Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat - MLDSPOT
  • Sport
  • Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat

Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat

Tue, 11 August 2020
Hendi Rachmat mengenakan kaos hitam dan topi merah memegang sepeda

Olahraga sepeda kembali menjadi tren di Indonesia setelah selama 10 tahun cukup ditinggalkan. Selain karena pandemi COVID-19, yang membuat semua orang lebih baik berolahraga secara individu dan sepeda adalah olahraga yang cocok, masyarakat ibu kota juga mulai menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif untuk menembus kemacetan yang semakin parah.

Sama seperti Hendi Rachmat, alumni Universitas Nusantara yang cintanya terhadap sepeda nggak pernah mati. Berbeda dari kebanyakan orang, Hendi sukses mentransformasikan olahraga sepeda menjadi jasa pengiriman terintegrasi di Indonesia.

 

Jatuh Bangun Mencintai Sepeda

 Tiga orang kurir mengayuh sepeda sambil membawa tas dan mengenakan helm

Tren sepeda fixie yang berlangsung di era 2010-an membuat banyak orang yang bersepeda di sepanjang jalan di Kota Jakarta, mulai dari pagi, lalu lanjut lagi ke sore hari. Ini juga yang jadi keseharian Hendi Rachmat, pencinta sepeda fixie yang akhirnya membuka toko perlengkapan sepeda fixie.

Toko yang diberi nama Westbike ini awalnya ramai pengunjung, bahkan bisa dibilang sebagai pusat komunitas pencinta sepeda fixie di Jakarta. Namun sama seperti tren pada umumnya, pengunjung pun mulai berkurang seiring pudarnya tren sepeda fixie. Namun, Hendi nggak membiarkan rasa cintanya terhadap sepeda fixie lenyap begitu saja.

Dari keterpurukannya, Hendi langsung membuka search engine Google dan menemukan fenomena bike messenger di kota-kota besar di dunia. Dari sinilah Hendi memulai survei untuk mendata preferensi penjual dan pembeli. Dari survei tersebut ia menemukan kalau jam 9 pagi sampai 7 malam adalah primetime pengiriman barang instan dan pembeli hanya mau menunggu maksimal 3 jam untuk menerima barang tersebut.

 

Nggak Mau Ketinggalan Zaman

Hendi Rachmat bersama Duenno Ludissa berpose di depan sebuah gerbang toko

Berangkat dari data yang sudah Hendi miliki, semakin mantap pula niatnya untuk mengembangkan toko perlengkapan sepedanya menjadi bisnis bike messenger pertama di Indonesia. Takdir pun mempertemukan kembali Hendi dengan temannya ketika kos saat kuliah dulu, Duenno Ludissa, yang baru saja lulus dari program MBA di Swiss German University. Bersama Duenno, Hendi membentuk Westbike Messenger Service (WMS) di tahun 2013.

Bersama, mereka juga mendapatkan suntikan semangat dari film “Premium Rush” yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt. “Film itu memompa semangat. Kepada saya, Hendi lantas minta bantuan agar dipikirkan sisi bisnis agar fixie tetap hidup dan berkembang,” ujar Duenno. Kegigihan Hendi dalam merintis WMS ini serta merta karena ia nggak mau hobi sepedanya tergerus zaman.

Media transportasi kurir boleh saja tradisional, tetapi Hendi memutuskan untuk menerima order sepenuhnya secara online melalui website. Promosi juga dilakukan lewat media sosial Instagram untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, khususnya para generasi milenial yang semakin gemar menerapkan hidup environmentally friendly.

 

 

Visi Go Green Jadi Motor Bisnis

Seorang kurir sepeda mengenakan helm dan kacamata tengah mengayuh sepeda sambil membawa tas dan secarik kertas

Meski diterpa dengan banyaknya saingan kurir bermotor, WMS tetap bertahan hingga sekarang. Menurut Hendi, kuncinya ada pada visi go green yang selalu diprioritaskan WMS. Selain karena kemampuan menyalip yang hanya dimiliki oleh sepeda, para kurir sepeda juga lebih mudah untuk memasuki kompleks gedung perkantoran yang punya peraturan ketat perihal kurir berseragam.

Masalah ketepatan waktu, nggak pernah melebihi 2 jam. WMS sendiri sudah pernah menangani kasus pengantaran dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara, literally dari ujung ke ujung. Motto “Support Our Movement for Better Jakarta” yang pernah diusung WMS juga menjadikan banyak pelanggan yang tetap loyal dengan bike messenger service ini, khususnya perusahaan yang memiliki program CSR serta pebisnis yang bergerak di bidang health dan produk sustainable.

“Kami kurir sepeda membawa misi pekerjaan yang ramah lingkungan,” begitu ungkapan dari Hendi. Pada akhirnya, hobi sepeda yang begitu dicintai Hendi ini melahirkan sebuah bisnis maju dan juga Indonesia Bike Messenger Association yang sudah menghimpuni lebih dari 200 orang di 25 kota Indonesia.

Hebatnya lagi, WMS sangat mendukung pengasahan kompetensi para kurir, mulai dari mengikuti ajang kompetisi di luar negeri sampai pelatihan bisnis untuk menjual produk aksesoris sepeda. Tujuannya, tentu saja untuk mempertahankan industri sepeda tetap bertahan di era revolusi industri 4.0.

 

 

Sources: Kompas, Republika, Antara News, Gatra.

Siap Main Golf? Ini Etika Main Golf Bareng Teman-Teman Lo!

Fri, 18 September 2020
berikut deretan etika bermain golf yang mesti lo ketahui!

Siapa bilang kalau golf itu olahraga mereka yang sudah usia saja? Di waktu-waktu sekarang ini, golf jadi salah satu pilihan anak muda buat berolahraga, lho! Eits, siapa juga yang bilang kalau golf itu olahraga mahal? Murah kok, bro!

Golf sempat jadi olahraga dengan persona disukai oleh mereka yang sudah berusia. Sebenarnya nggak juga sih. Beberapa anak muda inspiratif seperti Hedi Rusdian dan teman-teman, terlihat beberapa waktu terakhir ini suka main golf.

Walau intensitasnya tidak seperti olahraga yang lain, misalnya basket, atau sepak bola, tapi golf juga bisa membuat lo berkeringat banyak, nih! Mengayunkan stik, jalan dari titik sat uke titik lainnya, merupakan intensitas tersendiri saat main golf.

 

berikut deretan etika bermain golf yang mesti lo ketahui!

Credit Image: istock.com

Eits, bagaimana nih? Lo jadi penasaran ya rasanya main golf? Sebelum lo mencoba langsung, ada beberapa hal yang mesti lo perhatikan, nih. Salah satunya adalah etika bermain golf. Mematuhi etika ini diperlukan sekali untuk mewujudkan permainan golf yang menyenangkan, bro!

Penasaran apa saja etika bermain golf yang mesti lo ketahui? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Memerhatikan Sekitar Saat Akan Memukul Bola

Stik golf dan ayunannya saat akan memukul bola kalau terkena anggota tubuh bisa fatal, lho! Oleh karena itu, untuk menjaga keselamatan bersama, hal pertama sebagai etika bermain golf yang perlu lo ketahui dan terapkan adalah memerhatikan sekitar saat akan memukul bola.

Pastikan kalau orang-orang di sekitar lo tidak ada yang berdekatan saat lo akan mengayunkan stik dan memukul bola. Lo perlu mengingatkan yang lainnya untuk berjauhan sejenak sampai minimal cukup aman dari jangkauan pukulan.

 

Memberikan Peringatan!

Seperti yang sudah disebutkan di atas sebelumnya kalau memberikan peringatan saat lo akan memukul bola adalah hal yang sah-sah saja karena jika ayunan stik golf nya malah mengenai anggota tubuh, malah bisa berakibat fatal, bro.

Terlebih jika ada petugas yang menemani lo bermain golf, kalau mereka ada di depan lo yang akan memukul bola, lo bisa menyerukan ‘Fore!’. Hal ini akan membuat pemain lain dan petugas yang ada semakin awas dan menghindari bola yang mungkin sudah mengarah ke mereka.

 

Saling Menghormati dan Menghargai

Siapa bilang kalau golf bukan olahraga yang membutuhkan konsentrasi, semua jenis pukulan atau ayunan stik golf sangat membutuhkan konsentrasi yang baik. Oleh karena itu, etika selanjutnya yang perlu lo ketahui adalah saling menghormati dan menghargai saat ada yang mau memukul bola.

Biasanya dering telepon di smartphone adalah hal umum yang bisa memecah konsentrasi. Oleh karena itu, pastikan jika lo sedang bermain golf, sila buat smartphone lo dalam keadaan silent atau getar saja.

 

Mengikuti Tempo Permainan

Golf adalah salah satu olahraga yang cukup banyak memiliki persiapan. Maka dari itu, kalau lo baru saja mulai main golf, pastikan lo mengikuti tempo permainan yang ada, ya. Jangan sibuk mencari bola yang hilang atau bingung menggunakan stik yang mana untuk memukul bolanya.

 

Hargai Waktu Orang Lain

Masih terkait dengan etika sebelumnya, mengikuti tempo permainan adalah salah satu Langkah juga untuk menghargai waktu orang lain. Oleh karena itu, pastikan lo tidak menyia-nyiakan waktu saat bermain golf.

 

Tidak Merusak Lapangan

Hal ini adalah hal yang perlu lo ingat baik-baik – walau lapangan golf jelas ada pengelola dan penanggung jawabnnya, tapi tidak semestinya lo merusak lapangan begitu saja. Misalnya saat memukul bola dari atas green, jangan lupa untuk memperbaiki bekas jatuhan bola dengan mengembalikan divot seperti semula.

 

Jaga Penampilan Lo!

Walau jadi etika yang terakhir untuk lo ketahui, tapi ini jadi salah satu hal yang penting banget buat lo ketahui dan terapkan nantinya. Pastikan OOTD lo tidak salah nih! Main golf sama sekali tidak mirip dengan jalan-jalan ke mall.

Itu artinya dari sepatu, lo mesti pakai sneakers yang mumpuni, pakai baju dan celana yang nyaman karena lo akan berolahraga, dan pastinya pakai aksesoris yang kelihatan kalau lo skena golf banget nih – misalnya topi dan lainnya.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai etika yang sudah dijelaskan di atas – jelas nih lo pasti sudah paham semuanya ya. Jangan lupa lo terapkan kalau lo main golf ya!

 

Feature Image – freepik.com