Home Scoop Fourtwnty: Berkarya Itu Dibangun bukan Ditunggu
Fourtwnty di atas panggung dengan pengunjung yang padat

Fourtwnty: Berkarya Itu Dibangun bukan Ditunggu

Wednesday, October 2, 2019 - 11:21
Bagikan
Facebook Twitter Email

Suhu di Kota Bandung berkisar 21 - 23 celsius saat Fourtwnty naik ke atas panggung Stage Bus Jazz Tour 2019 - Bandung malam itu. Alunan musik santai ala Fourtwnty seakan-akan membuat dingin malam itu tak terasa ketika penonton ikut bernyanyi bersama. Sesaat sebelum Fourtwnty menyuguhkan 'persembahan'bagi para pengunjung yang hadir, MLDSPOT berkesempatan untuk berbincang bersama Ari Lesmana dan Nuwi.

Ada beberapa hal yang keluar dari Ari Lesmana dan Nuwi dari obrolan yang terjadi, baik bagaimana mereka memberikan pemahaman tentang makna di balik lagu mereka, juga proses kreatif yang terjadi ketika mereka menciptakan karya-karya yang muncul.

Bicara tentang Fourtwnty sepertinya tidak lepas dari 'Zona Nyaman'. Namun, terlebih dari itu, ada satu hal baru di balik Fourtwnty yang harus lo ketahui, yaitu jiwa nasionalisme yang tinggi. Selain membawakan lagu-lagu pribadi, Fourtwnty juga mengajak penonton bernyanyi bersama untuk Indonesia melalui lagu "Indonesia Pusaka". Merinding dan takjub, itu lah yang bisa dirasakan saat itu. Bagaimana tidak, bersama para penonton Fourtwnty yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di atas panggung menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penjiwaan. Hal ini juga sebagai wujud rasa prihatin mereka akan keadaan Indonesia yang sedang ‘memanas’ belakangan ini.

 

Hai, Fourtwnty lagi sibuk apa nih?

"Sibuk cari sponsor! hahahaha" Ungkap Ari. Kita lagi cari dana untuk kelangsungan konser pribadi yang dibuat sendiri secara mandiri di 10 titik di Indonesia. Sudah mulai dari awal bulan ini (September 2019) nanti end up nya di Desember 2019. Kita bikinnya sengaja bukan di kota besar, venue-nya pun kita pakai yang jarang untuk acara besar. Alhamdulillah antusiasme penonton cukup tinggi, kita juga liat banyak wajah-wajah baru yang datang. Seru banget!

 

Wow, goodluck ya kalian!

"AMIN!!" teriak Ari dan Nuwi penuh harap.

 

Banyak yang bilang Folk, tapi sebenarnya genre musik kalian (Fourtwnty) apa sih?

Kita Pop. Mungkin kalau boleh menambahkan atau menjelaskan Folk itu apa. Folk itu sebenarnya garis besarnya Pop. Ciri khas Folk hanya saja musik yang tidak bising, tidak riuh, lebih santai tapi tetep aja basic-nya tetep Pop.

Ari Lesmana ditengah kerumunan penonton

 

"Zona Nyaman" sepertinya sudah menjadi melekat dengan kalian. Tapi arti 'Zona Nyaman' untuk kalian sendiri itu apa sih?

Nyindir orang-orang pintar yang seharusnya ada di koridornya bukan di koridor sebaliknya. Dan bekerja lah sesuai hati bukan sesuai perut.

 

Oh, jadi "Zona Nyaman" adalah sebuah lagu sindiran?

Sindiran sih nggak terlalu keras ya, tapi yaudahlah pakai hati nurani aja. Mengerjakan sesuatu apapapun pakai hati sehingga lebih lurus dan puas, jadi nggak salah jalan.

 

Berarti "Zona Nyaman" adalah berbahaya?

Bahaya dong, kalau terlalu nyaman kan jadinya males.

 

Nah, kalian sendiri pernah ada di posisi "Zona Nyaman" nggak?

"Kasur rumah!", dengan lantang Ari menjawab. Jangan lama-lama di kasur pokoknya, jadinya ga produktif.

 

Sekarang masuk ke album "Ego & Fungsi Otak". Kalian (Fourtwnty) pernah mengutarakan bahwa album tersebut wujud perdebatan kalian. Apa sih yang kalian debatkan?

Karena gue (Ari Lesmana) dengernya apa, dia (Nuwi) dengernya apa, Roots juga pengennya gimana. Ego-nya jadi saling mengeras pada saat itu. Sebenarnya kita bertiga nggak seperti itu, walaupun apa yang kita dengar berbeda, cuma kita biasanya lebih ke 'oh iya bisa nih kayak gini'. Tapi pada saat itu nggak, pengennya gue (Ari), Nuwi aja, Roots aja. Ego-nya lebih tinggi. Akhirnya kita menyadari, ‘Ini ga bener nih', jadi kita berjauhan dulu masing-masing. Kalau orang pacaran ya kayak break dulu lah. Tapi proses itu nggak lama, akhirnya kita disadarin sama di fungsi otak itu tadi.

 

Lagu mana di album "Ego & Fungsi Otak" yang menurut kalian sangat berkesan?

"Kita Pasti Tua". Lagu itu berkesan banget, kayak kita menghayal nanti pas kita tua akan bagaimana ya.

 

Musik dan lirik kalian sangat menenangkan hati. Tapi pas kalian membuat lagu-lagu tersebut, situasinya sama tenangnya nggak sih?

Nggak, hahahaha. Kita malah lebih urakan. Bahkan kita sering menciptakan lagu di atas motor lagi nyetir. Kadang kalau kita lagi jalan berdua, suka bergumam, dan kalau bagus kita berenti dulu ngerekam. "Zona Nyaman", itu awalnya dari Roots dan lagi di motor. Kalau Fortwnty nggak percaya kalau mood itu di-tunggu. Tapi nggak memaksakan juga sih. Kalau kita merasa sudah maksimal tapi belum maksimal, baru istirahat dulu. Tapi yang jelas bukan menunggu.

Ari Lesmana dan Nuwi sedang mengutarakan pendapatnya saat mengobrol dengan tim MLDSPOT

 

Nah, gimana cara lo membangun mood tersebut?

Kadang apa aja bisa jadi sesuatu. Kayak kalau lagi marah, output-nya akan marah, kalau lagi happy keluarnya happy, dan kalau lagi simpati tentang keadaan, karyanya nggak jauh dari itu. Kadang kalau lagi ngumpul sama anak-anak dan ada yang cerita pengalaman yang baru aja dialamin terus kita kepikiran ‘eh lucu tuh’.

 

Kalau lo boleh memilih untuk kolaborasi, kalian akan milih siapa?

Ebiet G Ade! Karena suara beliau khas di musik mana aja, pasti akan seru banget. Yang kedua Jeje (Jason Ranti) mungkin--sambil menunjuk ke panggung--karena dia otaknya 'singit', kritis tapi jujur. Dia nggak fake, kita berteman sama dia bukan karena sama-sama musisi. Bahkan kalau nongkrong nggak ngomongin tentang musik. Ngobrolin yang aneh-aneh, dan orangnya spontan banget kadang ngajakin ngelakuin aktivitas yang nggak biasa, kayak waktu itu tiba-tiba Jeje ngajak ke hutan untuk kemah, dengan alasan "siapa tau bisa jadi sesuatu".

 

Beberapa karya kalian mengangkat hal-hal sosial, menunjukkan kalau memang concern akan apa yang sedang terjadi. Bagaimana pendapat lo tentang kondisi Indonesia saat ini tentang RUU KUHP yang bisa dibilang sedang meresahkan?

Harusnya mereka sekolah hati nurani. Maksudnya entah apa yang dipikirkan atau dipertimbangkan. Karena iya, yang udah-udah seperti itu. Mereka (Pemerintah) hanya mengamankan golongannya sendiri. Tidak sepenuhnya memikirkan masyarakat Indonesia.

 

Ada nggak sih gerakan yang kalian lakukan pada situasi sekarang ini?

Beberapa tim kemarin turun ke jalan ngumpulin logistik untuk mahasiswa yang berjuang di sana. Karena aku (Ari Lesmana) asli Pekan Baru jadi lebih focus perihal asap ya. Kita kirim masker atau apapun yang dapat membantu. Kita juga punya penggalangan dana. Tapi memang Fourtwnty nggak narsis bukan tipikal yang gembar-gembor di sosial media ngasih tau apa yang kita kerjakan. Langsung aksi aja.

 

Random question. Apakah kalian sudah cukup puas dengan pencapaian saat ini?

Kita aja nggak tau kita siapa. Kita nggak pernah mikirin kita sekarang sudah sebesar apa, ya gini aja jalanin apa yang ada.  Karena main musik adalah suatu kesenangan bagi kita, dan kesenangan nggak akan ada habisnya.

 

Terakhir, ada rencana untuk keluarin singel atau album baru nggak?

Ada. Singel baru sudah kita bawain di konser pribadi kita yang sedang berjalan judulnya "Hai". Album kalau jodoh akhir tahun, kalau nggak jodoh pas ulang tahun Fourtwnty yang ke-10 nanti pas April 2020. Karena kita maunya maksimal sih, meskipun kita pernah gembar-gembor mimpi akhir tahun ini selesai, tapi kan nggak bisa maksain keadaan juga. Agar lebih maksimal hasilnya.