Lo sadar gak sih, tiap kali Stranger Things masuk musim baru, internet selalu mendadak jadi warung kopi teori konspirasi? Nah, di Season 5 ini, obrolannya makin liar. Bukan cuma soal siapa yang bakal tumbang atau Upside Down bakal sejauh apa ngerembet ke dunia nyata, tapi juga satu pertanyaan klasik yang muncul lagi: ini serial beneran fiksi, atau ada benang merah ke dunia nyata?
Katanya sih, Hawkins, eksperimen pemerintah, sampai makhluk aneh dari dimensi lain itu gak sepenuhnya hasil imajinasi. Ada yang bilang, Stranger Things cuma “dibungkus rapi” dari cerita-cerita lama yang pernah bikin Amerika merinding. Kedengeran lebay? Tunggu dulu.
Dari Hawkins Ke Arsip Rahasia Pemerintah
Kalau lo ngikutin teorinya, Hawkins Lab sering dibandingin sama proyek-proyek rahasia pemerintah AS era Perang Dingin. Salah satu yang paling sering disebut adalah Montauk Project; rumor eksperimen soal telepati, manipulasi pikiran, sampai portal dimensi lain.
Apakah semuanya terbukti? Ya jelas enggak. Tapi vibes-nya kerasa mirip. Anak-anak dijadiin subjek, ruang bawah tanah penuh rahasia, dan negara yang sok “buat kebaikan bersama”. Stranger Things emang jago bikin hal absurd terasa masuk akal, seolah-olah, “eh, jangan-jangan ini pernah kejadian, ya?”
Conformity, Ketakutan, Dan Dunia Nyata
Yang bikin makin menarik, Stranger Things bukan cuma main di monster dan nostalgia 80-an. Ada lapisan sosialnya juga. Artikel dari The Guardian ngebahas soal tema konformitas dan ketakutan kolektif yang muncul di serial ini. Intinya, Upside Down bisa dibaca sebagai metafora: ketakutan massal, tekanan sosial, dan paranoia yang pelan-pelan ngerusak dari dalam.
Makanya ceritanya kerasa relevan, walau setting-nya tahun 80-an. Ketakutan akan “yang berbeda”, obsesi pada kontrol, sampai rasa curiga ke institusi besar, itu semua masih relate sama dunia sekarang. Stranger Things kayak bilang, monster paling serem kadang bukan dari dimensi lain, tapi dari cara manusia bereaksi.
Fiksi, Tapi Gak Asal
Jadi, apakah Stranger Things itu kisah nyata? Ya enggak juga. Tapi bilang kalau semuanya cuma karangan kosong juga kurang adil. Duffer Brothers pinter ngeramu mitos, arsip gelap, dan kecemasan sosial jadi satu paket yang fun tapi nagih.
Mungkin disitulah kekuatan Stranger Things. Dia bikin kita mikir sambil tetap santai nonton. Lo bisa nikmatin aksinya, tapi kalau mau ngulik lebih dalam, selalu ada lapisan lain buat dibahas. Dan jujur aja, teori konspirasi itu setengah dari keseruannya, kan?
Siap-siap aja, teori baru bakalan terus lahir lagi. Dan obrolan di tongkrongan? Dijamin makin panjang.


No one has commented yet. Be the first to comment on this article!