Home Sport Gagal di Thomas dan Uber, Evaluasi Tim Bulutangkis Indonesia Sebelum Asia Games 2018

Gagal di Thomas dan Uber, Evaluasi Tim Bulutangkis Indonesia Sebelum Asia Games 2018

Monday, May 28, 2018 - 17:01

Tim Thomas Indonesia datang ke Piala Thomas 2018 dengan keyakinan tinggi. Pada kejuaraan sebelumnya, Indonesia sukses masuk final dan kalah tipis oleh Denmark dengan skor 2-3. Di sektor Tim Uber Indonesia juga demikian, dengan undian yang sangat menguntungkan target semifinal seharusnya bisa dicapai.

Tetapi sayang Urbaners, Tim Thomas dan Tim Uber ternyata nggak memenuhi target dan harapan masyarakat Indonesia. Tim Thomas harus kalah di babak semifinal setelah kalah dari Tiongkok 1-3, poin satu-satunya Indonesia diciptakan oleh ganda putra Kevin/Markus. Tim Uber malah lebih jeblok lagi, bertemu tuan rumah Thailand yang sejatinya berada sedikit di bawah Indonesia, Greysia Polii dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan tuan rumah 2-3.

Susy Susanti berkilah kalah kelas

Legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, didapuk menjadi manajer Tim Thomas dan Tim Uber di tahun 2018 ini. Susy Susanti mengatakan bahwa kekalahan Tim Thomas dan Tim Uber ini memang bisa jadi kalah kelas dibandingkan negara lain. Di sektor Tim Thomas, Indonesia hanya mengandalkan ganda putra nomor 1 dunia, Kevin/Marcus. Sedangkan di sektor tunggal, Indonesia nggak bisa berbuat banyak ketika bertemu Tiongkok, Jepang, ataupun Denmark.

“Masalah tim Indonesia tidak hanya mental, tetapi juga kematangan, jam terbang, lalu pengalaman. Biasanya pemain muda yang belum matang. Itu butuh proses,” terang Susy Susanti seperti dilansir dari detik.com

Segera fokus ke Indonesia Open, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games

Setelah Piala Thomas dan Uber, sekarang tim bulutangkis Indonesia sedang fokus ke 3 kejuaraan besar. Pertama ada Indonesia Open 2018 yang akan digelar awal bulan Juli, kemudian Kejuaraan Dunia di akhir Juli, dan terakhir ada Asian Games 2018 yang diselenggarakan bulan Agustus di Jakarta. Untuk ketiga kejuaraan tersebut, PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) menargetkan masing-masing 1 juara, khususnya di sektor ganda putra.

Walaupun gagal di Piala Thomas dan Uber, tim Indonesia nggak akan berhenti sampai di sini. Pemain muda Indonesia memang tampak seperti jalan di tempat, tetapi percayalah mereka akan membanggakan Indonesia suatu saat nanti.

 

Source: detik.com