• News
  • Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Thu, 05 December 2019
Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Ngayogjazz tidak melulu tentang musik yang ditampilkan. Tapi, ada banyak cerita lain yang juga mampir di depan mata.

Puluhan ribu pengunjung, jelas terbagi konsentrasinya. Tidak melulu mengarahkan diri pada panggung pertunjukan, tapi juga berbagai macam kebutuhan yang tersedia. Panitia Ngayogjazz punya perhatian yang tidak main-main pada hal-hal di luar teknis penyelenggaraan panggung musik.

Yang pertama kali harus dicek begitu melangkahkan kaki ke Ngayogjazz adalah para pelapak yang menawarkan hal-hal yang berkaitan dengan musik. Ada beberapa pedagang kaset lawas dan para pelapak musik dari Jogja Records Club yang menawarkan album-album bagus dalam format kaset, plat dan bahkan vinyl. Merchandise festival dan band-band yang tampil juga tersedia. Yang ini, jadi buruan khusus. Tidak heran, selepas break maghrib, sudah banyak barang yang stoknya menipis diburu pengunjung.

Instalasi bambu juga mencuri perhatian. Ketika langit masih terang, banyak pengunjung yang berfoto sekaligus mengabadikan berbagai macam instalasi yang terpasang.

Makanan juga menyediakan banyak pilihan untuk pengunjung. Mulai dari makanan khas desa yang disediakan oleh warga di teras-teras rumah mereka hingga para penjaja makanan festival yang memang seringkali muncul setiap ada penyelenggaraan event sejenis. Sekedar catatan, Yogyakarta adalah salah satu kota yang jumlah festivalnya paling banyak se-Indonesia.

Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Penyebaran seluruh menu tambahan ini, ada di nyaris seluruh sisi kampung Kwagon, venue Ngayogjazz 2019 ini. Sepertinya, penyelenggara memang ingin menciptakan banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi di festival ini. Penonton dipersilakan memilih menu mana yang ingin dinikmati. Mulai dari mengantri panjang di depan panggung besar, kecil atau teras rumah yang disulap. Menyaksikan ragam kesenian yang terus menerus tampil bergantian. Atau sekedar berkumpul dengan teman-teman terdekat dan ngobrol menghabiskan hari di sebuah perayaan kebudayaan yang begitu megah.

Dewa Budjana, di tengah-tengah set yang ia mainkan, sempat memuji Ngayogjazz. Katanya, “Di dunia, cuma di Jogja yang bisa begini.”

Melihat apa yang terjadi sepanjang hari, ia benar; cuma Jogja yang bisa begini.

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!