• Sport
  • Ada Corona, Olimpiade 2020 Dipastikan Sesuai Jadwal

Ada Corona, Olimpiade 2020 Dipastikan Sesuai Jadwal

Tue, 24 March 2020
Para atlet berjalan dengan membawa bendera di Closing Ceremony Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil

Dengan resminya COVID-19 atau virus Corona ditetapkan sebagai sebuah pandemi oleh World Health Organization (WHO), termasuk angka pasien yang teruji positif terdampak COVID-19, langkah-langkah preventif pun dilakukan. Ini pasti sudah lo baca atau lihat di berbagai headline berita. Hampir seluruh event, festival dan pagelaran tahunan yang berskala internasional pun akhirnya ditunda bahkan ada yang dibatalkan sama sekali. Namun nggak begitu dengan penyelenggaraan Olimpiade 2020 ini.

 

Optimisme IOC dan Presiden Jepang

Presiden IOC, Thomas Bach dalam pertemuan terkait pelaksanaan Olimpiade 2020

Thomas Bach, Presiden International Olympics Committee (IOC) terus menekankan hal yang sama sebagaimana juga disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa Olimpiade 2020 di Jepang akan tetap dilaksanakan. Pagelaran olahraga internasional ini dipastikan akan tetap berlangsung sesuai jadwal pada 24 Juli – 9 Agustus 2020. Keputusan ini disampaikan oleh Bach dalam sebuah teleconference dengan media-media di Jepang.

Namun pada sama Bach juga menekankan pihak IOC juga nggak akan abaikan dengan himbauan dari WHO. Itu sebabnya akan ada pembicaraan lebih lanjut terkait usaha-usaha preventif yang dapat dilakukan. Sementara itu IOC ingin para atlit terus melakukan persiapan, karena peluang Olimpiade tetap dilangsungkan masih jadi upaya utama IOC.

 

Minim dukungan dari warga Jepang

Seorang wanita Jepang dalam aksi protes atas Olimpiade yang tidak ditunda

Keputusan untuk tetap menggelar Olimpiade ini membuat resah warga negara Jepang sendiri. Pasalnya sejauh ini sudah ada 814 pasien yang positif terdampak COVID-19, dan 24 pasien yang meninggal akibat wabah yang sama. Aksi nggak setuju ini bahkan ditunjukkan oleh warga Jepang dengan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

Mengutip dari The Jakarta Post, seorang pegawai perusahaan internet yang juga ikut memprotes keputusan ini, Koki Miura (27) menyampaikan bahwa sekali pun negaranya pada akhirnya dapat mengatasi permasalahan ini. Entah dengan penemuan vaksin, atau menekan angka kematian pada kasus-kasus positif, ada baiknya negara Jepang nggak membuka akses bagi para pengunjung dari seluruh dunia. Itu sebabnya ia merasa sebaiknya Olimpiade 2020 di Jepang ditunda.

Diakhir pernyataannya juga Miura menegaskan bahwa sebaiknya di saat-saat seperti ini, kita lebih mengutamakan kepentingan bersama. Ini berarti nggak meningkatkan risiko yang dapat membahayakan orang banyak. Protes ini juga dilansir oleh media Jepang, NHK dengan polling yang menunjukkan bahwa 45% warga Jepang menolak pelaksanaan Olimpiade.

 

Permintaan jaminan keamanan

Jose Antonio, salah satu atlet paralympic dari Spanyol berlari dengan bendera negaranya

Nggak cuma warga negara Jepang tampaknya yang was-was dengan keputusan ini. Beberapa negara peserta Olimpiade juga ikut menekan IOC agar sebaiknya menunda Olimpiade 2020. Salah satunya adalah Spanyol. Selain segi keamanan, Spanyol juga mempertimbangkan pagelaran yang jauh lebih kompetitif. Karena nggak menutup kemungkinan, jika Olimpiade tetap diselenggarakan, akan ada beberapa negara yang memutuskan untuk tidak ikut bertanding.

Pernyataan ini sendiri disampaikan oleh Alejandro Blanco selaku Presiden Comite Olimpico Espanol (COE), yang menyaksikan bagaimana wabah Corona membuat persiapan atlet-atletnya jadi menurun. Blanco ingin memastikan bahwa Olimpiade dapat berlangsung dengan atlet-atlet dari berbagai negara tetap bertanding dalam kondisi prima.

Bagaimana menurut lo sendiri? Apakah sebaiknya pagelaran Olimpiade ini tetap diselenggarakan, atau IOC dan pemerintah Jepang mengambil langkah preventif dengan menundanya?

 

 

 

Sources: Bola Sport, Sport Tempo, The Jakarta Post

Ada Corona, Olimpiade 2020 Resmi Ditunda hingga Tahun Depan

Fri, 27 March 2020
logo olimpiade

Setelah mendapat banyak protes, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya menunda gelaran Olimpiade 2020 yang sebelumnya dijadwalkan dihelat pada Juli hingga Agustus mendatang. Kabar ini membawa angin segar di tengah kekhawatiran merebaknya virus Corona. Sebelumnya, pemerintah Jepang bersikeras akan menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di dunia itu meski ada penyebaran COVID-19. Bahkan, IOC sempat mengeluarkan statement bahwa Olimpiade 2020 tetap digelar sesuai jadwal.

 

Beberapa Negara Mengundurkan Diri

Kontingen Kanada yang ikut pada parade atlet Olimpiade Brazil, memutuskan untuk mundur jika Olimpiade 2020 tidak ditunda

 

Keputusan penundaan Olimpiade nggak serta merta ditetapkan. IOC tetap pada pertimbangannya untuk tetap menggelar pesta olahraga terakbar seantero dunia itu, sampai pada akhirnya beberapa negara memutuskan untuk mengundurkan diri. Beberapa negara yang memutuskan untuk mundur jika Olimpiade tetap digelar di tengah pandemi COVID-19 adalah Kanada, Australia, dan Inggris.

Inggris sendiri baru saja menyampaikan keputusannya setelah Australia dan Kanada melakukannya lebih dulu. Hugh Robertsen, Ketua Asosiasi Olimpiade Inggris, menyerukan, negaranya siap nggak ikut serta pada multievent olahraga itu, jika IOC tetap menggelarnya pada 2020. Gayung bersambut, IOC membuat keputusan penundaan nggak lama kemudian. Thomas Bach, Presiden IOC, mengatakan, keputusan untuk menunda Olimpiade 2020 sampai musim panas 2021 diambil setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Salah satu alasan utama penundaan adalah faktor keamanan untuk semua atlet, pelatih, bahkan penonton. Ini mematahkan wacana sebelumnya yaitu kemungkinan penyelenggaraan Olimpiade tanpa penonton.

 

Hitung Mundur Ditiadakan

: Jam hitung mundur terakhir kali menampilkan angka 122, yang merujuk pada lama hari menuju Opening Ceremony Olimpiade

 

Setelah keluarnya keputusan penundaan, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah Tokyo, kota tuan rumah Olimpiade 2020. Salah satunya adalah dengan meniadakan hitung mundur layaknya beberapa event besar lainnya. Hitung mundur dihapus setelah sebuah

jam raksasa di Tokyo menampilkan angka 122, yang artinya jumlah hari menuju upacara pembukaan Olimpiade.

Tentu saja, ini menjadi perubahan yang besar. Ini karena warga Tokyo sangat antusias untuk menyambut pesta olahraga terakbar itu dengan menjadikan monumen hitung mundur sebagai spot berkumpul. Meski begitu, ditiadakannya hitung mundur ini nggak membuat mereka patah arang dalam menyambut Olimpiade.

 

Tidak Berganti Nama

Logo Olimpiade telah terpasang di depan stadion yang akan menjadi venue olahraga

Meski pelaksanaannya ditunda sampai musim panas tahun depan, nama dari multievent olahraga ini nggak akan diubah. Ini disampaikan oleh Yuriko Koike, Gubernur Tokyo, setelah berdiskusi bersama para stakeholders. Salah satu alasan mengapa nama Olimpiade 2020 tidak akan diubah adalah karena penundaan disebabkan oleh aspek force majeure atau sesuatu yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Ini berbeda dengan gelaran Asian Games 2018 yang seharusnya digelar satu tahun setelahnya, harus dimajukan karena ada Pemilu di Indonesia.

Gubernur Tokyo sendiri bersyukur, karena Olimpiade yang akan digelar di wilayahnya tidak dibatalkan, hanya ditunda. Mengingat, saat ini semua venue olahraga telah rampung dibangun. Perhelatan Olimpiade musim panas tahun depan sendiri dijadwalkan digelar paling lambat sebelum pertengahan 2021. Jadi, sudah siapkah lo untuk merasakan gegap gempitanya?