• News
  • Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Tue, 20 August 2019
Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Dua hari penuh jazz terjadi di jantung kota Ubud, Bali. Ubud Village Jazz Festival berlangsung untuk tahun ketujuh.

Ubud bukan hanya tentang yoga dan gaya hidup sehat. Musik jazz juga punya tempat yang permanen. Untuk tahun ketujuh, Ubud Village Jazz Festival diselenggarakan pada 16-17 Agustus 2019. Venuenya masih sama, Arma Museum & Resort di Jalan Raya Pengosekan.

Ubud Village Jazz Festival punya tiga buah panggung: Giri, Padi dan Subak. Ketiga panggung ini punya ciri khasnya masing-masing. Nuansa yang ditawarkan pun berbeda. Di Panggung Giri, yang merupakan panggung paling besar, headliners festival ini tampil. Melipir ke belakangnya ada Panggung Subak yang super hangat. Sementara di sisi seberang Panggung Giri, berdiri Panggung Padi yang sedikit terisolasi.

Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Tidak ada yang mesti diupayakan dari kondisi alam Ubud yang memang sudah cantik. Masing-masing panggung tadi, menciptakan karakternya sendiri berdasarkan lokasi tempat berdirinya. Panggung Padi, misalnya. Sebuah pohon besar yang ada di sisi kiri panggung bukannya dihindari, tapi malah dijadikan satu bagian yang tidak terpisahkan.

Para penampilnya sendiri, begitu beragam. Festival ini, mempertontonkan berbagai macam jenis musik yang datang dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari Moskow sampai Kediri. Pengalaman menyaksikannya merupakan sesuatu yang rasanya tidak banyak didapatkan dari festival sejenis di Indonesia. Keunikan menyajikan menu keberagaman yang variatif rasanya menjadi satu kelebihan penting festival ini.

Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Keterbukaan terhadap musik, bisa jadi satu hal yang dituntut untuk para penonton yang datang. Mereka tidak perlu paham siapa yang main, tapi menonton dan kemudian menikmati musik yang dimainkan jadi lebih penting. Jika kenangannya menempel, bisa diteruskan dengan membeli cd-cd para penampil yang tersedia di booth merchandise festival.

Ukuran festivalnya juga tidak besar. Total pengunjung tidak lebih dari 1000 orang setiap harinya. Tapi, mereka semua begitu apresiatif terhadap musik yang dimainkan. Ini tipe festival yang kecil, hangat dan punya musik yang bisa dipertanggungjawabkan.

Yang lebih seru, 2019 ini, Ubud Village Jazz Festival diselenggarakan pada akhir pekan 17 Agustus 2019. Perayaan hari merdeka Indonesia tahun ini terasa sedikit beda. Tidak mau ketinggalan, seluruh penonton pun diajak untuk menyanyikan Indonesia Raya di tengah-tengah pertunjukan. Di Panggung Subak, malah bendera merah putih terpampang sepanjang hari kedua.

Ubud Village Jazz Festival 2019: Festival di Hari Merdeka

Spesialnya Pulau Dewata juga terlihat dengan jelas. Festival ini, mengandung banyak muatan lokal yang sedang berkembang di tengah masyarakat Bali. Salah satunya adalah pengolahan sampah yang begitu teratur. Secara khusus, merchandise tas belanja juga menjadi salah satu item yang paling laris. Kampanye-kampanye peduli lingkungan yang sederhana ini, merupakan satu teladan yang bisa dibawa pulang dari Pulau Bali.

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.