Home Techno Uji Kemampuan Lo Kenali Hoax Lewat Factitious

Uji Kemampuan Lo Kenali Hoax Lewat Factitious

Monday, July 17, 2017 - 13:38
Bagikan
Facebook Twitter Email

Hoax. Ya, kata yang satu ini menjadi familiar belakangan ini. Hoax atau berita bohong memang tengah merajalela di dunia maya. Baik lewat situs online atau lewat blog yang disebar melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya.

Bahkan aplikasi chatting seperti WhatsApp, BBM dan Line, juga sering jadi alat pertama penyebar hoax. Banyak hal negatif terjadi jika informasi palsu tersebar luas. Efek negatif jelas terlihat berupa perpecahan di masyarakat, kecemasan dan kepanikan, hingga perilaku yang cenderung merusak.

Maraknya berita hoax menginspirasi mantan jurnalis asal Amerika Serikat bernama Maggie Farley untuk menciptakan aplikasi permainan online yang bertujuan melatih insting dalam cara membedakan berita asli dan hoax.

Bersama rekannya Bob Hone, Farley menciptakan game yang diberi nama Factitious. Permainan online ini desain dan antarmuka yang secara sepintas mirip dengan aplikasi kencan online Tinder.

Cara kerjanya, pemain akan disuguhkan artikel berita. Setelah membaca artikel itu, pemain dipersilakan menganalisa berita untuk menguji kebenarannya. Para pemain bisa swipe ke kiri jika menilai artikel itu palsu atau swipe ke kanan apabila menurutnya artikelnya tersebut asli.

Meski swipe ke kanan atau kiri, pemain akan tetap mendapatkan feedback berupa salah atau benar serta sumber dari mana artikel itu diambil jika memang berasal dari sumber tepercaya.

Namun yang bikin game ini berbeda adalah pemain tidak mencari score atau sebagainya. Melainkan pemain akan mendapatkan pelajaran atau analisa yang diberikan aplikasi tentang kebenaran sebuah artikel.

Farley punya alasan sendiri mengapa ia menciptakan permainan ini. Menurutnya, generasi milenial yang masih sekolah atau kuliah harus melek berita. Oleh karena itu, Factitious ditujukan bagi generasi tersebut.

Dengan dukungan dari Knight Foundation, Factitious diharapkan bisa meredam penyebaran berita hoax serta mengedukasi pengguna internet. Ia berharap redaksi media, guru, organisasi maupun pribadi bermain game ini agar sadar ancaman berita hoax di internet.

Permainan buatan Farley ini sejatinya game yang didesain untuk pengguna smartphone atau game mobile. Namun game ini tak muncul di App Store dan Google Play Store karena memang game ini tidak berbasis aplikasi namun dimainkan melalui browser.

 

Source: Newsweek.com,  hoaxterkini.com