Home Scoop Menemukan Jati Diri Saat Di MLDJAZZPROJECT
Menemukan Jati Diri Saat Di MLDJAZZPROJECT

Menemukan Jati Diri Saat Di MLDJAZZPROJECT

Wednesday, February 20, 2019 - 14:12
Bagikan
Facebook Twitter Email

"Akhirnya gue sampai pada tahap ini," itulah ekspresi dari Hezky Joe saat detik-detik terakhir performance MLDJAZZPROJECT Season 3 di MLDSPOT Stage Hall A3 di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2018. Nggak cuma Hezky, seluruh personel MLDJAZZPROJECT pun merasakan hal yang sama. Banyak banget perubahan positif yang didapatkan setelah resmi menjadi pemenang MLDare2PERFORM. Mau tau apa yang mereka rasakan selama menjadi MLDJAZZPROJECT?

 

Menemukan 'dirinya' dalam bermusik

Menemukan 'dirinya' dalam bermusik

Almira sang vokalis Season 2 mengakui bahwa MLDJAZZPROJECT merupakan sebuah game changer untuk dunia permusikannya. Karena akhirnya ia menemukan 'dirinya' dalam bermusik. Karena kalau dulu ia hanya wedding dan cafe singer, dimana hanya menjadi background sound orang-orang makan atau mengobrol, sekarang saat bernyanyi semua orang pay attention, enjoy bahkan berdansa. Bagi Almira ini membuktikan bahwa she can do more than just another cafe singer. Dan sejalannya waktu selama di MLDJAZZPROJECT Season 2, Almira juga mengakui bahwa she found the voice what her supposed to do. Warna dalam bermusik, dan juga batasan atas suaranya. Hingga sekarang setiap ia bernyanyi, seperti ada label yang tertuliskan "ini Almira". Nggak heran, karya bermusiknya kian menanjak, with or without MLDJAZZPROJECT Season 2. Single solo terakhirnya berjudul "Little Foot" yang dinaungi oleh Big Hello Records & Warner Music Indonesia sempat masuk "New Music Friday” dari Spotify bahkan menjadi salah satu nominasi "The Next Big Thing" di AMI Awards.

 

Bukan hanya sekedar 'tampil'

Bukan hanya sekedar 'tampil'

Perasaan ini juga dirasakan oleh Hezky Joe, pasalnya saat di MLDJAZZPROJECT Season 3 ia seakan mengasah skill aransemen. Karena kini ia tidak bisa asal main, tetapi harus ada unsur art-nya di setiap penampilan. Padatnya jadwal manggung bersama MLDJAZZPROJECT Season 3 juga mengasah stage performance Hezky. Bagaimana ia menularkan spirit-nya ke personel lain dan juga penonton melalui musik yang dibawakannya. Banyaknya kolaborasi bersama musisi lain, seperti membuka jalan untuk bertemu koneksi dalam bermusik yang mungkin kesempatan ini tidak bisa dirasakan oleh musisi muda lainnya. Dan ini juga berdampak positif untuk pekerjaannya dalam dunia musik di luar MLDJAZZPROJECT Season 3.

 

Bagaimana beradaptasi dengan orang baru

Bagaimana beradaptasi dengan orang baru

Sebuah improvement biasanya tidak terlalu terasa dalam jangka waktu panjang, tetapi tidak saat di MLDJAZZPROJECT Season 3 bagi Hansen sang drummer. Ia sangat merasakan peningkatan dalam bermusik sejak awal memenangkan MLDare2PERFORM Season 3.  Karena saat itu ia diharuskan untuk bermain bersama orang baru, main di berbagai panggung denga schedule yang padat. Kalau masalah skill, menurut Hansen, semua personel memiliki power-nya masing-masing. Tapi bagaimana menyatukan itu semua hingga menjadi sesuatu yang baru itulah goal-nya. Tetapi itu lah yang membuat Hansen merasa perkembangan bermusiknya cukup pesat saat di MLDJAZZPROJECT Season 3. Dan diluar skill dalam bermusik, jadwal manggung secara tidak langsung juga meningkatkan aspek manajemen waktu untu dirinya. Berlatih untuk membagi waktu di setiap kesibukan.

 

'Bekal' yang bermanfaat sampai sekarang

'Bekal' yang bermanfaat sampai sekarang

Karel William yang merupakan personel angkatan pertama dari MLDJAZZPROJECT juga mengakui, banyak banget yang didapatkan saat memenangkan MLDare2PERFORM Season 1 beberapa tahun lalu. Bahkan sebelum manggung kesana kemari dan dibuatkan album bersama personel lainnya. Ia merasa bekal singkat yang juri saat workshop dan sangat bermanfaat hingga saat ini. Nggak heran kalau Karel kini langganan menjadi session player musisi-musisi terkenal.