma III di NHI atau yang kini dikenal sebagai STPB (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung), Bastian Muntu memulai karier dengan menjadi chef di beberapa hotel di Jakarta dan Bandung. Setahun setelahnya, Bastian mendapatkan berbagai tawaran menarik untuk bekerja sebagai chef profesional di Dubai. Selama 13 tahun, berbagai negara dijelajahinya melalui profesi sebagai chef profesional, mulai dari Dubai, Karibia, Angola, hingga Tokyo.

“Pengalaman saya bisa dibilang sudah komplit, mulai dari restoran, hotel, resort, royal family, kadang-kadang di yacht pribadi punya royal family juga, kecuali di Kapal. Memang saya nggak suka di kapal karena rutinitasnya itu-itu saja, nggak ada tantangan,” terang Chef Bastian Muntu.

Setelah puas berkarir di berbagai negara, Chef Bastian Muntu akhirnya kembali ke Indonesia untuk mengambil tawaran di Raffles Hotel Kuningan. Tak berhenti sampai di situ, Chef Bastian kembali mendapat tawaran di professional kitchen Asian Games. Dari sekian banyak pengalaman karir di berbagai negara, Chef Bastian mengaku pengalaman menjadi chef Asian Games 2018 merupakan yang paling membanggakan baginya.

“Di Asian Games terus terang saya bangga, karena di situ saya bisa memberikan kontribusi untuk negara,” ungkapnya.

Project Asian Games merupakan yang paling membanggakan baginya

Setelah menyelesaikan project Asian Games, barulah Chef Bastian Muntu bekerja sama dengan 4 orang rekannya yang sama-sama baru pulang berkarier di luar negeri kemudian mendirikan Savior of Pakubuwono.

 

Filosofi di Balik Nama Savior of Pakubuwono

Savior Pakubuwono berlokasi di Jalan Pakubuwono VI nomor 51, sesuai dengan namanya

Nama Savior mulanya diambil dari kata Savour yang berasal dari bahasa Latin dan memiliki arti “rasa.” Dari kata Savour kemudian bergeser menjadi Savior dengan harapan dapat menjadi “penyelamat” bagi mereka yang mulai bosan dengan suasana dan menu makanan yang itu-itu saja. Selain filosofi tersebut, ternyata ada suatu ketidaksengajaan yang menjadikan nama Savior sangat merepresentasikan restoran ini, lho!

“Dalam kata Savior, ada huruf VI yang dalam angka romawi berarti angka 6. Nah, ini mencerminkan lokasi kita berada di Jalan Pakubuwono 6. Huruf V dan I kalau dipisah juga berarti angka 5 dan 1, alamat kita itu tepatnya Jalan Pakubuwono 6 nomor 51, jadi pas banget!” terang Chef Bastian. Itulah alasan huruf VI kemudian menjadi logo dari restoran ini.

 

Menu Italian Food dengan Karakter Khas Jepang

Menu andalan di Savior Pakubuwono berupa Italian Food

Meski hadir dengan nuansa Jepang, Savior of Pakubuwono hadir dengan menu utama Italian food, terutama pasta sebagai menu andalan. Menurut Chef Bastian, Italian food merupakan comfort food yang paling cocok untuk semua orang dari berbagai gender dan usia. “Kalau ngikutin ego saya, bisa saja saya bikin molekular gastronomi atau fine dining seperti waktu saya bekerja di luar negeri. Tapi pertanyaannya, berapa banyak orang yang akan makan makanan yang sama dalam sebulan? Kalau pasta itu seperti mie yang orang nggak bosan untuk makan terus. Lagipula, saya suka Italian food,” tuturnya.

Selain Italian food, Chef Bastian juga mengkombinasikan menu di Savior of Pakubuwono dengan steak dan seafood, kalau-kalau pelanggan mulai bosan dengan menu pasta. Bahan baku untuk steak sendiri di-import langsung dari Australia dan Jepang. Sedangkan untuk seafood, Chef Bastian belanja sendiri seminggu sekali di Pasar Muara Angke, yang menurutnya punya banyak pilihan seafood segar dan berkualitas.

Selain Italian Food, Savior Pakubuwono juga menyediakan menu steak

“Kenapa harus dikemas dengan karakter Jepang? Pertama, karena kebanyakan penghuni apartemen di Pakubuwono ini berasal dari Jepang. Umumnya orang Jepang, ‘kan, nggak bisa berbahasa Inggris, itulah kenapa bahasa Jepang juga menjadi second language untuk nama menu di restoran ini,” jelas Chef Bastian Muntu.

Nuansa Jepang dan industrial di Savior Pakubuwono

Selain menggunakan bahasa Jepang untuk penamaan menu, Savior of Pakubuwono juga mengadaptasi service ala Jepang yang terkenal dengan keramahtamahan, kerapian dan kebersihannya yang patut untuk ditiru. Nuansa minimalis yang menjadi ciri khas Jepang juga terlihat kental di restoran ini.

Karakter Jepang yang minimalis terlihat jelas di Savior Pakubuwono

Dengan perpaduan yang apik tersebut, Savior of Pakubuwono menawarkan suasana tempat makan yang asyik, nyaman dan berkelas. Melalui Savior of Pakubuwono, Chef Bastian juga berharap dapat memajukan dunia kuliner Indonesia dengan mengincar penghargaan Star Cellar Door Award.

“Soalnya, di Indonesia belum ada restoran yang mendapatkan award itu. Mudah-mudahan Savior bisa jadi yang pertama,” ungkapnya.

 

Tips untuk Chef Pemula

Perjalanan karier yang panjang di berbagai negara tentunya memberikan Chef Bastian Muntu pengalaman yang nggak ternilai harganya. Buat Urbaners yang juga ingin menempuh karier di bidang yang sama, tips dari Chef Bastian Muntu hanya satu, yaitu jangan setengah-setengah!

“Sekolah di perhotelan itu ibaratnya kita dididik menjadi pelayan. Kalau jadi chef seperti saya, ya melayani orang dengan menyajikan makanan. Nah, kalau sudah sekolah pelayan, maka jadilah pelayan yang total agar bisa membuahkan hasil yang maksimal juga. Kalau total di bidang ini, hasilnya juga nggak akan tanggung-tanggung, lho!” tuturnya.

Jadi, sudah siap untuk totalitas di bidang pelayanan seperti Chef Bastian?

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com