• Sport
  • Indonesia Menang di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

Indonesia Menang di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

Wed, 04 September 2019
Indonesia Menang di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 yang digelar di Basel, Swiss baru saja usai. Pertandingan final pada 25 Agustus 2019 itu mempertemukan pasangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan dengan ganda putra Jepang, Takuro Hogi dan Yugo Kobayashi. Permainan sengit dari kedua belah pihak berakhir dengan durasi 1 jam 4 menit. Setelah sempat kalah di set kedua, Hendra/Ahsan membalik keadaan dengan skor 21-15 dan berhasil memboyong medali emas untuk Indonesia.

 

Cetak Sejarah Baru

Kemenangan Hendra dan Ahsan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 mencetak sejarah baru.

Kemenangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 beberapa waktu lalu patut diacungi jempol. Kemenangan pasangan ganda putra ini pun mencetak rekor sejarah baru bagi dunia bulutangkis di Indonesia. Pertama, usia Hendra pun bisa dibilang nggak lagi muda dan menginjak usia 35 tahun. Sementara Ahsan 4 tahun lebih muda dari Hendra.

Kedua adalah mereka merupakan satu-satunya pasangan atlet bulutangkis ganda putra yang meraih gelar juara sebanyak 3 kali. Hal tersebut membuat Indonesia mendominasi di nomor ganda putra. Dengan ini, total gelar yang diraih oleh Indonesia sudah mencapai 10 medali emas Kejuaraan Bulutangkis Dunia, yang sudah digelar sejak tahun 1977 silam.

 

Bukan Pertama Kali

Hendra dan Ahsan berfoto dengan membawa bendera Indonesia.

Ini bukan kali pertama Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan bertemu dengan pasangan ganda putra Jepang Takuro Hogi dan Yugo Kobayashi. Atlet dari 2 negara ini juga tercatat pernah bertemu sebelumnya pada gelaran sebelum Indonesia Open 2019. Pasangan atlet ganda putra Indonesia Hendra/Ahsan berhasil mengungguli pasangan Takuro/Yugo dengan skor 17-21, 21-19, dan 21-17.

Hendra mengaku dalam pertemuan kedua di Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2019 ini, dirinya tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka melihat pasangan lawan mereka juga meningkatkan permainan lebih rapi. Namun, menjelang akhir pertandingan, performa lawan terlihat agak menurun. Inilah yang menjadi kesempatan pasangan ganda putra Indonesia untuk mencuri poin. Hingga pada akhir game, pasangan Hendra/Ahsan dipastikan menang dengan skor 21-15.

 

Jepang Sempat Mendominasi

Walaupun Jepang sempat mendominasi turnamen, tim Indonesia berhasil membalikkan keadaan.

Meski Indonesia unggul, sebenarnya performa tim bulutangkis Jepang nggak terlalu buruk. Bahkan tim bulutangkis Jepang berhasil merebut gelar juara umum di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 ini. Negeri Sakura ini meloloskan 5 wakilnya ke putaran final. Hal unik lainnya adalah babak final yang mempertemukan sesama atlet Jepang untuk kategori ganda putri.

Gelar juara Jepang disumbang oleh nomor ganda putri dari pasangan Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara yang mengalahkan Yuki Fukushima dan Sayaka Hirota. Sementara itu, atlet tunggal putra Kento Momota berhasil menyumbangkan 1 medali emas. Kento berhasil mengalahkan pemain Denmark, Anders Antonsen.

 

Ikut bangga rasanya melihat Hendra dan Ahsan memenangkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Semoga bakal ada semakin banyak prestasi yang bisa ditorehkan atlet-atlet Indonesia ya, Urbaners!

 

 

Sources: Liputan6.com, Bola.com

Bangganya Greysia Polii dan Apriyani Memenangkan Indonesia Masters

Friday, January 31, 2020 - 11:16
Greysia Polii dan Apriyani berfoto bersama setelah peroleh kemenangan di Indonesia Masters

Pasangan ganda putri bulu tangkis unggulan Indonesia Greysia Polii dan Apriyani baru saja meraih kemenangan di pertandingan Indonesia Masters pada 19 Januari 2020 lalu. Mereka berdua kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional setelah berhasil membawa kemenangan di salah satu ajang bulu tangkis yang bergengsi tersebut.

 

Greysia Polii dan Apriyani Berhasil Jadi Juara Indonesia Masters 2020

Greysia Polii dan Apriyani merayakan kemenangan di lapangan Indonesia Masters

Greysia Polii dan Apriyani memang menjadi salah satu pasangan ganda putri unggulan Indonesia dan di awal tahun ini mereka telah mempersembahkan kemenangan di ajang Indonesia Masters 2020. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan ganda putri asal Denmark di partai final, Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen.

Saat di final rupanya pasangan Greysia Polii dan Apriyani tidak bisa menang mudah karena mendapatkan perlawanan sengit dari pasangan Denmark tersebut. Selama kurang lebih 80 menit pasangan asal Indonesia tersebut harus berjuang sekuat tenaga menghadapi lawannya. Mereka baru bisa menang dengan permainan 3 set dengan score 18-21, 21-11 dan 23-21.

 

Greysia Polii dan Apriyani Sangat Terharu Akhirnya Bisa Menang di Istora Senayan

Kemenangan pasangan Greysia Polii dan Apriyani rupanya membuat pasangan tersebut merasa sangat terharu. Pasangan tersebut baru pertama kali memenangkan kejuaraan yang digelar di Istora Senayan. Meskipun sudah sangat sering berlaga di tempat tersebut, ternyata pasangan ganda putri unggulan Indonesia itu belum pernah menang.

Jadi, setelah pertandingan selesai pantas saja Greysia Polii dan Apriyani menunjukkan wajah yang sangat terharu dan nggak bisa menahan tangisnya. Selain itu, dukungan para penonton yang datang ke Istora Senayan ternyata juga membuat mereka berdua merasa lebih semangat sehingga bisa terus berjuang dan berhasil menjadi juara.

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah jauh-jauh untuk datang dan mengantre tiket. Saya sudah lama banget main di Istora dan baru kali ini bisa jadi juara,” ucap Greysia Polii kepada CNNIndonesia.com.

 

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Sempat terpuruk di Tahun 2019

Gresya tersenyum pada Apriyani setelah meraih poin

Kemenangan di Indonesia Masters 2019 ini juga menjadi hal yang spesial bagi pasangan ganda putri Indonesia itu. Hal itu disebabkan Greysia Polii dan Apriyani sempat terpuruk di tahun 2019 dan jarang mendapatkan kemenangan. Di tahun lalu mereka hanya berhasil meraih gelar juara di India Open saja.

“Tahun lalu kami terpuruk banget. Kami berusaha bagaimana caranya bisa keluar dari masalah, bagaimana caranya kami mau jadi juara dan mau maju. Di tahun 2019 kami terpukul dan alhamdulillah sekarang jadi tuan rumah karena di Indonesia kami bisa menunjukkan performa terbaik,” cerita Apriyani.

Meskipun telah berhasil menjadi juara tapi mereka nggak mau terlena dan terus merayakan kemenangannya. Greysia Polii dan Apriyani ingin tetap fokus karena tujuan utamanya adalah Olimpiade 2020.

Apakah lo kemarin sempet nonton pertandingan Greysia Polii dan Apriyani di kejuaraan Indonesia Masters, Urbaners?

 

 

Sources: cnnindonesia.com, kompas.com, provoke-online.com