• Sport
  • Esport Siap Dipertandingkan di Olimpiade 2024

Esport Siap Dipertandingkan di Olimpiade 2024

Wed, 30 August 2017

Olahraga elektronik atau yang biasa disebut eSport terus mendapat pengakuan sebagai kompetisi yang layak untuk dilombakan di ajang prestisius. Bahkan kini muncul wacana jika eSport menjadi salah satu cabang yang dilombakan di Olimpiade 2024 Paris.

ESport sebetulnya bukan hal yang betul-betul baru. ESport yang erat dengan kompetisi game ini sudah hadir sejak 70-an. Namun dengan makin berkembangnya teknologi dan kehadiran game online, eSport mulai memasuki era puncaknya di tahun 2000-an.

Wacana eSport di Olimpiade 2024 ini diungkapkan Ketua Komite Olimpiade Paris Tony Estanguet. Ia mengkonfirmasi sudah berbicara dengan Komite Internasional Olimpiade dan perwakilan eSport terkait penyertaan video game yang kompetitif di event olahraga tersebut.

"Kami harus melihat karena kami tidak bisa berkata bukan kami. Itu bukan tentang Olimpiade. Anak muda, ya mereka tertarik dalam eSport dan semacamnya. Mari kita lihat ke sana. Temui mereka. Mari dicoba jika kita menemukan jalan untuk itu," tandas Estanguet.

Ia percaya bahwa perlombaan olahraga digital harus dianggap sebagai cabang olahraga yang sah apabila olimpiade ingin mempertahankan relevansinya untuk para penggemar generasi saat ini.

"Saya tidak ingin mengatakan tidak dari awal. Saya pikir menarik untuk berkomunikasi dengan IOC, dan mereka, keluarga eSport, untuk memahami lebih baik bagaimana prosesnya dan mengapa (eSport) bisa sukses," tutur Estanguet.

Program cabang yang diperlombakan di Olimpiade 2024 akan diputuskan pada 2019, di mana keputusan akhir mengenai penambahan cabang olahraga akan diambil setelah Olimpiade Tokyo 2020. Masih ada sekitar 2 tahun merealisasikan eSport untuk masuk olimpiade.

Sebenarnya pada Olimpiade Rio 2016, eSport sudah dihadirkan dalam bentuk pameran dan kompetisi melalui game Smite dan Super Smash Brothers Wii U. Ada delapan tim yang mengikuti kompetisi tersebut. Namun kompetisi ini bukan untuk perebutan medali olimpiade.

ESport akan menjadi cabang yang diperlombakan untuk memperebutkan medali pada Asian Games 2022. Namun informasi mengenai beberapa game yang diperlombakan masih dibicarakan.

ESport rencananya akan diuji coba terlebih dahulu pada Asian Games 2018 di Indonesia. Game yang akan dipertandingkan dalam turnamen itu adalah genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), RTA (Real Time Attack), hingga FIFA 17.

ESport memang telah tumbuh secara masif dalam beberapa tahun belakangan. Tak aneh jika pertandingan video game dilirik untuk dilombakan di kompetisi olahraga internasional. Apakah rencana ini terwujud? Mari lihat bersama.

 

 

Source: Theguardian.com, liputan6.com

Valentino Rossi Mempertimbangkan Pensiun Tahun Depan

Tuesday, December 31, 2019 - 14:14
Valentino Rossi dan Lewis Hamilton berfoto bersama di arena MotoGP sambil memegang helm masing-masing

Tahun depan sepertinya bakal jadi tahun yang cukup berat buat lo pencinta MotoGP. Pasalnya, salah satu pembalap ternama MotoGP, Valentino Rossi berencana akan mengakhiri karirnya. Tepatnya pada akhir musim 2020. Rossi sudah memberikan tanda akan menyudahi kariernya di MotoGP. Pembalap dengan nomor andalan 46 ini memiliki alasan mengapa dirinya harus mengakhiri karirnya.

 

Usia Valentino Rossi yang Sudah Nggak muda

The Doctor ketika sedang melaju di arena MotoGP

Tahun 2020, Valentino Rossi akan mengunjak usia 41 tahun. Usia ini terbilang nggak muda lagi untuk bisa melaju di arena MotoGP. Rossi juga dianggap nggak cukup prima untuk berkompetisi dengan pembalap MotoGP lainnya yang masih muda. Di musim 2019 Rossi sudah menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan.

The Doctor, sebutan Rossi di MotoGP hanya mampu naik podium sebanyak 2 kali. Ia juga gagal mencapai finish sebanyak 4 kali. Saat ini Rossi hanya mampu berada di posisi ke-7. Performa Rossi yang semakin menurun sudah banyak dirasakan oleh para penggemarnya. Rencana pensiun Rossi juga bersamaan dengan kontraknya dengan Yamaha yang akan berakhir pada akhir musim MotoGP 2020.

Tetapi Rossi masih belum memastikan apakah rencana pensiunnya akan benar-benar terjadi atau nggak, Urbaners. Rencana pensiun Rossi akan bergantung dari hasil performanya di MotoGP 2020. Jika nggak ada peningkatan selama musim MotoGP 2020, maka pembalap dengan nomor 46 akan benar-benar memilih pensiun di akhir musim.

 

Komentar Tentang Rencana Pensiun Valentino Rossi

Valentino Rossi di atas podium ketika menjuarai MotoGP Australia

Rencana pensiun Rossi sudah menjadi topik hangat di kalangan pembalap MotoGP dan penggemar MotoGP. Salah satu mantan pembalap MotoGP, Marco Lucchinelli beranggapan bahwa Valentino Rossi masih akan melanjutkan kariernya di MotoGP setelah musim MotoGP 2020 berakhir. Komentar lainnya datang dari pengamat MotoGP, Carlo Penat. Carlo menilai Valentino Rossi memiliki fisik yang masih bugar dan tangguh untuk berkompetisi di usianya yang hampir menginjak 41 tahun.

Meskipun begitu, Carlo menilai musim 2020 akan menjadi kunci penentu karier Rossi di MotoGP. Jika di MotoGP musim 2020, Rossi mampu menaikkan performanya maka kariernya di MotoGP bakal berlanjut. Sepertinya Rossi sedang berusaha untuk bisa meningkatkan performanya di musim selanjutnya. Untuk mendukung performanya di musim 2020, Rossi bahkan mengganti kepala mekaniknya yang awalnya ditangani Silvano Galbusera menjadi David Munoz.

 

Semoga di musim MotoGP 2020, Valentino Rossi bisa menaikkan performanya di MotoGP ya, Urbaners. Sehingga dia masih bisa melanjutkan kariernya di MotoGP musim selanjutnya. Sedih banget kalau sampe The Doctor pensiun.

 

 

Source : CNN Indonesia, Kompas