• News
  • Menikmati Merdunya Penampilan Perdana Ahmad Abdul di Solo

Menikmati Merdunya Penampilan Perdana Ahmad Abdul di Solo

Wed, 21 August 2019

Keseruan rangkaian Stage Bus Jazz Tour (SBJT) 2019 masih terus berlanjut, Urbaners. Menyusul Yogyakarta dan Semarang, pada tanggal 18 Agustus lalu Solo menjadi kota berikutnya yang berkesempatan untuk dihibur oleh penampilan para musisi jazz ternama Tanah Air. Ahmad Abdul pun menjadi musisi paling ditunggu-tunggu pada malam itu.

Tampil di puncak acara Stage Bus Jazz Tour usai Bass G, Indro Hardjodikoro feat. Sruti Respati, dan Payung Teduh, Ahmad Abdul hadir layaknya seorang ksatria bergitar di atas panggung. Suaranya yang khas dan petikan gitarnya yang begitu piawai berhasil menyihir para penonton yang bekumpul di The Park Mall. Lebih dari 1.000 penonton terbius pesonanya dan sesekali ikut bernyanyi dengan penuh semangat. Melihat hal itu, nggak heran kalau Solo mendapat julukan sebagai kota The Spirit of Java.

Namun demikian, kesan yang luar biasa sebenarnya nggak hanya dirasakan oleh para penonton yang hadir saja. Ahmad Abdul sendiri nggak kalah excited, soalnya ini merupakan kali pertama sang penyanyi asal Kupang, NTT tampil di Solo. Walau kondisinya juga kebetulan lagi kurang fit, nggak menyurutkan keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik bagi para penonton. What a great experience for everyone, right? “Jujur ini pertama kalinya saya tampil di Solo. Saya nggak nyangka sambutannya bakal seramai ini,” ujarnya berterima kasih kepada para penonton.

Lebih lanjut, salah satu lagu yang dibawakan Ahmad Abdul di Stage Bus Jazz Tour Solo adalah single terbarunya yang berjudul “Bukan Cintaku”. FYI, lagu tersebut dirilis dan perdana ditampilkan secara live pada tanggal 1 Maret silam di panggung MLDSPOT Stage Bus Jazz pada event Java Jazz Festival 2019. Diciptakan oleh trio Laleilmanino alias Nino RAN serta Lale dan Ilman Maliq & D'essentials, lirik lagu cinta itu mengisahkan tentang perasaan seseorang yang lelah menanti dan butuh kepastian.

Menariknya, saat Ahmad Abdul menyanyikan “Bukan Cintaku” sambil memainkan gitarnya dengan penjiwaan maksimal, banyak penonton tampak seperti sedang flashback ke pengalaman pribadi mereka masing-masing. Ada yang asyik bergoyang saking terhanyut dalam liriknya, ada yang menepuk pundak teman sebelahnya seakan ingin menguatkan, dan ada pula yang hanya berdiri mematung sambil ingin menahan tangis. Well, Ahmad Abdul memang jago deh bikin kita baper to the max.

Di samping itu, Ahmad Abdul turut melantunkan single “Coming Home” dengan energik. Bersama band-nya yang kompak, pria berusia 29 tahun ini menyuguhkan aransemen yang apik. Meski cuaca di malam itu terbilang cukup dingin, suasana Stage Bus Jazz Tour Solo seketika terasa begitu hangat dan intim layaknya sedang bercengkrama di rumah sendiri. Fix kangen rumah ini mah!

Khusus untuk single “Coming Home”, merchandise resminya sudah tersedia di Abdictive Merch lho, Urbaners. Merchandise berupa T-Shirt berwarna hitam dengan artwork pegunungan sederhana itu sama persis seperti yang dipakai Ahmad Abdul saat tampil di Stage Bus Jazz Tour Solo. Hayo ngaku, sudah punya kaosnya belum?

Nggak ketinggalan, menjelang akhir penampilannya Ahmad Abdul menyempatkan diri untuk ber-selfie dengan para penonton yang berada di barisan depan panggung. Dia mengapresiasi energi penonton yang seakan nggak ada habisnya, bahkan membuatnya tetap bertahan untuk tampil di atas panggung. Dia juga menyampaikan harapannya untuk bisa segera kembali berjumpa dengan para penonton.

Wah, Kayaknya perasaan para penonton Stage Bus Jazz Tour Solo masih campur aduk nih gara-gara Ahmad Abdul. Buat lo yang ingin merasakan pengalaman serupa, nantikan Stage Bus Jazz Tour di kota selanjutnya, ya!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.