• News
  • Romantisme Ed Sheeran dan Istri dalam MV Terbarunya: "Put It All on Me"

Romantisme Ed Sheeran dan Istri dalam MV Terbarunya: "Put It All on Me"

Mon, 30 December 2020
Ed Sheeran dan istri, Cherry Seaborn, sedang berbaring bersama di salah satu scene video klip Put It All on Me.

Pada bulan Juli 2019 lalu, Ed Sheeran merilis album No. 6 Collaboration Project. Sesuai namanya, album ini memang merupakan proyek kolaborasi Ed Sheeran dengan berbagai musisi. Salah satunya adalah Ella Mai, dengan lagu berjudul Put It All on Me.

Fast-forward ke bulan Desember 2019, video klip dari lagu tersebut akhirnya dirilis. Menariknya, Ed Sheeran mengajak sang istri, Cherry Seaborn, buat tampil di video klip tersebut. Padahal, selama ini pria asal Inggris itu cenderung private soal hubungannya dengan sang istri.

 

Konsep Sederhana, Tunjukkan Kebersamaan Berdua

Ed Sheeran mengenakan kemeja kotak-kotak, menghibur sang istri yang mengenakan sweater warna-warni.

Secara konsep, bisa dibilang kalau video klip Put It All on Me sebenarnya sangat sederhana. Nggak ada efek berlebihan yang dipakai. Namun, sepertinya memang sejak awal dibuat seperti itu agar bisa lebih menonjolkan kebersamaan Ed Sheeran dan Cherry.

Mayoritas video klip menampilkan keduanya yang menari mengikuti irama lagu di berbagai negara. Sebut saja California, New York, Zanzibar, hingga Pacific Northwest. Nggak ketinggalan 1 adegan cute dimana mereka menari di dapur rumah sambil memasak bersama.

 

Sudah Saling Suka Sejak SMA

Selama ini, Ed Sheeran memang cenderung tertutup soal kehidupan percintaannya. Makanya, ketika muncul kabar bahwa ia dan Cherry sudah resmi menikah sejak Januari 2019, banyak fans cukup kaget. Padahal, kalau menurut Ed Sheeran, hal tersebut sangatlah normal karena ternyata mereka sudah saling suka sejak SMA!

Walaupun sempat putus komunikasi selepas SMA, Ed Sheeran dan Cherry berhasil menjalin hubungan kembali beberapa tahun lalu. Karena chemistry masih terasa, keduanya pun memutuskan buat menikah pada awal tahun 2019 lalu.

 

Putuskan untuk Hiatus Sementara

Ed Sheeran mengenakan kaus putih dan kemeja kotak-kotak, mengalungkan gitar, berdiri di atas panggung.

Video klip Put It All on Me sepertinya menjadi karya Ed Sheeran yang terakhir buat sementara waktu, Urbaners. Melalui postingan Instagram-nya pada 24 Desember 2019, Ed Sheeran mengumumkan bahwa ia bakal mengambil break buat sementara waktu. Ia merasa nggak berhenti beraktivitas sejak 2017 lalu.

Makanya, pada sesi break kali ini, Ed Sheeran bakal menghabiskan waktu buat diri sendiri dan keluarga sambil traveling dan tentunya menulis lagi. Sampai kembali dari break-nya nanti, ia memutuskan untuk nggak aktif di media sosial.

 

Ikut senang rasanya melihat Ed Sheeran tampil bersama sang istri di video klip Put It All on Me. Semoga ia bisa menjalani masa break dengan tenang dan segera kembali dengan karya-karya yang lebih oke.

 

 

Sources: Nme.com, rollingstone.com, creativedisk.com

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!