• Techno
  • 3 Jurusan Kuliah untuk Kerja di Bidang e-Commerce

3 Jurusan Kuliah untuk Kerja di Bidang e-Commerce

Mon, 15 April 2019
3 Jurusan Kuliah untuk Kerja di Bidang e-Commerce

Belakangan ini bidang digital berkembang dengan pesat. Salah satu bidang industri digital  yang populer adalah e-Commerce. Semakin pesatnya perkembangan industri ini juga kemudian membuat  peluang kerjanya semakin besar. Tertarik menekuni profesi di bidang e-Commerce? Beberapa jurusan kuliah ini bisa memberi lo bekal yang berguna.

 

Jurusan ilmu komputer

Jurusan ilmu komputer

Seperti yang sudah lo tahu, e-Commerce dan industri berbasis digital lainnya menggunakan sistem komputerisasi yang disusun dengan bahasa pemrograman. Nah, buat memahami semua hal tersebut, nggak ada jurusan kuliah lain yang paling pas selain jurusan ilmu komputer. Lewat jurusan ini, lo bakal lebih memahami soal bahasa pemrograman.

Saat ini sudah banyak lulusan ilmu komputer yang kemudian bekerja di industri e-Commerce. Kerja mereka bahkan nggak cuma memastikan sistem yang ada bisa tetap bekerja, tapi juga menciptakan inovasi-inovasi baru buat melancarkan laju usaha. Salah satu posisi yang bisa lo bidik jika menjadi sarjana komputer adalah web developer.

 

Jurusan bisnis

Jurusan bisnis

Meskipun merupakan bagian dari industri digital, e-Commerce tetaplah sebuah bisnis. Jadi, nggak ada salahnya sama sekali kalau lo memilih kuliah di jurusan bisnis sebelum terjun ke industri e-Commerce. Dengan belajar bisnis, lo bakal punya pemahaman yang lebih baik tentang seluk beluk bisnis digital.

Salah satu kemampuan yang bakal diterapkan waktu lo terjun di industri e-Commerce adalah kemampuan buat menganalisis pasar. Dengan ilmu-ilmu yang dipelajari di jurusan bisnis, lo bakal lebih cepat menentukan target market serta strategi yang harus diambil buat meraih target tersebut. Nggak cuma itu, lo juga bisa jadi konsultan bisnis buat startup e-Commerce.

 

Jurusan statistik

Dalam industri digital, termasuk e-Commerce, data sangat diperlukan. Dengan adanya data dan pengolahan data yang bagus, maka bisnis e-Commerce juga bisa berkembang karena memiliki prediksi yang presisi. Strategi bisnis beserta manajemen operasionalnya juga bakal lebih taktis kalau bisa memanfaatkan data dengan baik.

Ilmu tentang pengolahan data ini bisa lo dapatkan dengan kuliah di jurusan statistik. Di jurusan ini, lo bakal dibekali beberapa pengetahuan tentang bagaimana menganalisis dinamika pasar digital yang sangat dibutuhkan industri e-Commerce. Ilmu ini sangat dibutuhkan karena akan menentukan perkembangan bisnis e-Commerce.

Itu dia tiga jurusan kuliah yang cocok buat kerja di bidang e-Commerce, mana yang kira-kira cocok buat lo?

 

 

Source: Goodnewsfromindonesia.id

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id