Home Scoop MLDSPOT Instaclass Auto Gymkhana Melahirkan Peslalom Baru
MLDSPOT Instaclass Auto Gymkhana Melahirkan Peslalom Baru

MLDSPOT Instaclass Auto Gymkhana Melahirkan Peslalom Baru

Monday, March 12, 2018 - 13:46
Bagikan
Facebook Twitter Email

Teriknya sinar matahari tidak menyilaukan niat para peserta MLDSPOT Instaclass: Auto Gymkhana untuk mendalami slalom pada saat itu. Karena kapan lagi mereka ditutor langsung dengan para pakarnya, Alinka Hardianti dan Anjasara Wahyu yang merupakan atlet nasional Gymkhana yang membawa harum nama Indonesia di kejuaraan Gymkhana Asia tahun lalu. Jumat, 09 Maret 2018 adalah moment bersejarah bagi sebagian peserta MLDSPOT Instaclass: Auto Gymkhana, karena mereka juga berkesempatan lolos seleksi menjadi peserta untuk Putaran Pertama Kejurnas Auto Gymkhana keesokan harinya. Bagaimana sih keseruan Instaclass kali ini, Urbaners?

 

Bekal Teknik Dasar dari Alinka & Anjasara

Sekitar pukul 11.00AM para peserta sudah berkumpul di Rumah Makan Ampera untuk registrasi ulang dan mendapatkan workshop atau bekal sebelum praktek di lapangan bersama Alinka & Anjasara. Selepas makan siang, mereka pun langsung berkumpul di suatu ruangan agar dapat lebih fokus menyerap ilmu yang diberikan oleh para atlet muda tersebut. Pada kesempatan kala itu, Alinka dan Anjasara  menjelaskan teknik dasar slalom dalam Gymkhana yakni ZigZag, U turn, Figure 8, 360 derajat. Ini adalah obstacle yang pasti dihadapi para peslalom, dan cara menaklukannya pun berbeda.

Alinka & Anjasara juga menjelaskan secara detail tentang bagaimana akselerasi angkat gas, putar setir dan tarik rem tangan bekerja saat melakukan slalom. Ketiga hal tersebut tidak boleh dilakukan berbarengan, tetapi timing-nya harus sangat cepat, sehingga setiap gerakan harus mencari moment yang tepat.

Peserta MLDSPOT Instaclass: Auto Gymkhana yang berjumlah sekitar 17 orang pun terlihat sangat fokus mendengar penjelasan mereka. Mereka pun bertanya lebih teknikal, seperti perlunya rem kaki dalam slalom ataupun pengembangan dari 4 teknik dasar tersebut.

Sekitar satu jam belajar teori slalom secara verbal, tanpa basa-basi mereka pun bersiap-siap untuk mempraktekannya langsung di sirkuit yang akan digunakan untuk Putaran Pertama Kejurnas Gymkhana tepatnya di Sport Jabar Arcamanik. Tapi sebelum keluar ruangan, seluruh peserta pun dibagi menjadi 2 tim, yakni tim Alinka dan tim Anjasara.

 

Mempraktekan langsung slalom Gymkhana

Setelah dibagi 2 tim mereka langsung bergegas ke venue yang terletak tidak jauh dari R.M. Ampera tersebut. Sesampainya disana, kedua tim pun langsung diperlihatkan dan bagaimana Alinka & Anjasara menaklukan medan yang ada di sirkuit dengan waktu yang cepat tanpa menyentuh obstacle yang ada. Secara bergantian para peserta ikut dalam mobil yang dikendarai mereka.

Tim Alinka dan Tim Anjasara latihan secara terpisah. Tim Alinka yang tepat berada di pintu masuk dan Tim Anjasara bagian dalam sirkuit tersebut. Setelah itu, para peserta pun langsung dipersilahkan merasakan secara langsung berada di belakang kemudi dengan para mentor (Alinka & Anjasara) sebagai co-driver. Tidak hanya mendampingi, di dalam Toyota Agya yang ber-logo MLDSPOT mereka juga memberi arahan secara langsung saat para peserta melakukan slalom. Tidak hanya ada Alinka & Anjasara, hadir pula tim Toyota Gymkhana lainnya yakni Demas Agil, dan Adrianza Yunial.

 

Perebutan posisi untuk mengikuti turnamen Gymkhana Putaran Pertama

Latihan mereka selama 2 jam tersebut bukan hanya untuk memperkenalkan slalom, tetapi juga bekal untuk memperbutkan slot untuk menjadi peslalom dalam kejuaraan Auto Gymkhana sesungguhnya. Yap, bener banget, Urbaners! 10 dari 17 peserta akan benar-benar mengikuti kejuaraan bergengsi ini. Dengan dipandu oleh Direktur GENTA AUTO & SPORT yakni Tjahyadi Gunawan sekaligus menjadi juri penyeleksian mini competition satu ini.

Sebelum mempraktekan apa yang sudah dipelajari, para peserta diberi waktu untuk maping, yakni menghafal rintangan dan tantangan yang akan dihadapi. Ini adalah salah satu kunci keberhasilan para peslalom untuk melawan waktu dalam turnamen, yakni menghafal 'soal' yang diberikan. Peserta memiliki caranya sendiri-sendiri untuk maping, ada yang menelusuri langsung seperti reka ulang, ada juga yang mengira-ngira dengan menggambar imajinasi sirkuit menggunakan gerakan tangannya. Setelah 20 menit maping, and let the competition begin.

Hari sudah mulai mendung dengan angin yang bertiup kencang, berbanding lurus dengan ketegangan yang dirasakan oleh para peserta. Pantas saja, mereka adalah newbie di dunia slalom, meskipun pecinta olahraga Gymkhana, tetapi mereka tidak pernah mempraktekannya secara langsung. Sebagai pembukannya ada Annisa asal Semarang yang memperlihatkan keahliannya, tetapi sangat disayangkan pada teknik terakhir yakni 360derajat, ia menabrak pembatas jalan. Dengan total waktu 1 menit 7 detik. Setiap peserta memperlihatkan kepiawannya secara maksimal dalam mengontrol kemudi pada sore itu, catatan waktunya pun sangat mumpuni. Rata-rata peserta menyelesaikan race-nya dengan waktu 40 detik saja.

Kompetisi ini pun ditutup dengan aksi yang cukup ‘ekstra’ dari salah satu peserta yakni Tantan Gunawan  dengan menyelesaikan tantangan sesuai maping dengan waktu yang cukup cepat, dan saat di garis finish ia juga sempat memberikan slalom terakhirnya didepan para peserta lain. Efek debu yang beterbangan akibat gesekan ban dengan aspal dan menghasilkan suara nyaring itu cukup mengundang kagum semua yang melihatnya.

Setelah beberapa saat melakukan perhitungan, 10 peserta yang bisa menyelesaikan tantangan dengan mulus dan waktu tercepat langsung ke meja registerasi untuk mendapatkan kartu peserta Putaran 1 keesokan harinya. Selamat untuk para peserta, one step closer untuk menjadi peslalom profesional!