• News
  • Here's The Winner of MLDARE2PERFORM Season 3!

Here's The Winner of MLDARE2PERFORM Season 3!

Fri, 08 December 2017

Akhirnya moment paling menegangkan dari serangkaian acara live audition MLDARE2PERFORM Season 3 telah usai. Para finalis telah berhasil menunjukkan skill mereka dihadapan para musisi-musisi handal Indonesia. Senang, tegang dan haru tercampur menjadi satu pada hari itu. Bagaimana tidak, proses live audition yang memakan waktu kurang lebih 9 jam tersebut itu terbagi dari beberapa sesi, pertama mereka solo satu persatu dengan ditonton para juri dan finalis lainnya, setelah makan malam, mereka melakukan sesi 2 yakni penilaian as a band dengan lagu yang sudah dipilih oleh juri.

Overall, juri merasa terpukau dengan keahlian para musisi muda ini, sehingga sulit untuk mereka memilih siapa yang menjadi pemenang MLDARE2PERFORM Season 3 dan dinobatkan menjadi MLDJAZZPROJECT Season 3! Bahkan mereka sempat meminta tambahan waktu untuk memilih pemenangnya, karena setiap juri tidak hanya memilih dari kategorinya masing-masing saja, melainkan keseluruhan. Perdebatan alot dirasakan saat memilih pemenang kategori piano, sampai akhirnya mereka harus menghitung dengan angka agar mendapatkan nama pemenangnya. Setelah beberapa lama, akhirnya juri telah memutuskan nama-nama yang menjadi pemenang MLDARE2PERFORM Season 3! 

 

Windy Hariyadi - Kategori Vocal

Lahir dikeluarga penikmat seni membuat Windy memutuskan untuk belajar bernyanyi dari kecil. Karir Windy dalam bermusik secara professional sudah ia mulai sejak kelas 3 SMP. Sebagian besar perjalanannya dalam bermusik terinspirasi oleh keluarganya.

Windy pernah mengikuti beberapa ajang pencarian bakat olah suara. Pertama kali ia mengenal musik jazz dari orang tuanya. Meskipun saat sekolah dulu ia sering disebut teman-temannya memiliki selera musik yang ‘tua’, namun tidak menjadi halangan untuk terus menggali musik jazz lebih dalam.

Menurut Windy, dalam musik jazz yang menjadi influencer nya dalam bermusik adalah Jane Monheit, Laura Figgy, Ella Fitzgerald, Diana Krall, Lalah Hateway, dan masih banyak lagi.

 

Muhammad Rizky Abdullah - Kategori Bass

Pemain bass kelahiran Jakarta berumur 25 tahun yang akrab dipanggil Eky (M. Rizky Abdullah) cukup terbilang ‘baru’ dalam perjalanannya bermain musik. Instrumen yang ia pelajari pertama kali adalah alat musik gitar saat kelas 3 SMP. Ia terdorong untuk bermain gitar berawal karena melihat temannya bermain gitar disekolah.

Eky mulai memegang bass saat SMA karena mengikuti sebuah ekstrakurikuler band di sekolahnya. Ia memutuskan untuk mempelajari bass lebih dalam di sekolah musik Farabi ketika berumur 17 tahun dibawah bimbingan Adi Darmawan. Awalnya ia kurang menikmati materi yang diberikan karena ia tidak terlalu menyukai musik Jazz, sampai akhirnya ia menyukai musik Jazz karena terpaksa ikut lomba band Jazz disebuah acara yang membuatnya menjadi juara 2.

Meskipun karir Eky dalam bermusik terbilang masih singkat, namun ia sudah meraih prestasi dan mendapatkan sertifikat pemain bass terbaik dari beberapa ajang pencarian bakat seperti Best Bassist Jazz Goes To Campuss, Runner-Up Monster Bass dan termasuk MLDARE2PERFORM Season 3.

Musisi-musisi yang menginspirasi Eky dalam bermain musik sangat beragam genre nya. Mulai dari Adi Darmawan, Popi (Efek Rumah Kaca), Bintang Indrianto dan juga Barry Likumahuwa.

 

Hansen Arief -  Kategori Drum

Hansen Arief atau akrab dipanggil Hansen mulai belajar musik karena dukungan penuh dari sang ibu. Pria berumur 21 tahun ini pertama kali belajar main drum kelas 5 SD di gereja dan melanjutkan les privat diluar gereja saat duduk dibangku SMP. Ia memilih untuk berkarir musik saat SMA karena dukungan yang tidak pernah putus dari orang tuanya sampai ia memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Pelita Harapan jurusan musik.

Inspirasinya dalam bermusik adalah semua orang-orang terdekatnya dan ia percaya bahwa permainan musik yang dimainkan merupakan sebuah pantulan dari kepribadiannya dan membentuk dirinya selama perjalanan hidup.

Beberapa influencer Hansen sangat beragam, seperti, Aaron Parks, Miles Davis, Tony Williams, Mark Guiliana, Peter Retzlaff dan masih banyak lagi.

 

Hezky Joe - Kategori Gitar

Pria berumur 26 tahun ini biasa dipanggil Hezky. Meskipun terpilih menjadi pemenang MLDARE2PERFORM  Season 3 kategori Gitar, namun latar belakangnya dalam dunia musik berawal dari mengikuti perlombaan menyanyi antar RT dan Mall. Ia baru memulai keseriusannya dalam memainkan alat musik gitar sejak kelas 2 SMA dibawah bimbingan Eko Darminto, Achmad Ananda sampai Oele Patiselano.

Sempat berhenti bermain gitar dan bernyanyi demi harus bekerja disebuah bank sampai menjadi guru disalah satu Playgroup membuat Hezky merasa tidak nyaman. Ia memutuskan untuk kembali pada passionnya dalam bermain musik dan memulai karir nya sebagai musisi pada tahun 2012.

Mengenali musik jazz berawal dari hobi ayahnya yang selalu memutar cd video live Jazz & Blues dirumah. Yang menginspirasinya dalam bermain musik Jazz adalah Oele Patiselano, George Benson, Bireli Lagrene, John Pizarelli dan Graham Dechter.

 

Yosua -  Kategori Piano

Yosua mulai belajar musik sejak umur 10 tahun secara otodidak. Lalu ia memutuskan untuk sekolah musik dan menggali pengetahuannya bermusik melalui jam session dan sharing dengan teman-temannya maupun musisi senior. Memulai karirnya sebagai musisi baru saat ia berumur 20 tahun.

Mengenali musik Jazz itu sendiri karena ia suka mendengarkan demo presets yang terdapat dialat musik Keyboard. Meskipun sempat kesulitan dalam bermain jazz karena pada umumnya ia merasa musik Jazz memiliki tingkat harmoni yang kompleks, namun ia sangat menikmatinya ketika ia dapat mengaplikasikan permain Jazz nya dalam Piano.

Musisi-musisi yang menginspirasinya dalam bermain musik antara lain adalah Indra Lesmana, Ade Irawan, Indro Hardjodikoro, Joey Alexander, Benny dan Barry Likumahuwa, Fanny Kuncoro, Roy Hargrove, Joey De Francesco, Oscar Peterson dan juga Cory Henry.

 

Erick Giri - Kategori Wind & Brass

Sebagai salah satu pemenang MLDARE2PERFORM Season 3 yang paling senior dari sisi umur, Erick baru belajar bermain musik dari instrumen Gitar dari SMP. Setelah duduk dibangku SMA, Erick memutuskan untuk serius mempelajari gitar dan mulai membentuk sebuah band disekolahnya dengan bolak-balik meminjam gitar kepada teman-temannya. Pada awalnya ia tidak terlalu didukung oleh orang tuanya dalam bermain musik sampai ia harus melanjutkan kuliah dijurusan Hukum pada tahun 2008.

Akhir Desember 2009, Erick mulai tertarik dengan alat musik Saxophone. Tapi karena harganya yang tidak murah, ia berusaha untuk mendapatkan dana dari beasiswa untuk membeli saxophone dan ditambah dengan hasil dari menjual gitar. Belajar otodidak hanya dari YouTube membuat Erick berhasil menggunakan bakatnya untuk berkarir sebagai session player dan memutuskan untuk pindah ke Jakarta setelah tamat universitas pada tahun 2014.

Memulai belajar musik Jazz baru pada tahun 2015 bersama temannya bertemu dengan Hezky Joe yang mengajak Erick untuk gabung didalam komunitas Jazz dan Jam Session. Erick merasa dengan mengikuti kegiatan MLDARE2PERFORM Season 3 ini adalah sebagai batu loncatan untuk menggali lebih dalam tentang musik Jazz.

Selamat kepada nama-nama diatas yang telah resmi menjadi MLDJAZZPROJECT Season 3! Selain mendapatkan sejumlah uang tunai dan manggung di main stage MLDSPOT Jakarta International Java Jazz Festival 2018 nantinya mereka juga akan mendapatkan private coaching clinic bersama para juri, aransemen dari produser musik handal Indonesia, pembuatan video klip perdana, manggung di festival-festival jazz di Indonesia, dan yang paling epic kompilasi album single mereka! Kira-kira akan seperti apa ya mereka nanti, Urbaners? Keep on update di media sosial MLDSPOT ya, Urbaners!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.