Home Scoop Sensasi Berpetualang di Album Perdana MLDJAZZPROJECT Season 3
Sensasi Berpetualang di Album Perdana MLDJAZZPROJECT Season 3

Sensasi Berpetualang di Album Perdana MLDJAZZPROJECT Season 3

Wednesday, November 7, 2018 - 16:03
Bagikan
Facebook Twitter Email

Berwarna, lovely, unik, abstrak & harmoni. Itulah kata yang menggambarkan album MLDJAZZPROJECT Season 3 dari setiap personilnya. Pemenang MLDare2PERFORM Season 3 ini memang baru saja menyelesaikan album perdana mereka. Dibantu oleh para musisi senior seperti Indra Perkasa, Nikita Dompas dan juga Ronald Steven, mereka berhasil mengekspresikan passion mereka dalam bermusik melalui karya.

Tanda syukur Windy dari lagu "Sendu Sendiri"

Yang lebih spesial lagi, pada album mereka terdapat 10 track lagu, 6 lagu yang mereka ciptakan masing-masing dan 4 lagu cover. Setiap lagu yang mereka ciptakan adalah representatif diri mereka sendiri, seperti berpetualang, jika mendengarkan album ini lo akan merasakan berbagai emosional dan nuansa. Mulai dari nuansa pantai yang tenang pada lagu Windy sang vokalis, atau luasnya antariksa yang di gambarkan Ecky melalui lagu “Nebula”.

Penasaran nggak sih bagaimana lagu mereka dan apa arti dari lagu tersebut?

 

Tanda syukur Windy dari lagu "Sendu Sendiri"

Tanda syukur Windy dari lagu "Sendu Sendiri"

Lagu lama yang sudah diciptakan sejak duduk di bangku SMA ini memberikan disempurnakan kembali khusus untuk album MLDJAZZPROJECT Season 3. Saat membuat lagu ini Windy yang sedang sendirian dikamar, membayangkan menikmati ketenangan suasana pantai sendiri dan flashback atas apa yang sudah dicapai sampai saat ini. Dan bagaimana ia mensyukuri hal tersebut. Lagu ini seperi Me-time bagi Windy, bagaimana jiwa dan raga berdamai seirama menikmati apa yang ada saat ini tanpa mengkhawatirkan hal yang belum terjadi.

Traveling ke Antariksa bersama Eky dengan lagu "Nebula"

Tak lupa Windy juga menyisipkan hal-hal yang membuatnya hingga menjadi seperti sekarang. Yakni keluarga. Inspirasi Windy membuat lagu ini tidak lain adalah keluarganya. Ia tidak mungkin menjadi seperti sekarang kalau bukan dari dukungan sang keluarga. Lagu "Sendu Sendiri" ini pun ditujukan pada semua orang yang telah berhasil melampaui batasnya keluar dari comfort zone tetapi tidak lupa titik awal ia berkarir.

 

Traveling ke Antariksa bersama Eky dengan lagu "Nebula"

Traveling ke Antariksa bersama Eky dengan lagu "Nebula"

Lagu "Nebula" dari Muhammad Rizky yang biasa disapa Eky ini akan mengajak lo keliling antariksa dengan nada-nada yang eksperimental. Eky yang memang menggemari apapun tentang luar angkasa selalu berkhayal kalau suatu saat nanti ia akan jalan-jalan ke luar angkasa, dan "Nebula" menjadi soundtrack yang paling pas pada perjalanan tersebut. Imajinasi Eky pada lagu ini sangat terasa dan membuat siapapun yang mendengarnya dapat merasakan energi luar bumi tersebut. Eky mengakui, untuk mendapatkan inspirasi menciptakan lagu bisa dimana saja, seperti lagu ini, ia mendapatkan inspirasi saat sedang mengendarai sepeda motor. Seketika ia langsung menepi dan merekam apa yang ia pikirkan saat itu. Cukup random ya, Urbaners?

 

Terima kasih Hezkie pada sang ibu di lagu "Paula"

 

Eky juga mengaku bahwa dalam pembuatan lagu "Nebula" tidak lah sulit, karena ia sudah tau apa yang diinginkan. Tetapi menyampaikan pada personil MLDJAZZPROJECT Season 3 lainnya yang membantu mengisi lagu ini yang cukup tricky. Karena Eky menggunakan suara-suara yang cukup asing, sehingga mereka harus mencoba satu persatu, karena memang tidak bisa digambarkan.

 

 

Terima kasih Hezkie pada sang ibu di lagu "Paula"

Terima kasih Hezkie pada sang ibu di lagu "Paula"

FYI, Paula adalah nama ibunda dari Hezky sang gitaris MLDJAZZPROJECT Season 3. Memang lagu ini didedikasikan khusus untuk sang ibu yang sudah mendukung Hezky dari awal karir hingga sekarang. Hubungan Hezky dan ibunya bisa dibilang seperti air dan api, sering sekali berlawanan satu sama lain. Tetapi pada akhirnya Hezky tau, yang diinginkan sang ibu hanyalah yang terbaik. Sehingga perdebatan kecil kini menjadi bumbu yang manis bagi hubungan mereka. Makna yang dalam pada lagu ini adalah rasa terima kasihnya pada sang ibu dan semua perasaan yang Hezky rasakan untuk sang ibu tersalurkan pada lagu "Paula".

Perjalanan bermusik Yosua digambarkan di lagu "Vision"

Dibalik cerita yang bermakna, lagu ini sempat mengalami pertarungan ego pada diri Hezky. Saat ia bingung memilih chord yang harus dimasukkan. Akhirnya ia berusaha se-lowkey mungkin dalam memilih chord agar bisa dinikmati oleh semua orang. Meskipun lagu ini didedikasikan untuk sang ibu, tetapi lewat lagu ini Hezky juga berpesan untuk para teman-teman musisi untuk terus semangat dan konsisten berkarya meskipun dipandang sebelah mata. Tetapi jika terus konsisten, orang sekitar pun akan merasakan spirit tersebut dan berbalik arah untuk mendukung. Seperti yang terjadi pada Hezky dan keluarganya.

 

Perjalanan bermusik Yosua digambarkan di lagu "Vision"

Perjalanan bermusik Yosua digambarkan di lagu "Vision"

Kalau lo mendengar lagu "Vision" sama saja merasakan perjalanan hidup dari Yosua Hutagalung. Terinspirasi dari musisi-musisi yang sudah berhasil sebelumnya seperti Indra Lesmana dan Barry Likumahuwa yang memilih musik menjadi jalan hidupnya, membuat Yosua optimis tentang apa yang diyakininya pada musik. Sama seperti Hezky, dalam lagu ini Yosua juga ingin berpesan pada siapapun yang berkarir di musik bahwa terus lah berjurang, "keep the spirit up" nantinya universe akan membukakan jalan jika lo terus yakin dan berusaha.

Positive vibe yang Erick salurkan di lagu "Morning Coffee"

Tantangan yang dirasakan Yosua pada lagu ini adalah bagaimana ia mencari mood untuk lagu ini sendiri. Mulai dari urutan lagu, sampai penempatan solo. Untungnya Yosua dibantu oleh seluruh personil MLDJAZZPROJECT Season 3 untuk mengatasi itu semua. Mereka mencoba satu persatu dan mencari penempatan yang terbaik.

 

Positive vibe yang Erick salurkan di lagu "Morning Coffee"

Bagaimana Bruce Lee sangat berjasa pada lagu Hansen yang berjudul "Ode To Bruce"

Bangun saat pagi hari dengan kopi atau teh hangat akan cocok banget jika ditemani oleh lagu dari Erick yang berjudul "Morning Coffee". Seperti judulnya, dalam membuat lagu ini, Erick pun terinspirasi saat ingin memulai hari. Erick mengaku jika ia mendengarkan lagu yang membuatnya in a good mood saat pagi hari, vibe itu akan bertahan sepanjang hari. Inilah yang mau ditularkan oleh Erick melalui lagunya. Ia ingin membawa mood yang positif bagi siapapun yang mendengarkannya. Padatnya jadwal saat pembuatan lagu dan proses rekaman album ini tidak menjadi kendala untuk Erick, ia tetap bisa menyelesaikan tepat waktu, dan tentunya dengan bantuan teman-teman dari MLDJAZZPROJECT Season 3 dan juga para music director.

 

Bagaimana Bruce Lee sangat berjasa pada lagu Hansen yang berjudul "Ode To Bruce"

Bagaimana Bruce Lee sangat berjasa pada lagu Hansen yang berjudul "Ode To Bruce"

Bruce pada judul ini nggak lain dan nggak bukan adalah Bruce Lee. Yap, Hansen memang dari kecil sangat mengidolakan aktor yang sangat iconic ini, bukan tanpa alasan, Urbaners. Hansen mengaggap pedoman hidup Bruce Lee dapat dikorelasikan dengan perjalanan bermusiknya. Apalagi saat ia mendengar lagu "Be Water" dari drummer favoritnya yakni Kendrick Scott. Pada awal lagu terdapat kata-kata Bruce Lee yang selalu diingat oleh Hansen, yakni "Styles tend to not only separate men — because they have their own doctrines and then the doctrine became the gospel truth that you cannot change,". Style disini dianggap Hansen seperti genre musik, yang membuat orang-orang terpisah terkotak-kotakan karena genre. Dan hal tersebut make sense karena budaya, tradisi dan ras itu menciptakan art-form yangberbeda-beda.

Ada kata-kata "How can I express myself totally and completely? Now, that way you won't create a style, because style is a crystallization" Hansen pun mengartikan kata-kata ini, kalau lo ekspresiin diri lo sepenuhnya lo nggak akan bikin satu genre melainkan menjadi diri sendiri. Inilah yang membuatnya sangat menggemari Bruce Lee dan prinsip ini sangat dipegang teguh oleh Hansen dalam bermusik.

Kembali soal "Ode To Bruce", moment pembuatan lagu ini cukup intense bagi Hansen. Ia yang sedang disibuki dengan tugas kampus harus membagi waktunya dengan sangat ketat. Bahkan saat mendekati deadline ia sering berpindah-pindah ruangan, beberapa saat menyelesaikan tugas kampus, lalu pindah ruangan lain untuk menyelesaikan lagu "Ode To Bruce". Untungnya kedua task lists tersebut dapat terselesaikan tepat waktu.

Masing-masing personil punya background dan cara pandang berbeda dalam bermusik, inilah yang membuat album MLDJAZZPROJECT Season 3 ini begitu berwarna, karena setiap personilnya menjadi diri mereka sendiri. Diversity begitu terasa yang akan membuat lo jauh dari kata bosan. Kalau lo penasaran, langsung aja download di platform music kesayangan lo!