• News
  • Manggung di MLDSPOT Stage, Grup Band Warna Kembali ke Formasi Awal

Manggung di MLDSPOT Stage, Grup Band Warna Kembali ke Formasi Awal

Mon, 27 November 2017

Keseruan luar biasa dirasakan pada The 90s Festival 2017 kemarin, salah satunya di stage MLDSPOT yang penuh dengan musisi 1990-an denga berbagai aliran musik. Stage yang berada di bagian kanan pintu masuk, dikelilingi pepohonan, membuat spot ini nyaman banget, Urbaners. Stage ini pun tidak pernah sepi pengunjung selama acara berlangsung, mulai dari penampilan pertama yang dibuka oleh Oppie Andaresta, sampai penampilan Base Jam sebagai penutupnya.

 

Penampilan Oppie Andaresta yang mendifinisikan anak 1990-an banget

Kalau melihat penampilan Oppie Andaresta pasti yang terbenak dipikiran lo adalah "Gaya anak 90-an banget nih", bagaimana tidak, penampilannya yang santai dengan menggunakan celana jeans dan kaos, lalu kemeja flanel yang diikat pada bagian pinggang, hampir semua anak 1990-an menggunakan style seperti itu 20 tahun yang lalu. Dan saat Oppie Andaresta menyanyikan lagu "Ingat-ingat Pesan Mama", seluruh pengunjung pun sontak bernyanyi bersama.

 

Reuni Warna dengan Dea Mirella & Nina Tamam

Pasti lo masih ingat kan dengan grup band yang menyanyikan lagu "Rindu Ini" ini, yap, Warna juga ikut memeriahkan stage MLDSPOT sore itu. Dengan pakaian warna senada, mereka menyanyikan lagu-lagu yang tentunya semua orang hafal diluar kepala, seperti "50 tahun lagi", "Dalam Hati Saja", "Masih Ada" dan masih banyak lagi. Yang lebih spesial, mereka juga mengundang mantan personel mereka yakni Dea Mirella & Nina Tamam untuk bernyanyi bersama dipanggung. Tidak hanya lagu-lagu mereka kembali mengudara , tetapi The 90s Festival 2017 juga menjadi ajang reuni dari grup band ini!

 

MLDJAZZPROJECT Season 2 cover lagu-lagu terbaik 1990-an

Mungkin belum banyak yang tau lagu-lagu MLDJAZZPROJECT Season 2, tapi hal tersebut tidak menjadi masalah, mereka berhasil menghibur para pengunjung dengan menyanyikan lagu-lagu terbaik dari era 1990-an seperti "Andai Ia Tahu" dari Kahitna, "Ku Gadaikan Cintaku" dari Gombloh, dan "As Long As You Love Me" dari Backstreet Boys.

 

Lagu Ti Di Dit dari NEO & Sweet Martabak membuat semua pengunjung histeris

Semakin malam, semakin seru, sekitar pukul 19.00 Neo & Sweet Martabak memasuki stage MLDSPOT dan menyanyikan lagu "Ti Di Dit", semua penonton langsung berteriak dan nge-jam bareng rapper & dj hits 1990-an ini. Tidak bisa dipungkiri, semua orang hafal diluar kepala lagu-lagu mereka, sebut saja "Tono Tini", "Cewe Matre" dan juga "Boss". Pada malam itu, area penonton tampak sesak karena penuhnya pengunjung yang datang hanya untuk menyaksikan penampilan NEO & Sweet Martabak. Pada kesempatan kali itu, mereka juga sempat mengutarakan pendapatnya tentang 1990-an, Neo & Sweet Martabak tidak mau kalau dibilang 'belum move on' dari era tersebut. "Zaman terus berjalan, tetapi memori terindah masa 1990-an memang tak terlupakan", ujar salah satu personil NEO.

 

Nostalgia bersama Fariz RM

Selesai NEO & Sweet Martabak, salah satu musisi legendaris Indonesia, Fariz RM langsung memasuki stage MLDSPOT dengan "Nada Kasih" sebagai pembukanya. Seperti biasa, sambil bernyanyi, Fariz RM pun memainkan keyboard dengan lincahnya. Umur yang sudah tak bisa dibilang muda lagi, tidak menjadi kendala musisi satu ini untuk menampilkan yang terbaik. Fariz RM yang mengaku telah melintasi 3 zaman yakni 1980, 1990, sampai 2000-an tentu sangat merasakan perkembangan musik hingga menjadi seperti sekarang, khususnya pada bagian komunikasi musik itu sendiri.

 

Penampilan Base Jam yang energik

Penampilan Adon, Sigit dan kawan-kawan ini memang selalu ditunggu ya, Urbaners. Terbukti, saat mereka memasuki panggung, area stage sudah dipenuhi pengunjung dari berbagai generasi. Base Jam memang selalu memberikan sesuatu yang spesial, semangatnya di panggung ter-deliver sangat baik ke para pengunjung, membuat semua orang ikut 'jejingkrakan' bernyanyi bersama. Mereka juga sempat membawakan lagu dari New Kids On The Block yang berjudul "Step By Step". Base Jam menutup acara di stage MLDSPOT dengan sangat baik, dan tentunya unforgettable!

Nah, dari semuanya, mana nih yang menjadi favorit lo kemarin, Urbaners?

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.