Home Sport Duka Untuk Tim Sepakbola Brazil, Chapecoense

Duka Untuk Tim Sepakbola Brazil, Chapecoense

Thursday, December 8, 2016 - 18:43
Bagikan
Facebook Twitter Email

Kabar duka datang dari dunia sepak bola Brazil. Sebuah pesawat yang mengangkut tim sepak bola Brazil, Chapecoense, mengalami kecelakaan di kawasan hutan Kolombia dan menewaskan hampir semua penumpangnya. Rasa duka yang mendalam dirasakan oleh publik Brazil dan Kolombia sebagai tuan rumah. Pasalnya, tim Chapecoense dalam perjalanan menuju pertandingan final pertama mereka sepanjang sejarah.

 

Karena habis bahan bakar

Sebuah pesawat yang membawa tim sepak bola Brazil, Chapocoense, serta rombongan kru dan jurnalis dari Santa Cruz ke Bolivia mengalami kecelakaan di kawasan hutan belantara Kolombia. Dari sejumlah 77 orang yang turut dalam pesawat naas itu, hanya 6 orang yang selamat. Salah satu korban adalah Tiago de Rocha Viera, striker Chapecoense, yang baru seminggu tahu bahwa istrinya sedang mengandung anak pertama. Video reaksinya ketika mengetahui berita itu jadi semakin viral setelah kejadian ini.

Hingga saat ini belum ada penyebab pasti mengenai penyebab terjatuhnya pesawat pembawa tim sepak bola Chapecoense ini. Namun dugaan sementara, jatuhnya pesawat disebabkan oleh kehabisan bahan bakar. Hal ini terlihat dari bekas-bekas bangkai pesawat yang minim kebakaran, yang menandakan bahwa nggak ada bahan bakar yang meledak.

 

Dukungan dari semua kalangan

Kecelakaan ini membawa duka yang sangat mendalam bagi masyarakat Brazil. Banyak fans yang datang ke stadion untuk berduka dan mendoakan para korban kecelakaan. Dukungan tak hanya datang dari para fans. Stadion milik Atletico Nacional yang rencananya jadi gelanggang tanding babak final pada hari Rabu malam, masih penuh dengan fans tim tuan rumah yang mendoakan para korban kecelakaan pesawat ini.

Tak berhenti di situ, masyarakat dunia juga memberikan dukungannya. Liverpool misalnya, melakukan one minute silence ketika melawan Leeds beberapa waktu yang lalu. Wembley Stadium bahkan mengubah arc raksasa di stadion menjadi berwarna hijau menyerupai warna kostum tim Chapecoense.

Chapecoense sendiri bisa dibilang Leicester-nya Brazil. Dulu, tim ini bukanlah siapa-siapa. Di 2009, tim ini hanya berhasil berada di Serie D. Perlahan tapi pasti, Chapecoense dapat promosi ke serie-serie lebih tinggi. Tahun ini seakan jadi puncak kejayaan Chapecoense sebagai finalis Copa Sudamericana dan bersiap melawan Atletico Nacional di Medellin, Kolombia. Malang tak dapat disangkal, kecelakaan hentikan langkah mereka.

 

Selamat jalan para korban kecelakaan pesawat. Kalian adalah juara di hati masyarakat dunia.

 

Source: telegraph.co.uk